Iko nyo analisis cultural studies oleh seorang Australia mengenai musik nan 
badantam2 di ateh angkot jo bis kota di Padang tu.
Paper lengkap cigok ka: http://www.utas.edu.au/indonesia_workshop/abstracts.htm
Tod Jonesis currently completing a doctoral thesis titled ‘Indonesian Cultural 
Policy, 1950-2003: Culture, Institutions, Government' at the Faculty of Media, 
Society and Culture, Curtin University of Technology. 
Angkutan and Bis Kota in Padang, West Sumatra: Public Transport as the 
Intersection of a Local Popular Culture.
While politicians were talking of returning to the traditional nagari system of 
local government in Padang , a vibrant and diverse form of local cultural 
expression were literally circling the city. The angkutan and bis kota in 
Padang are brightly decorated with pictures and items depicting local and 
global themes and are equipped with expensive entertainment systems, produced 
by an expanding global marketplace, that broadcast local, Indonesian and 
foreign music in a variety of genres. In my presentation, I will explore the 
different factors that shape visual and musical expression on local transport. 
I am particularly interested in the intersection between global popular 
culture, consumer goods and local culture in the everyday experiences of 
drivers and passengers in Padang .

Suryadi yg daif



----- Pesan Asli ----
Dari: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: Muhammad Dhuha <[email protected]>
Terkirim: Rabu, 23 Juli, 2008 13:52:15
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: Kompas.com : Di Padang, Angkot Seperti Diskotek 
Berjalan <== Lah dari Dulu



  Wassalamu'alaykum wr.wb

  Kalau diambil dari segi positifnya, tampaknya mereka memiliki 'sense
  of marketing', memiliki keinginan menarik pelanggan, sehingga
  berusaha bagaimana para penumpang mau naik  angkotnya.

  Hanya  perlu  diluruskan  lagi  metode  yang  benar  cara  menarik
  penumpang,  bukan  dengan  memasang  loudspeaker  yang  keras-keras
  didalam  mobil  menganggu  kenyamanan,  tapi  cara  lainnya  seperti
  menjaga  kebersihan mobil, berhenti ditempat yang benar, menjalankan
  kendaraan  tidak  ugal-ugalan,  memasang  musik  yang  lembut,  dll.
  Bukankah cara-cara tersebut juga merupakan daya tarik bagi penumpang
  ?

  Jadi  tinggal  bagaimana  pemda  memberikan  arahan  terhadap naluri
  pemasaran yang mereka miliki ini kearah yang betul.
  
  Arnoldison

Wednesday, July 23, 2008, 6:27:25 PM, you wrote:


MD> Assalamualaikum

MD> hehe ... masalah yang satu ini sudah dari dulu sangat mah da Nof. sajak 
ambo mangenal buskota dan angkot wakatu SD dulu alah mode iko. ambo samo 
kawan-kawan namuah manunggu buskota sampai malam
MD> untuak mendapatkan buskota jo musik yang katuju dek kito.

MD> pasar utama angkutan umum ini adalah pelajar dan mahasiswa, mereka takut 
kalau tidak ada musik penumpang jadi sepi. umumnya yang merasa sangat terganggu 
adalah ibu-ibu yang pulang dari pasar naik
MD> angkot/buskota. kasihan juga, apalagi bagi yang sudah berusia lanjut.

MD> masalah lainnya, kalau lagi terima telepon bisa ndak kedengaran. tapi ada 
juga yang mau mengecilkan volume kalau kita minta ke sopirnya saat menerima 
telepon.

MD> Wassala
MD> ;dh/
MD> ---
MD> Goresan Kecil Tentang Waktu Pagi
MD> http://dhuhary.blogdetik.com/




      

MD> 


-- 
Best regards,
Arnoldison                            mailto:[EMAIL PROTECTED]






      
___________________________________________________________________________
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke