Sungguh menarik perjalanan pak zul ke ranah minang ini. Dari catatan perjalanan 
ini dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut :
- kita memang harus menyediakan dana yang cukup besar untuk menempuh perjalanan 
itu yang berjarak 1800 km dari kota Jakarta, untuk keperluan : 
akomodasi, trasportasi, makan dan jajan yang dapat " malapeh salero, dll.
- Fasilitas yang kita harap dapat menampung kunjungan wisatawan domestik, yang 
semestinya tersedia belumlah memadai disaat datangnya musim liburan tiba.
- Seringkali kali kita menemui kekecewaan yang terkait dengan " pelayanan prima 
" yang semestinya dilakukan untuk menerima tamu-tamu entah siapapun ia. 
Petugasnya perlu diberi pelatihan kesantuanan agar tidak lebih ongeh pulo dari 
pada tamunya. 
- Negeri elok yang kita cintai ini, memang tak disangka diketemukan sisi 
gelapnya yaitu : adanya perjudian, prostitusi dan berkeliarannya anak jalanan, 
serta kenakalan anak remaja. Siapakah yang bertanggung jawab tentang ini. 
? entah aparat mengetahui atau tidak, wallahualam. 
- Yang menyedihkan, adanya "padusi minang yang anggun" - melakukan 
pekerjaan yang tidak pernah dibayangkan oleh bundokanduangnya. 
 
Masih bersyukurlah pak Zul, jika sekiranya tidak menemukan orang yang agak 
bakareh arang . " Alah dikampuang awak surang - awak kanai hariek juo lai.." 
Ondeh mande...
 
Masalah kekurangan BBM, mungkin agaknya ini kebetulan saja disaat sedang adanya 
kenaikan BBM di Indonesia. Walaupun memang kelangkaan itu, bisa diduga adanya  
kolusi antara SPBU dengan pengecer. Sehingga di setiap SPBU sering mengalami 
kekosongan sementara tidak berapa jauh dari lokasi SPBU terdapat demikian 
banyak pengecer BBM itu.
 
selamat bertugas kembali....
 
 
wassalam

  3vy niz
http://hyvny.blogspot.com
http://bundokanduang.wordpress.com


 

--- On Thu, 7/24/08, Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Catatan perjalanan liburan ke pulau sikuai
To: [email protected]
Date: Thursday, July 24, 2008, 8:23 AM








Setelah sholat  Jumat, kami sekeluarga berangkat,  target liburan kali ini “ 
pulau sikuai”. 
--------------guntiang ----------------------------------- 
Lanjuuu..t terus menuju jempatan Ampera. Setelah menghubungi pak Zainal 
wartawan Sriwijaya post  kawan  yang kukenal lewat cimbuak.net kami sepakat 
bertemu di bawah jembatan Ampera. Setelah bersilaturahmi dengan  pak Zainal. 
Sekitar jam sebelas  pagi kami meninggalkan Palembang . 
------------------------guntiang --------------------------------- 
Jam empat pagi masuk kota Padang . Lampu mati, sebagian daerah gelap tak 
berlampu mungkin Padang juga kebagian gilirian mati lampu. Berkeliling mencari 
hotel mulai dari yang berbintang sampai ke wisma wisma setelah satu jam 
setengah tak ketemu kamar kosong. Hampir disemua hotel dipenuhi oleh kendaraan 
BM (riau) dari hasil pembicaraan dengan para petugas beberapa hotel saya 
diberitahu bila waktu liburan tiba sangat sulit mencari kamar hotel di padang 
.  

--------------------------cut -------------------.   
 Keindahan pulai sikuai sudah kelihatan pada saat boat merapat di dermaga. Anak 
langsung nyeletuk. “Yah, ini lebih cantik dari Dream Landnya Bali”.  Air laut 
yang tembus pandang menghadirkan  keindahan dasar laut  pasir putih yang halus 
serta karang karang membuat kita tak mau beranjak dari tempat kita berdiri. 
-----------------------------guntiang------------------------- 


Masalah kedua pada saat saya mau buang puntung rokok ditangan, saya tidak 
melihat tong sampah disediakan dipinggir jalan.
 Masuk ke kamar lumayan lah tapi  tidak ada air panas. Tidak ada cerek untuk 
masak air dan bungkusan kopi atau teh  tersedia  seperti fasilitas hotel dengan 
harga lebih kurang  100 US. Yang ada hanya dua aqua gelas dikamar mandi itu pun 
hanya pada hari pertama, hari berikutnya tidak ada lagi.---------------
--------------------------------------guntiang ----------------------- 
Sebelum makanan datang ada petugas resto mendatangi kami meminta bukti bahwa 
kami sudah mendeposit uang di Padang . Saya lalu memandang anak gadis saya 
karena kami semua sepakat dia jadi koordinator segala sesuatunya. Rupanya slip 
tersebut ketinggalan di kamarnya. Saya bilang sama waiter tsb besok saja kami 
serahkan. Waiter ngotot dia bilang tidak bisa, ya sudah terpaksa si sulung 
kembali kekamarnya mengambil slip tsb. Sambil makan  saya katakan sama anak 
anak saya, di negeri ini orang sudah kehillangan kepercayaan, trust itu sudah 
tidak ada lagi si Mbak itu pun tak percaya sama kita padahal waktu check in 
kita sudah memberikan kartu yang diberikan oleh petugas di padang dan kita 
sudah diberikan dua kamar dan plus extra bed dan untuk sampai kamaripun kita 
dibawa oleh boat mereka.
 ------------------------------------guntiang 
------------------------------------ 
Sarapan pagi, yang tersedia hanya nasi goreng minuman kopi, teh dan jus jeruk. 
Yang jadi masalah adalah kopi dan teh disediakan dikotak plastik sama seperti 
tempat jus jeruk. 
--------------------------------------guntiang -----------------------------
 Pada suatu sore hari kedua saya sedang duduk duduk di ayunan yang dibuat 
diantara dua pohon kelapa dengan anak saya. Terdengar suara pembicaraan tak 
berapa jauh dari saya (sebuah proses transaksi protitusi sedang terjadi)  
”capek lah kamari, si A lah disiko pailah kamuaro tamuilah si “B”  naik boat 
kami tunggu dih urang taiwan tu lah disiko …dst dst ” 
 
Bersyukur saya anak saya tidak bisa berbahasa minang sambil berdiri saya ajak 
anak saya berkeliling pulau agar menjauh dari percakapan yang tidak baik 
didengar oleh anak anak..
 
Hanya tiga hari dua malam kami di pulau indah ini. Saya harus kembali ke pos di 
Angola dan anak anak pun harus kembali kesekolah…
 
Jam dua siang kami mulai menyisiri seetiap travel agent karena anak saya nomor 
dua (Adam) ada kuliah praktek dan harus pulang hari itu juga. Semua travel 
sudah di kunjungi semua penerbangan ke JKT penuh, akhir nya ada satu tiket 
tersedia dengan Lion itupun bisnis class. Tak ada pilihan lain dua juta  
seratus lima puluh ribu rupiah melayang untuk sang tiket. Wooouw hebat sumbar 
sekarang semua penerbangan ke JKT  full.


-------------------guntiang ------------------------------
Jam enam sore dapat telpon dari anak saya mengatakan pesawatnya delay dua jam. 
Saya bilang mungkin ada yang rusak dari pada rusak diatas mendingan diperbaiki 
dulu dibawah. Istri saya langsung ngomel ngomel..
 
Nosnstop setelah bekeliling sebentar di Pekan baru lanjut terus ke selatan. 
Tangki besin isi enuh di pekan baru dan kembali di top up menjelang masuk 
pelalawan. Dan setelah itu hanya pompa bensi yang tutup atau penuh antrian 
kendaraan yang kelihatan. Terpaksa pula tangki diisi dengan bensin pinggir 
jalan kali ini lebih mahal dua puluh ribu rupiah satu liter.
 
---------------guntiang ----------------------------------- 
 
Terima kasih Henri, dan Pak Zainal …
 
Luanda

Zulkarnain Kahar, 49th
Welcome to the paradise island of sikuai  for business and pleasure if 
Mauritius is to far from your place 




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke