Nah, ini suatu langkah maju lagi yang perlu segera ditindaklanjuti, yang intinya ada dua, yaitu: 1. Supaya PT KAI Sumbar membalik rute yang sekarang, dari Padang ke Pariaman, menjadi dari Pariaman ke Padang, dan dari Kayutanam ke Padang. 2. Anggota DPR RI asal Sumbar memperjuangkan adanya DANA PSO untuk membantu beroperasinya kereta api penumpang tersebut dengan tidak merugi. Ayo, Pak Nof, kaja taruih, jan dilapehkan. Untuk Sanak Chairul Djamal, tarimo kasih banyak info ko.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED] --- On Tue, 7/29/08, Chairul Djamal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Chairul Djamal <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: PT Kereta Api Indoesia cabang Sumbar mengaku masih merugi To: [email protected] Date: Tuesday, July 29, 2008, 3:04 PM Para Dunsanak di Palanta dan MPKAS'er Ass wr wb Kalau kita berbicara KAI rugi, bukan hanya di Sumbar, tetapi KA JABODETABEK dan KA Ekonomi di Pulau Jawa pun masih merugi, hal ini terbukti Pemerintah masih mengucurkan DANA PSO ( Public Service Obligation/kewajiban Pelayanan Umum ) kepada PT KAI. Jadi sudah sepantasnya pulalah KA di SUMBAR disamping mengharapkan pemasukan dari penjualan karcis, juga dibiayai dengan PSO, dan untuk pemberian PSO itu sepanjang targetnya untuak Kewajiban Pelayanan Umum, pasti akan dapat dana PSO itu, apalagi di DPR RI Komisi V ada juga yang dari SUMBAR, kan bisa memperjuangkan KA di SUMBAR termasuk dalam PSO yang diberikan Pemerintah kepada PT KAI. Mungkin hal ini juga bisa dimotori oleh MPKAS dengan mengajukan ke DITJEN KA DEPHUB untuk memasukkan KA Sumbar dalam PSO APBN 2008 atau APBN P 2008, paling tidak untuk tahun 2009 Dalam penyusunan Pola Operasi KA di Sumbar agar memperoleh PSO, harus trayek nya sesuai kebutuhan Masyarakat Umum, seperti Pagi hari masyarakat dari luar Kota Padang menuju masuk kota Padang, dan siang/sore dari Padang menuju ke luar kota Padang. Kalau sekarang KA Sibinuang justru terbalik, pagi berangkat dari Padang menuju luar Kota dan sore dari luar kota menuju ke Padang, jelas kurang mendapat sambutan masyarakat karena berlawanan dengan kebutuhannya. Mudah-mudahan PT KAI Divre Sumbar bisa membaca dan mengevaluasi kebutuhan masyarakat seberapa banyak yang dari luar kota Padang, seperti mulai dari Kayutanam, Sicincin Lubuk Alung, Pariaman, kuraitaji, Pauhkamba, Pasa Usang, duku, Lubuak Buayo, Tabing yang akan menuju Kota Padang untuk bekerja/sekolah, mengingat sebagian masyarakat yang bekerja/sekolah di Kota Padang banyak juga tinggal diluar kota padang. Naik kereta Api merupakan suatu pemecahan masalah Kemacetan lalulintas darat yang saat ini sudah mulai terasa di Kota Padang mulai dari Air tawar, ulak karang sampai di kota, apalagi kalau diperkirakan 5 - 10 tahun kedepan jumlah kendaraan semakin bertambah, jalan raya tidak bertambah, kemacetan bisa seperti di Jakarta Wass wr wb cd rajosampono (59+ numpang di France) 2008/7/29 Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]> FYI: MPKAS KAI Masih Merugi pdf | cetak | --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
