Rang lapau nan sadang mangopi,
Bukiktinggi indak babeda jo kota-kota nan lain. Labiah-labiah tampeknyo sangaik 
strategis bagi "patukaran budaya". Mungkin awak harus bapikia duo kali untuak 
manaklukkan apo nan dinamoan "life......style"ko. Bak manutuik pipa nan bocor. 
Tutuik lubang nan ciek kalua di lubang nan lain. Tantu harus perlu ke-hati2an 
dalam manutuik lubang nan bocorko, salah-salah pipa meledak dek salah 
tutuik-manutuikko. LKAAM, MUI, ormas, jo lembaga-lembaga nan ado harus sajalan 
jo pemda. Mudah-mudahan indak tajadi nan indak-indak dalam mangaluakan aturan. 
Harus ado ketegasan dalam pelaksanaan, jaan steng-steng dalam mamutuihkan 
aturan. Semoga.
Wassalam,
Tan Lembang (L 52)
Bandung

----- Original Message ----
From: Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 14, 2008 8:26:14 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Moralitas, Agama dan Adat Terancam


Fenomena ini terjadi dimana-mana.
Tanggung jawab kita semua utk membentengi generasi muda dari pengaruh2 negatif 
tsb.
Salam
Nofiardi 41
  …………….
 
Moralitas, Agama dan Adat Terancam  
Kamis, 14 Agustus 2008  
 
Bukittinggi, Padek-- Moralitas umat, khususnya terhadap generasi muda di 
Bukittinggi, menurut ukuran nilai-nilai Agama Islam dan adat istiadat 
Minangkabau sudah sangat mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi ini, Majelis Ulama 
Indonesia (MUI) Bukittinggi, bersama perwakilan LKAAM, ormas Islam dan pemuda 
Bukittinggi membuat komitmen bersama untuk menyikapi berbagai masalah tersebut. 
 
Dari temuan MUI Bukittinggi di lapangan, gaya pergaulan muda-mudi di tempat 
umum acap kali menyimpang dari norma. Lokasi yang sering dimanfaatkan antara 
lain, Taman Panorama, Lobang Jepang, Benteng For de Cock, Kebun Binatang, 
Panorama Baru dan Tribun Bukit Ambacang serta di dalam kendaraan umum. Hal ini 
terungkap dalam temu Tokoh Masyarakat Kota Bukittinggi Selasa (12/8), di Aula 
MAN I Model Bukittinggi.
 
Menurut Ketua MUI Bukittinggi DR Zainuddin Tanjung, selain lokasi-lokasi 
tersebut, sejumlah temuan lainnya juga perlu disikapi bersama, yaitu soal 
maraknya kepemilikan handphone kamera bagi siswa, warnet ekslusif, rental VCD, 
play station, cafe remang-remang serta salon maksiat terselubung. 
 
Kemudian panti pijat, hotel, wisma, penginapan yang menyediakan perempuan. Tak 
kalah gawatnya lagi, mulai banyaknya penjaja seks komersil (PSK), narkoba, judi 
togel, rumah kost yang tidak terawasi, serta warung kopi di sepanjang rel 
kereta api Pasar Bawah yang disinyalir tempat transaksi narkoba dan wanita 
malam. ”Fenomena ini telah sangat meresahkan masyarakat. Pemko Bukittinggi 
harus segera menyikapi persoalan ini dengan serius,” tegas Zainuddin Tanjung.
 
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kakandepag Bukittinggi Djasmi AN, Ketua KNPI 
Bukittinggi Rinaldi S.Si, Ketua Komite Penegakan Syariat Islam (KPSI) 
Bukittinggi DR Sondang Irwan, Ketua LKAAM Bukittinggi MH Dt Pandak serta ormas 
Islam lainnya. (rul)  


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke