Pagi tadi ambo manonton METRO TV manjalang barangkek ka lapau...
Mungkin editorial media indonesia ko bisa awak inap renungkan.
Makasih...
Salam
Boby Lukman
32 thn
------------------
Senin, 21 Juli 2008 00:03 WIB
DPD Jadi Rumah Jompo
ARAH politisi dan institusi politik kita kian tidak jelas saja. Jarak mereka
dengan rakyat pun makin jauh. Rakyat ingin ke utara, politisi dan institusi
politik malah bergerak ke selatan. Rakyat ingin penguatan lembaga, politik
malah mengisi lembaga dengan orang-orang yang menurut usia mulai loyo.
Ibarat penyakit, para politikus kita beserta lembaganya tengah mengidap
autisme. Asyik dengan dunia mereka sendiri. Soal memperjuangkan aspirasi, itu
hanya ada dalam panggung-panggung kampanye. Setelah kampanye selesai dan kursi
diraih, mereka sibuk dengan agenda pribadi dan kepentingan partai.
Lebih parah lagi, ada lembaga politik yang malah mengalami penuaan di tengah
arus besar desakan regenerasi politik. Itulah yang menimpa Dewan Perwakilan
Daerah (DPD).
Lembaga yang keberadaannya dimaksudkan untuk memperkuat suara daerah itu kini
menjadi 'rumah baru' bagi para politikus gaek. Mereka yang sudah lama malang
melintang di dunia politik, baik sebagai anggota dewan maupun pejabat
eksekutif, ramai-ramai mendaftar menjadi calon anggota DPD.
Itu setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan anggota partai politik boleh menjadi
anggota DPD. Nama-nama seperti Soetardjo Soerjogoeritno, AM Fatwa, dan
Patrialis Akbar yang saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR periode
2004-2009 pun berburu kursi di 'gedung sebelah' itu.
Selain mereka, sejumlah anggota DPRD dan parpol di daerah juga tergugah untuk
menyalurkan hasrat politik kekuasaan yang masih menggebu-gebu. Jumlah mereka
yang sudah kenyang makan asam garam politik dan berminat masuk DPD ini lebih
dari 40%.
Mereka mencalonkan diri ke DPD karena tidak bisa lagi dicalonkan parpol mereka
sebagai anggota dewan periode berikutnya. Nanti, jika mereka terpilih, DPD
bakal berubah menjadi tempat berlabuh bagi para pensiunan. Ujung-ujungnya DPD
bisa menjelma bak panti jompo, tempat para orang tua mengenang masa lalu.
DPD pun bukannya makin kuat, melainkan malah mengalami gerontologi atau
penuaan. Itu artinya, DPD sedang mempersiapkan diri menjadi lembaga
peristirahatan.
Hukum alam tak bisa dibantah bahwa menjadi tua berarti menjadi lemah.
Fungsi-fungsi organ seperti pendengaran, penglihatan, dan ingatan pun jauh
berkurang. Padahal, DPD seharusnya diisi oleh anggota yang mempunyai energi
cukup untuk berjuang bagi daerah yang diwakilinya.
Untuk itu, DPD harus diisi orang-orang yang penglihatannya jelas sehingga mampu
melihat ketidakberesan di daerah. Juga harus diisi orang yang pendengarannya
tajam sehingga cepat menangkap aspirasi daerah. Selain itu, dipenuhi
orang-orang dengan daya pikir dan daya ingat yang sangat kuat untuk
memperjuangkan gagasan-gagasan cerdas bagi daerah yang diwakilinya.
Dengan diisi mereka yang sudah uzur, DPD bakal menjadi lembaga politik yang
lelah dan tidak gesit lagi. Jangan salahkan kalau ada pernyataan rakyat,
misalnya, 'bagaimana mau memperjuangkan aspirasi daerah kalau berjuang
menegakkan badan sendiri saja susah'.
Dalam sebuah sistem demokrasi yang sehat, lembaga politik harus terus-menerus
diperkuat. Sirkulasi dan regenerasi di lembaga politik harus dipastikan
berjalan lancar, agar fungsi-fungsi lembaga itu di mata rakyat kian bermanfaat.
Bukan malah sebaliknya, membiarkan lembaga-lembaga demokrasi kian menua dan
melemah. Itu sama saja dengan membiarkan demokrasi sakit, lalu ambruk
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---