Pak Saaf, Joko Edi ko kan politisi pulo, Pak. Masih ingat dulu inyo datang
ka kantue Jawa Pos, seputar pemberitaan bahwa inyo menyediakan pitih Rp. 400
Juta untuak maju jadi Ketua Umum PAN? Sebagian data politisi ko memang ambo
ketahui, indak dari partai ketek, manangah, gadang. Iko persoalan
mentalitas. Persoalan hati-nurani. 

 

Ambo bersyukur ado Pak Saaf nan maingek an soal iko. Insya Allah, pak. Nan
paralu, jan sampai kito kehilangan harapan, maambuih lilin dalam kegelapan. 

 

Indra

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: 02 Agustus 2008 15:09
To: Rantau Net
Cc: Indra J Piliang
Subject: [EMAIL PROTECTED] ALAH BACILOMOK KASADONYO, KA DIPANGAAN LAI KO HA?

 


Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Ruponyo alah sadonyo -- kacuali limo urang -- anggota DPR tu alah bacilomok.
Ka dipangaan lai ko ha ? Kito tunggulah bantahan dari mereka nan maraso
indak manarimo sogokan.

Pasan ketek untuk Sanak IJP kok tapiliah nanti, hati-hati, jan sampai
manaruihkan karajo nan mamalukan ko. Kama muko ka disuruakkan beko ?

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(L, 71 th, Jakarta)

Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]

 

Detik.com. Sabtu, 02/08/2008 13:33 WIB
Mantan Wakil Rakyat: Cuma 5 Anggota DPR yang Bersih
Vina Martina Sianipar - detikNews

 <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-zyrex012008.ad> 

 Jakarta - Korupsi bers ama di DPR tumbuh subur. Hampir seluruh politisi
senayan ini terlibat korupsi bersama, kecuali 5 orang. Demikian pengakuan
seorang mantan anggota DPR.

"Saya menjamin hanya tinggal 5 orang, dia anggota DPR, lainnya terima
semua," ujar mantan anggo ta Komisi III DPR dari FPAN Joko Edi Abdurrahman
dalam diskusi bertema 'Korupsi Bersama Ala DPR,' di Warung Daun Jl
Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2008).

Jo ko menjelaskan korupsi berjamaah berkembang dengan subur di DPR karena
tidak ada kecaman maupun sanksi yang tegas dari DPR. Mitra DPR seperti
departemen-departemen maupun pemerintah daerah yang sering diperas oleh
oknum politisi senayan ini, cenderung membantu terjadinya korupsi bersama.

"Tidak ada kutukan yang cukup signifikan dari pihak-pihak yang dirugikan.
Pertama le mbaga politiknya tidak pernah menyatakan itu salah, tidak pernah
mengecam, baik yang dilakukan Al Amin sampai pada yang terakhir," ungkap 

Joko mengungkapkan partai politik pun cenderung membiarkan. Begitu pula
dengan institusi keagamaan yang har usnya mengontrol moral para politisinya.

"Lebih lucu lagi dari institusi keagamannya pun tidak baik dari NU maupun
Muhammadiyah," ungkap Joko yang kini menyeberang ke PPP ini.(rdf/gah)






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke