Sanak Sapalanta..sekedar selingan sajo
Tentang pengalaman saya bersama petani Gambir di Pangkalan - 50 Koto
Sentra Gambir di Sumatera Barat, sesuai dengan latar pendidikan saya
Forestry
Setelah saya amati lading-ladang gambir Petani di Pangkalan, Petani
Gambir kita belum menerapkan kaidah2 pengelolaan lahan dengan teknik
Konservasi di Lahan yang topografinya curam
Dengan kemiringan hampir 40 %, mereka membuka hutan lansung menanaman
gambir dilereng yang cukup curam tersebut, seharusnya pengelolaan lahan
seperti ini
Harus dibuat teras bangku (terasering/bertingkat-tingkat) sesuai kontur
atau titik-titik yang sama tinggi.
 
Lama kelamaan tanah ini rentan bahaya lonsor dan terbentuknya erosi
parit (Gully Erotion) karena curah hujan (energi potensialnya) lansung
menghujam lahan
Dan membentuk aliran "liar" disemua bidang sehingga lapisan tanah subur
(Top Soil) tergerus dan hanyut, seharusnya dibikinkan parit2 sesuai
kontur (bertingkat dari tinggi kerendah)
Sehingga aliran curah hujan bisa direduksi, mengalir pelan sampai
kebawah. Semoga pihak Pemda yang berkompeten dalam masalah Lahan dan
Hutan bisa memberikan penyuluhan
Buat petani Gambir di Pangkalan bagaimana mengelola Hutan dan Lahan
dengan Topografi yang curam (dipunggung-punggung bukit sampai lembah)
 
Selamat membaca, semoiga berkenan...pernahkah anda makan ulam daun muda
gambir dengan samba lado dalam sayak tampuruang
 
 
Salam-Jepe/43. Pku
-------------------------------------------------------------------
 
 
PENGALAMANKU BERSAMA GAMBIR
By : Jepe
 
Sekitar tahun 2001 saya bersama salah seorang kawan akrab saya dari SD
sampaiSMA,  Wan Inyiak begitu dia biasa disapa,   melakukan survey hutan
tanah ulayatnya di Pangkalan - 50 Kota, hutan ulayatnya ini dijarah oleh
oknum warga keturunan Pekanbaru dengan membabat dan menebang pohon untuk
dijadikan kebun kelapa sawit. Wan Inyiak meminta saya sebagai tenaga
teknis untuk membuktikan bahwa hutan ulayat persukuan dia tersebut telah
dijarah (diokupasi) oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Berbekal peta, GPS dan kompas saya bersama Wan Inyiak dan beberapa tokoh
masyarakat mengitari dan lansung memasuki hutan alam tersebut.
Perjalanan menelurusi hutan  cukup melelahkan karena hutan tersebut
topografinya  berat.dan curam dengan kemiringan hampir 40 %, naik bukit
dan  turun ke lembah untuk menuju lokasi yang dirambah tersebut
(Perbatasan Riau-Sumbar). Nah dilahan-lahan  yang miring inilah para
petani gambir membuka ladang dan pondoknya
Selepas melakukan survey mengelilingi hutan dari pagi sampai sore ,
malamnya kami menumpang menginap di pondok petani  sekaligus  berfungsi
tempat membuat gambir . Didalam pondok tersebut terdapat alat memeras
dan memasak daun gambir. Gambir adalah ekstrak air panas dari daun dan
ranting tanaman gambir yang disedimentasikan atau diendapkan    lalu
dicetak sedemikian rupa menjadi gambir yang sering kita jumpai ketika
orang-orang tua kita memakannya sebagai pendamping mengunyah daun sirih.

