SYAKBAN YANG TERLUPAKAN
Oleh : Prof.dr.H.K.Suheimi,SpOG (K)
Bulan Syakban sering terlupakan, saya sering lupa berpuasa di bulan ini, saya
lupa berbuat banyak kebaikan. saya lupa karena asyik dalam persoalan kehidupan,
sehingga sering bulan Syakban datang dan pergi tanpa terasa dan tanpa disadari.
Saya biasanya disibukkan oleh bulan Rajab, karena pada bulan ini ada peristiwa
Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. dan dibulan Rajab ini saya sering
dapat undangan untuk memberi ceramah tentang Isra’ Mi’raj di langgar-langgar
dan di mesjid.
Dan kemudian saya disibukkan lagi oleh bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan.
Akibatnya seperti bulan Syakban yang terjepit antara dua bulan besar dan bulan
penting itu. Sehingga bulan Syakban seakan-akan terlupakan. Padahal kata guru
saya justru bulan Syakban ini memang banyak dilupakan orang, karena letaknya
antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang diangkatkan Tuhan
amal-amal. Saya ingin diangkatkan amal-amal saya ketika sedang berpuasa.
Ternyata tidak salah, memang banyak orang yang lupa dengan bulan Syakban. Untuk
itulah ketika akan memasuki bulan Syakban ini saya coba membuat tulisan yang
membahas perihal bulan Syakban ini, lebih-lebih tentang yang selama ini kita
kenal dengan Nisfu Syakban.
Nisfy Syakban hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban). Nisfu
artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan ke delapan dalam
perhitungan tahun hijrah. Kata Syakban berasal dari data syi’ab atau jalan di
atas gunung. Dikatakan Syakban karena di jalan itu ditemui berbagai jalan untuk
menuju kebaikan-kebaikan.
Malam Nisfu Syakban dimuliakan oleh sebagian kaum Muslimin karena pada malam
itu ada dua Malaikat Raqib dan Atib yang mencatat amal perbuatan manusia
sehari-hari menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada
malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Tentu kita ingin
lembaran akhir sebagai penutup buku, kita isi dengan amal-amal shaleh dan
sewaktu-waktu buku dan lembaran baru dibuka, kita lakukan pula amalan baru yang
lebih shaleh, lebih bermanfaat, lebih berguna dan lebih tulus dan ikhlas.
Disamping itu menurut beberapa riwayat dan catatan yang saya peroleh, pada
malam nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah untuk Hamba-Nya yang
berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan itu antara lain berupa Syafaat
(pertolongan), Maghfirah (keampunan), dan pembebasan manusia dari siksaan azab.
Dengan demikian malam nisfu syakban dinamakan juga malam syafaat malam
maghfirah dan malam pembebasan.
Malam Syafaat, Imam Al-Gazali berkata pada malam ketiga belas Syakban Allah SWT
memberikan kepada hamba-hambaNya sepertiga syafaat, pada malam 14 diberikan-Nya
pula 2/3 syafaat dan pada malam ke 15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya
yang tidak memperoleh syafaat ialah orang-orang yang sengaja lari pari padaNya.
Malam Maghfirah karena pada malam itu Allah menurunkan keampunan-Nya kepada
segenap penduduk bumi. Sabda Rasul : “Tatkala datang Nisfu Syakban Allah
memberikan ampunan-Nya bagi penghuni Bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan
berpaling dari pada-Nya.”
Malam pembebasan ; karena pada malam itu Allah membebaskan manusia dari siksaan
api neraka. Sabda Nabi pada Aisyiah :”Wahai Humaira’ apa yang engkau perbuat
malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, dimana Allah Yang Maha Mulia
dan Maha Agung memberikan kebebasan dari neraka Laksana banyaknya bulu kambing
Bani Kalb, kecuali enam yaitu : orang yang tak berhenti minum khamar, orang
yang mencerca kedua orang tuanya, orang yang membangun tempat berzina, orang
yang suka menaikkan harga secara aniaya, petugas cukai yang tidak jujur, dan
tukang fitnah.”
Bulan Syafaat telah tiba, bulan pertolongan pun telah datang, bulan keampunan
dan bulan pembebasan, dan syafaat itu datang dari Allah. Dan Allah yang
menentukan siapa yang akan diberikanNya syafaat dan siapa yang tidak. Marilah
kita berlomba-lomba mencari dan mendapatkan pertolongan syafaat dari Allah.
Bulan ini bulan Syakban. Pintunya terbuka lebar.
Datanglah padaNya, ketuklah pintu-Nya, beramal dan berbuat baiklah agar syafaat
itu dicurahkanNya. Untuk itu semua saya teringat akan sebuah Firman Suci-Nya
dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 44 :
“Katakanlah, “ Hanya kepunyaan Allah syafaat itu, semuanya kepunyaan-Nya,
kerajaan langit dan Bumi. Kemudian kepada-Nyalah kami dikembalikan.”
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---