Menurut buku "Dosa-dosa politik orde lama dan orde baru yang tidak boleh berulang lagi di era reformasi" karangan Firdaus A.N., Ibu Rasuna Said ini termasuk contoh kurang baik dari wanita yang masuk parlemen.
Salam, Ichwan (40) On 7/31/08, Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hjj. Rasuna Said > > Hajjah Rasuna Said (1910-1965), lahir tanggal 14 September 1910 di > Maninjau, Sumatera Barat. Pendidikan yang dilaluinya adalah sekolah > desa di Maninjau, Diniyah School di Padang Panjang, sekolah Thawalib, > dan Islamic College. Pergerakannya dimulai dari emansipasi sampai ke > agama, pendidikan, pers, dan politik. Seperti juga R.A. Kartini di > Jawa, ia memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. > Ia memasuki organisasi Sarekat rakyat dan diangkat sebagai Sekretaris > Cabang. Pada un 1930 menjadi anggota Permi (Persatuan Muslimin > Indonesia) yang berhaluan Islam dan nasionalisme, dan duduk sebagai > anggota Pengurus Besar. > > Beliau terkenal sebagai perempuan yang mahir berpidato. Kepintarannya > ini dipergunakan untuk mengecam Pemerintah Belanda yang dengan > sendirinya tidak menyenangkan pihak yang dikecam. Ia tidak > mengindahkan teguran yang dialamatkan padanya, juga tidak pada > saat-saat ia sedang menyampaikan pidato. Akhirnya beliau ditangkap dan > pada tahun 1932 dijebloskan ke dalam penjara di Semarang. Selesai > menjalani pembuangan, ia kembali ke Sumatera Barat. Selanjutnya aktif > dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Thawalib, Sekolah > Kursus Puteri di Padang, lalu pindah ke Medan dan mendirikan Perguruan > Puteri. Disamping itu aktif pula dalam bidang pers dengan mendirikan > Majalah Manara Puteri. > > Zaman pendudukan Jepang ia mendirikan "Pemuda Nippon Raya" di Padang, > menggembleng para pemuda agar berjuang untuk memperoleh kemerdekaan > tanah air dan bangsa. Organisasi ini dibubarkan Jepang. > > Zaman kemerdekaan beliau tetap aktif, ia pernah duduk dalam Komite > Nasional Pusat, DPR-RIS, DPR Sementara dan anggota Dewan Pertimbangan > Agung. Beliau meninggal pada tanggal 2 November 1965 dan dimakamkan di > Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. > > (18 Mar 2004) > (Tulisan diambil dari buku : Baluwarti. Relief Perjuangan > Bangsa Indonesia. Jakarta; Jayakarta Agung) > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