Nah ini menu kami yang unik, yaitu pucuk atau daun muda gambir kami
jadikan ulam (Minang : pagotok) yang diolesi  sambal ( Minang : Samba
Lado)  yang pedasnya setengah mati, ampun..oiii..pedasnya. Wan Inyiak
teman saya ini jago bikin sambel yang dicampur dengan ikan teri (bada)
yang telah di sangrai dikuali,  lalu  ditumbuk kasar dalam wadah yang
unik juga yaitu tempurung kelapa yang sudah tua (Minang:Sayak, Jawa :
Batok), biasanya petani gambir di pondok tersebut punya tempurung untuk
buat sambal ini. Waww..ampun "Beibeh", .udara malam pegunungan yang
dingin, sambal dalam tempurung yang hot wusss..wussss..wusss!!, ambil
pucuk daun muda gambir oleskan pada sambal yang tersaji dalam tempurung
kelapa,  suap dengan nasi panas tambahkan dadar telur, mmmm waduhhhh,
.ini ubun-ubun  dan kepala serasa disentrum listrik tegangan rendah
(jika tegangan tinggi bisa pingsan, .nggak jadi dong makan malam yang
tampil beda di Hutan). Hasil dari tegangan rendah listrik sambel yang
hot ini adalah ..secara spontan keringat mengucur deras dari dahi,
"lha..gimana keringat yang nggak spontan Jepe ", jika ini pertanyaannya
coba anda  onjak-onjak ditempat 20 sampai 30 kali nah keluarkan
keringatkan tapi nggak spontan perlu warming up dulu Bro"

Itulah pengalaman saya berada ditengah petani dan  tanaman gambir di
daerah Pangkalan. Gambir juga obat yang mujarab, teman kami yang sakit
perut saat menelurusi hutan tersebut daun mudanya dimakan mentah lumayan
meredakan sakit perut ringan.Sepanjang perjalanan mengitari hutan kami
biasanya mengunyah daun gambir ini, kunyahan pertama rasanya sepet tapi
semakin lama ketika dilumat maka terasa manis jika kita minum bersama
air. Gambir juga terbukti bermanfaat buat pengobatan, salah satu
bukti, adik saya menderita mag kronis dengan memakan gambir yang telah
jadi secara rutin, Insya Allah magnya yang kronis perlahan sembuh
menurut saya gambir ini berfungsi sebagai antibiotic yang ampuh saat
terjadi infeksi pada lambung.
 Saya juga  merasakan manfaatnya, jika kumat mag saya jalan terbaik
dalam keadaan darurat saya kunyah sepotong kecil gambir lalu minum air
panas, pahit sepat rasanya. Hasilnya lumayan meredakan sakit tak
tertahankan karena mag kronis ini. Seputar penyakit mag   ini tahun 2003
ketika saya bekerja  di Mentawai gara-gara mag saya kambuh, saya sempat
"pingsan dan terkapar" (muntah-muntah) karena tidak ada energi lagi dan
suhu badan saya naik terpaksa saya   di gotong ke boat  lalu dilarikan
ke Puskesmas terdekat, dalam kegelapan malam yang pekat ditengah laut
boat bermesin 40 PK melaju  menempuh jarak sekitar 45 menit perjalanan
dari Berimanua (Base Camp) menuju Tua Pejat (Ibu Kota Kab Mentawai di
Pulau Sipora).  Saya sudah lemas dan nanar tertidur dalam boat.
Pengalaman  seperti ini disuatu sisi memang tidak ada yang menginkannya
tapi disuatu sisi ketika kita melewati semua ini dan bisa sembuh setelah
beberapa hari dirawat dan kembali bugar baru kepala saya serasa dipukul
oleh godam berat puluhan kilogram

"Oiii Jepe..sadarlah Anda betapa pentingnya arti sehat ketika anda
sakit" Apaboleh buat saya selalu "bandel dan ..slenge'an"  ketika sehat
sering mengabaikan pukulan palu godam tersebut, semoga anda  lebih care
terhadap kesehatannya atau bahasa lainnya "Semoga kita semua menjaga
kesehatan" 
Atas  anjuran adik saya ini agar sembuh dari mag kronis cobalah gambir,
sejak saat itu saya  mulai mencobanya walau tidak rutin. Alhamdulillah
pengalaman terkapar di Mentawai tersebut tidak terulang lagi
sekurang-kurangnya sampai saat ini, sebelum saya mencoba gambir tersebut
mungkin faktor kelelahan fisik, makanan yang merangsang infeksi lambung
saya sering muntah-muntah dan sakit perut saat bertugas di Mentawai.

Demikian gambir dan diri saya, semoga bermanfaat cerita ini,  ada yang
tertarik memakan daun pucuk gambir dengan samba lado dalam tempurung
kapan-kapan kita bisa coba ke kampung teman saya tersebut  di Pangkalan,
sampai saat ini saya masih menjaga hubungan silahturahmi dengan salah
seorang Datuak persukuan/kaum dari kawan saya satu alumni ini. 
Makanan yang enak dan lezat dikota begitu banyak serta beragam, tinggal
kekuatan kantong anda yang ditanya tetapi sensasi makan di hawa
pegunungan yang dingin, pakai sarung dan sebo rep, dihibur gemericik air
yang mengalir dilembah serta aneka suara binatang malam dihutan  ini
yang terkadang susah kita dapatkan. Sensasinya  yang kita cari
sebenarnya, masalah jenis atau menu  makanannya biasa saja yaitu sambal,
telor dadar dan nasi. Ahhhh!!! dirumah setiap  hari sampai bosanpun
bisa kita dapatkan, tapi ketiga dialam bebas (Hutan) bagi kita yang
bekerja di kota belum tentu sekali  dalam satu bulan kita rasakan
sensasi rekreasi seperti ini, menyatu di alam bebas bersama kehidupan
petani dengan segala perlengkapan serta peralatan rumah tangga yang
sederhana dan tradisional bahkan terkesan sangat "kuno" jika
dibandingkan dengan kemajuan teknologi yang serba moderen di kota-kota
besar.
 Salam-Jepe (Di Edit lagi, 5/8/2008

Tentang Gambir

(Uncaria gambir (Hunter.) Roxb.)
Sinonim :
Ourouparia gambir Roxb. Nauclea gambir
Familia :
Rubiaceae
Uraian :
Tanaman perdu, tinggi 1-3 cm. Batang tegak, bulat, percabangan
simpodial, warna cokelat pucat. Daun tunggal, berhadapan, bentuk
lonjong, tepi bergerigi, pangkal bulat, ujung meruncing, panjang 8-13
cm, lebar 4-7 cm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk lonceng, di ketiak
daun, panjang lebih kurang 5 cm, mahkota 5 I ielai berbentuk lonjong,
warna ungu, buah berbentuk bulat telur, panjang lebih kurang 1,5 cm,
warna hitam. Bagian yang Digunakan Sari daun yang dikeringkan (gambir).
NamaLokal :
NAMA SIMPLISIA Terra Japonica, Gele Catechu; Gambi
 
KEGUNAAN
1. Disentri. 
2. Mencret. 
3. Luka bakar (obat luar). 
4. Luka (obat luar).
5.Sariawan mulut (obat kumur). 
6. Suara parau (obat kumur). 
 
RAMUAN DAN TAKARAN 
Mencret
Ramuan:
Gambir        sepotong
Induk Kunyit     sepotong
Herba Patikan Cina segar   segenggam
Air   110 ml 
Cara pembuatan:
Dibuat infus. 
 
Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml. 
 
Lama pengobatan:
Diulang selama 3 hari. Bila belum sembuh segera dibawa ke dokter
terdekat.
 
Suara Parau dan Sariawan Mulut 
Ramuan:
Gambir    sepotong
Daun Sirih segar   3 helai
Air   110 ml 
 
Cara pembuatan:
Dibuat infus atau seduhan.
 
Cara pemakaian:
Untuk berkumur 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali 100 ml.
 
Lama pengobatan:
Diulang selama 7 hari. 
 
Catatan
Ada beberapa bentuk Gambir antara lain: 
1. Gambir Bulat.
2. Gambir Papan. 
3. Gambir Paku.
Gambir merupakan bahan penting untuk makan sirih (nginang). Kebiasaan
makan sirih menyehatkan gusi, gigi, dan tenggorokan.
 

 
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke