BIDURI BULAN
Oleh : K Suheimi
Biduri Bulan permata yang sangat saya kagumi sejak saya kecil, sejak saya
mengenal nama-nama batu permata. Biduri bulan permata yang bercahaya selembut
bulan. Saya senang cahaya bulan, dia menerangi, tapi dia tidak memanaskan,
cahayanya membangkitkan rasa rindu, dalam kerinduan dan keteduhan banyak
inspirasi yang bisa dilantunkan. Maka inspirasi sering tercurah sewaktu dibawah
naungan rembulan.
Maka setiap menatap dan memperhatikan permata Biduri Bulan ini selalu saya
puas, kerna dalam menatapnya ada ketenangan di hati, ketentram di perasaan dan
keteduhan serta kedamaian dalam jiwa.. Tak mudah kita mendapatkan hati yang
damai, Fikiran yang tntram dan perasaan yang tenang, seperti hari ini.
Saya pengemar batu cincin dan batu permata. Setiap pulang sekolah saya nongrong
duduk mencangkung di jenjang kampung cina B Tinggi. Disana berderet penjual
batu cincin dan mengasah batu serta mengikatnya. Saya amati penjual dan
pembeli. Bermacam-macam nama batu permata itu.
Ini batu cimpago, kata penjual cincin yang menawarkan batu yang kekuningan.
Ini batu akiak, katanya lagi memperlihatkan batu yang oranye, dan ini akiak
Sulaiman tegasnnya lagi sambil memperlihat batu akiank dengan dua mata yang
bagus.
Banyak akiak batu akiak, syair sebuah lagu
Batu akiak batu rang kini
Banyak sakik pakaro sakik
Indak sasakik makan hati.
Kalau yang hijau bercahaya ini namanya zamrud, katanya sambil memperlihatkan
batu zamrud yang diikat dengan aso-aso. Kalau yang lila dan lembayung ini
namanya anggur, seperti buah anggur cerah.
Kalau yang merah ini “delima” katanya lagi memperlihatkan permata yang merah
bercahaya, bila dimasukkan kedalam gelas, maka air yang di dalamnya akan merona
merah, kerna biasan cahayanya, sekarang saya dengar orang menyebut delima ini
dengan Rubby
Kalau yang hitam ini badar besi katanya lagi sambil menempelkan batu itu pada
magnit dan menempelah batu itu. Dan yang belang hitam putih batu jalak
sambil memperlihatkan cincin yang sedang di pakainya..
Yang banyak garis dan ada starnya ini namanya nilam, nilam cahaya , abu-abu
namun cahayanya teduh, banyak di pakai pria, kalau dia masak berubah jadi
biru di sebut orang sekarang dengan blue saphire..
Kalau yang retak hijau namanya pirus kata tukang cincin menjelaskan nama dan
khasiat batu itu. Sedang yang biru tua kurang bercahaya ini namanya lumut.
Banyak lagi nama-namanya namun saya tertarik pada Batu Biduri Bulan. Kuning
bercahaya lembut, dia memantulkan sinar yang di terimanya, menimbulkan
keteduhan. Lama saya mendambakan batu ini, namun sebagai anak sekolah saya
hanya bisa memandang.
Keinginan ini terbersit lagi sewaktu saya ke Balik Papan 25 Juli yang lalu.
Ternyata di Balik Papan ini banyak Biduri Bulan , mungkin batu ini berasal dari
Borneo ini. Saya pilih yang kecil . Saya cari bahan pengikatnya. Ada Emas,
perak. Lalu saya teringat ketika saya di Raudhah di Pusara Rasulullah Muhammad
S A W th 1988 saya ditegur oleh penjaga Pusara rasul “pria tidak boleh pakai
emas” katanya sewaktu saya masih memakai cincin kawin. Sejak saat itu saya buka
cincin emas itu dan sampai sekarang saya tak memakai cincin lagi.
Nah di balik papan saya cari ikatnya stainless still. Besi putih yang berkilau.
Dengan modal yang sangat rendah jari manis saya sudah di belit oleh cincin.
Iseng saya lihat cincin lain yang bagus, biru diikat emas putih dan di
kelililing oleh berlian, pakai sertifikat Blue saphire. Ternyata harganya 120
Juta. Memang cantik, tapi di jari saya nampak dia lebih besar dan berat,
memberatkan dan mahalnya bukan main. Hati saya menolak untuk memakainya.
Dan di sebelah saya, saya dengar seorang penduduk Kaltim sedang tawar menawar
blue sapphire yang lain dan dengan mudah dia menguras kantongnya dan
mengeluarkan uang 75 juta. Kaget juga saya melihat orang jual beli 75 juta
dengan uang tunai.
Bagi saya Biduri Bulan cahayanya saya suka dan harganya menenggang dengan Rp
50.000 saya sudah bisa pakai cincin dengan permata yang saya dambakan sejak
kecil.
Memang permata itu sebetulnya tak tergantung pada bentuk dan mahal harganya,
tapi tergantung pada siapa yang memakai dan menikmatinya. Saya senang dan saya
suka, dan dimata saya Biduri Bulan adalah permata yang bagus, Kalimantan Asli,
tergiang sebuah lagu Erni johan
Kini aku telah bertemu
Dengan dia yang telah lama kucari
Biduri yang hilang dulu
Jumpa lagi
Dari Balik papan dan selama di Kaltim saya pakai permata Biduri Bulan . Tapi
begitu kaki saya menginjak P Baru saya dapat telpon, ada pasien menunggu di
kamar operasi, dan mulailah lagi kerja rutin menolong persalinan dan
melakukukan operasi. Dan setiap kali operasi dan menolong persalinan cincin
harus di buka semua perhiasan di lepaskan. Jadi tiap sebentar cincin itu harus
tanggal dan di pasang lagi. Akhirnya cincin itu saya masukkan kotak saya simpan
dalam laci. Hanya kalau ada pesta dan kalau di tempat orang banyak pakai
cincin ketika itu pula Biduri Bulan saya pakai.
Tugas dan profesi saya mengharuskan saya tidak pakai apa-apa, kemanapun saya
akhirnya polos tak pakai cincin dan tak pakai jam tangan.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an
Mereka berada diatas dipan yang bertahtahkan emas dan permata, (QS. 56:15)
Balik Papan 27 Juli 2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---