Konsul AS Sean B. Stein, Bali, Yogja dan Sumbar Disukai Sabtu, 26 Juli 2008 Padang, Singgalang Sumatra Barat menurut Konsul Amerika Konsulat Medan, Sean B. Stein, sangat pantas menjadi gerbang masuk pariwisata untuk Pulau Sumatra. Selain faktor keamanan, kondisi politik di Minang lebih kondusif dibanding dengan provinsi lainnya. Apalagi pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mencabut travel warning atau larangan perjalanan ke Indonesia. Hal ini harus dimanfaatkan oleh Sumatra Barat dengan sebaik mungkin.
"Sebelum krisis moneter, Amerika mengeluarkan travel warning untuk seluruh warganya, yang melakukan kunjungan ke Indonesia. Namun sejak dua bulan lalu sudah dicabut, sehingga Sumbar kembali bisa menerima pendapatan dari hasil liburan warga Amerika," kata Sean, saat berbincang-bincang dengan Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Basril Djabar atau Da Bas, Wakil Pemimpin Umum, H. Darlis Syofyan, Pemimpin Redaksi, Khairul Jasmi dan Redaktur Pelaksana, Syamsoedarman, di Harian Singgalang, Jumat (25/7). Sean juga mengatakan, hasil survei dari tim yang diutusnya, telah merekomendasikan Pelabuhan Telukbayur sebagai pelabuhan yang aman. Dengan makin baiknya suasana keamanan di Sumbar, maka bukan tidak mungkin, kunjungan turis asal Amerika menjadi lebih banyak lagi, begitu juga dengan prospek bisnis di masa datang. Sumbar aman Sumatra Barat memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa. Laut dan gunung menjadi dua wisata alam yang memikat. Juga memiliki spesies burung langka, monyet langka, dan spesies langka lainnya dan tidak dimiliki negara lain. Ditambah pula dengan budayanya yang unik dan makanan yang enak. "Hutannya juga masih bagus," pujinya. Keuntungan Sumbar lainnya dari sisi transportasi. Jalan di daerah ini dinilainya relatif masih baik dan lancar. Juga mudah menjangkau semua arah. Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga dinilainya sangat bagus. Untuk menggerakkan orang Amerika datang ke Indonesia khususnya Sumatra Barat berbagai hal telah dilakukannya. Mulai dari merubah mind side (pola pikir) masyarakat Amerika tentang negara ini sampai dengan membuat berbagai program dengan sejumlah asosiasi yang suka bepergian. Salah satunya, mengajak asosiasi pencinta burung dan kapal pesiar. Mengubah paradigma berpikir masyarakat Amerika tentang Indonesia, dilakukan dengan memberikan pemahaman betapa indahnya negara ini. Soal bom dan bencana alam memang diakui Sean menakutkan bagi masyarakat negara adidaya itu. Makanya, Pemerintah Amerika sempat mengeluarkan travel warning ke Indonesia. Tapi soal bencana, pada dasarnya ada di seluruh dunia. California dan San Fransisco yang jadi daerah tujuan wisata di Amerika juga daerah yang rawan gempa. Namun, daerah itu siap dengan berbagai kemungkinan. Polisi, militer, dan pemerintah serta rakyatnya siap menghadapi bencana itu. Intinya, kata pria yang pernah 3 tahun di Timur Leste ini, kewaspadaan. Dia juga memujikan kesigapan pemerintah provinsi, kab/kota di Sumbar dalam menangani masalah bencana gempa yang terjadi 2007 lalu. "Pemerintah dari walikota sampai gubernur sangat kuat," pujinya lagi. Hanya saja, dengan bahasa yang cukup diplomatis, pria yang mengaku berasal dari sebuah desa di Amerika Serikat itu tetap mengingatkan terhadap pentingnya kewaspadaan. Karena, di Sumbar banyak masyarakat yang hidup di dekat pantai. Populasinya pun cukup tinggi bila dibandingkan Aceh. "Jangan sampai terjadi pula orang hilang sampai 132 ribu orang hilang seperti di Aceh," sarannya. Bincang santai Pada bincang-bincang penuh suasana keakraban itu, Da Bas juga menanyakan tentang prediksi presiden Amerika terpilih, antara Obama dan Mc Cain. "Saya netral," katanya sambil terkekeh. Pembicaraan pun bergeser pada sistem pemilihan di Amerika. Menurut Sean, warga Amerika sangat suka dengan pemilihan langsung, seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia. Namun sayangnya, untuk sampai ke level ini, harus ada perubahan undang-undang, yang tentunya akan memakan waktu yang lama. Da Bas juga menanyakan pada Sean yang fasih berbahasa Indonesia, tentang masalah minyak dunia yang kemungkinan bisa menembus angka US $200/barel. Menurut Sean, lambat laun minyak dunia akan sampai pada tingkat tersebut. Semua hanya terkait masalah waktu saja, sekitar 4 sampai 6 tahun di masa yang akan datang. Terkait dengan persepsi warga Amerika tentang Indonesia, menurut Sean, hampir saja dengan persepsi Indonesia tentang Amerika. Koran-koran Amerika hanya hobi menulis yang jelek-jelek saja, dan tidak suka berita yang baik-baik. Jika ada pengeboman, pesawat jatuh dan lainnya, maka beritanya akan tampil di koran Amerika. "Di Indonesia begitu juga kan?, tanyanya. Tapi jika pemberitaannya berkaitan dengan pembangunan, atau hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan lainnya, maka tidak akan muncul di koran. Sehingga mau tidak mau, penilaian warga agak miring. Sean menambahkan, akan bantuan dari Amerika untuk Indonesia dalam bentuk hibah, lebih banyak ditujukan untuk kepentingan pendidikan. Selain itu juga menjadi prioritas kepentingan pertanian dan juga kesehatan. Untuk yang terbaru, saat ini Amerika telah mengucurkan dana untuk perbaikan lingkungan hidup dan juga program ganyang "PKI". "PKI" di sini bukan berarti Partai Komunis Indonesia, tetapi ganyang Pelaku Korupsi Indonesia (PKI). o104/306 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
