Da Andi, tidak terlalu pelik sebetulnya. Ya..saya telah melihat calon pemimpin masa depan yang berasal dari Minangkabau. Siapa dia ? tunggu dulu, bila tiba saatnya nanti akan saya katakan. Itu pilihan saya, dan bisa saja pilihan saya salah atau bisa juga berbeda dengan penglihatan sanak lainnya.
Poin utamanya adalah, bila kita ingin melihat pribadi tertentu, maupun latar belakang politik, budaya bahkan agamanya hendaknya kita tidak seperti melihat dari lubang di pintu. Melihat dengan sebelah mata dipicingkan. Yang terlihat barulah sebagian kecil dari sosok utuh pribadi tersebut. Bila dititik itu kita langsung memberikan penilaian, maka sudah dipastikan penilaian kita bias, tidak kongkrit dan ngawur. maka oleh itu, mundurlah selangkah, bukalah kedua mata dan nilailah sosok itu secara objektif dan lihatlah sosoknya secara utuh, jangan terkeping-keping. karena akan menyesatkan penilaian kita. salam Ben * belum sanggup menderita, makanya belum siap memimpin --- In [EMAIL PROTECTED], jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > "Anda tentu menginginkan pemimpin > seperti itu terlahir dari rahim ranah Bundo, sama seperti saya, tapi anda > sedikit telat, karena saya telah melihat calon pemimpin seperti itu. Anda mau > tahu ? mundurlah selangkah dan buka kedua mata, Insya Allah anda akan mampu > melihatnya." > > Ben.."Paragraf diatas terlalu susah saya mencerna baik secara tersurat maupun tersirat, bisa dijelaskan" > Seperti tulisan saya terdahulu yang diposting di Palanta ini "Mengalir Bersama Ombak"Mudah2an sesuai apa yang disampaikan IJP di postingannya dia siap "menderita" ketika memimpin kelak jika dibandingkan sekarang yang berada "diluar garis" sesuai dengan Philosopy Agussalim yang dia pahami. > > > > "Kalau kini ambo tertarik > dengan godaan politik untuak masuak sanayan, tentu atas banyak pertimbangan. > Satu, ambo percaya demokrasi bisa hidup di Indonesia . Kedua, ambo yakin > kehidupan politik bisa diperbaiki. Ketiga, harus ado perubahan paradigma dalam > menjalankan kehidupan politik. Politik bukan untuk mencari uang. Politik bukan > untuk mengejar jabatan. > > > > Haji Agus Salim > mengatakan bahwa MEMIMPIN ADALAH MENDERITA. Ini filosofi yang baik. Kalau tidak > mau menderita, jangan jadi pemimpin." > Jp > > > > > > > > > > > http://jupardi.multiply.com > > > > --- On Thu, 7/24/08, Benni Inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Benni Inayatullah <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [EMAIL PROTECTED] Leiden is Lijden > To: [email protected] > Date: Thursday, July 24, 2008, 4:59 AM > > Leiden is lijden, "memimpin adalah menderita", sebuah pepatah kuno belanda yang disampaikan oleh Mr. Kasman Singodimedjo untuk menggambarkan kesulitan ekonomi yang dialami oleh pimpinan perjuangan saat itu. Mohammad Roem dalam Karangan berjudul "Haji Agus Salim, Memimpin adalah Menderita" (Prisma No 8, Agustus 1977) mengisahkan keteladanan Agus Salim sebagai pemimpin yang mau menderita. selanjutnya > > > > > > > > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
