Assalamu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,

Bolehkah di beritahu nama buku tersebut? Sejarah periode tersebut dimana usaha 
bersama diantara pejuang kemerdekaan di Malsysia dan Indonesia telah ditulis 
dalam teks buku sejarah yang di ajarkan di Malaysia. Memang tidka dapat di 
nafikan peranan puak kiri dari  Minangkabau atau Sumatra atau dari Indonesia 
telah membantu pertumbuhan sejarah kiri Malaysia. Mungkin Saudara telah 
mengetahui sejarah dan penulisan sejarah gerakan kiri Malaysia telah banyak di 
rombak apabila Syamsiah Fakih-wanita Minang di Pertang Jelebu dan lepasan 
Madrasah Dinniyah, Sumatra, 'kembali pulang' ke Malaysia selepas begitu lama 
tinggal di Hainan, Cina. Saudari Fatini Yakob, saorang wartawan telah 
menceritakan pengembaraan Syamsiah Fakih ini.


--- On Mon, 8/4/08,
 Rasyid, Taufiq (taufiqr)
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Rasyid, Taufiq (taufiqr) <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: KOMPAS => Debat Tan Malaka, Darurat Perang 
Jenderal Sudirman
To: [email protected]
Date: Monday, August 4, 2008, 3:32 AM



 
Selain data dibawah ado juo buku yang khusus 
menginformasikan mengenai hubungan Tan Malaka jo kelompok Kiri di Minangkabau 
jo 
Tanah Semenanjung, nan kebetulan kapatang ambo bali di 
Gramedia.
 
Disitu tampak kelompok pejuang kemerdekaan 
Malaysia PKM sebelum adonyo UMNO yang banyak disponsori oleh yang berasal 
dari Minangkabau.
 
Selain itu dibaritokan juo sabalunnyo ado rencana 
pemuda Malaya jo Sukarno yang ingin memproklamirkan kemerdekaan Indonesia 
termasuk Tanah Semenanjung Malaya tanggal 24 Agustrus 
1945 .
Tapi mungkin dek karano Sukarno lah dibao pemuda ka 
Rengas Dengklok , proklamasi diumumkan tanggal 17 Agustus 1945. 

 
Beberapa tokoh pemuda itu akhirnyo ado yang masuak TNI 
dan ado yang dilindungi Sukarno di Jakarta maso "Ganyang Malaysia" 




From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nofend 
Marola
Sent: Monday, August 04, 2008 9:46 AM
To: 
[email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] KOMPAS => Debat 
Tan Malaka, Darurat Perang Jenderal Sudirman




Membaca artikel Sabam Siagian, “Tentang Tan 
Malaka” (Kompas, 12/7) yang menanggapi tulisan saya, “Tan Malaka dan 
Kebangkitan 
Nasional” (Kompas, 7/07), ada hal-hal yang ingin dikesankan mantan Dubes RI 
untuk Australia itu.









      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke