Assalamu'alaykum wr.wb
Perhatian ummat Islam dalam masalah lingkungan seperti polusi,
pencemaran air, pembuangan sampah, dll, nampaknya masih sangat
kurang , hal-hal tersebut masih dianggap bukan dalam koridor
pelaksanaan ajaran agama.
Padahal dalam ajaran agama Islam memperhatikan lingkungan
dan menjaga alam (imaratul ardh) adalah perintah Allah
Al Qhashash (28) ayat 77 yang artinya: ''Dan carilah pada apa
yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah
kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.''
Kalau kita perhatikan ada halaman-halaman mesjid yang kotor,
kumuh karena sampah berserakan , kurangnya kebersihan disekitar
masjid menunjukkan bahwa belum ada korelasi antara nilai nilai
sholat dengan implementasinya terhadap lingkungan.
Karena sholat yang khusyu masih diartikan sekedar 'konsentrasi'
pada melakukan sholat seperti orang bersemedi, padahal
kekhusyuan sholat seseorang akan terlihat pada perbuatan orang
tersebut setelah sholat. Kalaulah setelah sholat masih
melakukan kemaksiatan, melakukan tindakan yang merugikan orang
lain, tidak memiliki kepedulian sosial berarti orang tersebut
sesungguhnya tidak khusyu dalam melakukan sholat.
Ibadah-ibadah sholat, puasa, dll seharusnya terimplementasi
dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang telah melakukan
puasa seyogyanya tidak menjadi pelit dan kikir.
Perhatian Islam terhadap lingkungan sangat besar salah satu
hadist nabi yang populer adalah menyuruh membuang duri dari
jalan dan mengkaitkannya dengan tingkat keimanan seseorang.
Menunjukkan betapa perhatian yang detail oleh Islam terhadap
kemaslahatan ummat manusia.
Dari Abu Hurairah radiyallaahu anhu, Rasulullaah Shalallaahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
"Iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang.
Cabang yang paling baik adalah Laa ilaaha ilallaah. Sedangkan
cabang yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan
malu adalah satu cabang dari keimanan." (Mutafaq ‘alaih)
Arnoldison
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
sk> Setiap kali saya ke laut, saya saksikan plastik2 , berserakan dan
sk> nelayan dan setiap penumpang diatas kapal dengan enteng dan tanpa
sk> bean dan dosa melempar semua sampah dalam kapalnya ke laut Sayapun
sk> tanpa sengaja acap kali membuang botol aqua sehabis minum ke
sk> dalam laut atau sungai sampai satu saat saya ikut Diving bersama
sk> penyelam dari Inggeris dan Singapura, didekat Pulau Silaut yg
sk> bagus sekali terumbu karangnya, memarahi saya sewaktu akan
sk> membuang sampah kelaut, Merah mukanya dan sangat marah dia
sk> menyaksikan sampah yg di buang kelaut
sk> Adakah kita peduli?
sk> salam dan do'a
sk> K Suheimi
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---