Ternyata kita hanya menjalankan semua seperti sudah diatur oleh yg Maha pengatur Kepada Nyalah segala sesuatu bergantung salam K Suheimi
----- Original Message ---- From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, August 15, 2008 1:33:17 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] GERAK HATI GERAK HATI Aku jadi ingat Peristiwa jelang lebaran Beberapa tahun yang lalu Suamiku berasal dari Sikabau Dharmasraya Bapaknya datuk/penghulu suku melayu Punya ibu tiri Punya bapak tiri Kalau kami pulang kampung naik bus Bus akan melewati daerah ini tengah malam Jadi aku lebih suka pulang dulu ke Bukittinggi Di hari lebaran baru mengunjungi mertua Entah mengapa Kami memutuskan untuk ke rumah mertuaku dulu Kami siapkan baju koko dan sarung untuk kedua bapak Biar dihari lebaran baju mereka serupa Turunlah kami tengah malam di Simpang Sikabau Perjalanan dilanjutkan dengan angdes Tak lama di rumah mertuaku Kami sahur Aku lupa percisnya Pagi-pagi begitu ketemu tetangga Semua bertanya " Kok cepat tau, tau darimana? " Rupanya bapak kandung suamiku Jelang magrib ditemukan tidak bisa bergerak dalam keadaan sujud Di dangau kebunnya Bapak langsung dibawa ke PUSKESMAS Pulau Punjung Begitu agak siang Kami dapat berita lagi Bapak mau dirawat dirumah saja Sekitar jam 10 pagi bapak sudah dirumah ibu tiri suamiku Kulihat bapak masih mengenali semua orang Tapi bicaranya tidak jelas lagi Bapak masih bisa duduk nyender dan minta duduk Mungkin karena bapak seorang datuk Banyak tamu yang datang membezuk bapak Setiap yang datang disalami bapak Setiap yang datang menyarankan kasih obat ini, kasih obat itu Obat kampung dengan cara kampung Entahlah entah apa yang terjadi Setelah Isya malam harinya Setelah bapak meminum telur dan madu Bapak jadi lunglai Dan pergi selamanya Di iringi doa orang sekampung yang hadir saat itu Kamipun ikut melepas bapak pergi Menghadap Sang Khalik Nggak habis pikir Siapa yang menuntun kami Untuk mampir dulu ke Sikabau ? Kalau bukan Allah yang Maha Besar Sebelumnya aku juga tak habis pikir Kenapa waktu itu Setelah uniku yang ahli penyakit dalam memberitahu ” Masa kritis papa sudah lewat Sudah boleh pulang ke rantau masing-masing ” Tapi aku memilih tinggal sendirian di Payakumbuh Di saat adik papa, kakakku no 2 dan kakak iparku Ke Bukittinggi mengantarkan Suamiku dan anak-anak ke terminal Aur Kuning Kemudian mereka mampir ke Sungai Tanang Papaku yang didampingi uni Pergi buat selama-lamanya Aku yang sebelumnya Sempat me urak Lipatan tangan papa Yang dalam posisi seperti sholat Telapak tangan yang kiri dan yang kanan Ku sentuhkan ke pipiku bergantian ” Apa papa bisa rasakan ? ” Papa mengangguk untuk kedua kalinya Aku bingung Bukankah tangan yang kiri lemah karena stroke ? Ku lakukan hal yang sama untuk kedua kaki papa Papa juga meng angguk untuk kedua kalinya Kurasakan keki papa dingin Ku kasih tau uniku Uniku nyuruh ngasih balsem ” Mungkin karena aliran darah tidak lancar ” katanya Tak lama kemudian aku ke dapur karena di panggil mbak nani Papa menatapku sampai aku keluar kamar Tatapannya seperti tatapan mama yang terakhir kalinya Ketika kami berpisah di ruang operasi Ya, ituntatapan papa yang terakhir untukku Aku kembali kekamar Di penghujung hayat papa Dalam duka aku bahagia Ternyata tak semua Diberi kesempatan yang langka Melepas seseorang menghadap sang Pencipta Bengkulu, 15 Agustus 2008 Hanifah Damanhuri --- On Wed, 8/13/08, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] L I S T R I K To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Date: Wednesday, August 13, 2008, 8:00 AM L I S T R I K Oleh : K Suheimi Listrik sebentar hidup sebentar mati, tak mentu dan tak ada waktu. Seperti saat saya menulis ini tiap sebentar listrik padam, kadang 2 kalimat tertulis listri mati dan kompuiter saya pudur Kita diharuskan menerima dan kita bias banyak protes, walaupun akibat listrik yg tak menentu hidup dan mati, banyak alat-alat elektronik yg rusak, dantak sedikitkerugian materi dan rugi uang serta rugi waktu. Banyak pekerjaan yg tertunda dan target yg tak tercapai.. Dan tidak jarang menimbulkan kebakaran, pasar yg terbakar, ruko yg hangus nyawa yg terengut. Katanya kosrleting, katanya akibat arus pendek. Banyak orang tak mengerti kok arus pendek bias menimbulkankebaran, apakah skering tak putus bila ada panas dan kebakaran. Ini pulalah yg saya alami tgl 3 Agustus 2008. Hari mingu itu jam 2 malam, saya baru selesai melakukan Operasi. Operasi di larut malam itu adalah operasi yg ke 4. Kerna sejak sore, ada pasien dari kambang pesisir selatan, ada dari Muaro labuah solok Selatan. Ada yg dari daerah Pariaman. Yang sudah berhari hari di rumah Bidan tak kunjung lahir. Memang tak mungkin lahir kerna berat bayi itu ternyata 4,7 kg Biasanya selesai operasi saya lakukan shalat Tahjud sebagai ujud syukur dan menenangkan serta menentramkan jiwa. Sekali gus malam itu saya ingin menjenguk anak tertua saya dr Irham yg dari sore membantu saya operasi. Untuk sampai kekamarnya saya harus melewati beranda . Di Beranda ini tiba-tiba saya mendengar sesuatu yg berdetak. Tak lama berdetak lagi, berdetak lagi dan berdetak lagi kemudian diikuti sesuatu yg berbau terbaakar. Rasa ingin tahu saya membuka pintu keluar. Betapa terkejutnya dan kecutnya hati ini.ketika menyaksikan api telah mebesar di Meteran listri, Api ini melambai menyapu loteng dan flavon yg terbuat dari triplet yg kering. Saya coba matikan arus listrik, namun tak berhasil listrik terus menyala dan api terus hidup, Saya ambil air dan saya siram, namun api tak padam. Saya ambi alas kaki terbuat dari handuk. Saya basahkan lalu saya raupkan ke api yg sedang menyala. Ta[pi saya lupa bahwa api itu lagi bermuatan listrik. Begitu saya rauokan, bukannya apinya padam, tapi saya di sengat listrik. Kerna handuk yg basah itu mengantarkan arus, Karena teriakan2 tolong ada api. Irham terbangun, dia mencoba lagi Handuk itu, tapi saya larang khawatir dia terkena sambaran arus listrik. Untung Irham tak kehilangan akal. Di pekarangan itu ada tempat bunga teratai yg berlumpur. Diambilnya Lumpur yg berair itu lalu di lemparnya api yg sedang menyala. Dan api itupun padam oleh siraman Lumpur. Alhamdulillah, api padam dan kebakaran bias di hindari. Semua hanya karena pertolongan Allah. Ada bebarapa yg tak habis saya fakir. 1. Biasanya saya ke Padang setiap hari senin malam dating dari P Baru. Ta[pi kali ini keras saja hati ini. Malam minggu saya sudah sampai di Padang 2. Mengapa ada operasi di malam itu 3. Biasanya sesudah operasi saya shalat tahjud di kamar saja lalu tidur, tapi mammal itu ingin saya kekamar Irham, sehingga melewati Beranda 4. Kenapa pada detik itu saya berada dekat meteran listrik 5. Kenapa bau sesuatu yg terbakar itu menyengat hidung saya Saya sujud syukur terhindar dari marabahaya. Saya bersyukur malapetaka itu berlalu Rumah dan Rumah Sakit Bunda tak jadi terbakar. Dalam sujud shalat Tahjud saya berbisik, Terima kasih Ya Allah, telah Engkau selamatkan kami dari bahaya ini. Telah Kua lindungi kami sekeluarga dan pasien yg sedang banyak di rawat. Berlinang air mata saya sebagai rasa syukur. Kalu bukanlah karena Allah yg menggerakan semua itu, tentu semuanya akan musnah. Sampai sekarang saya tak habis piker, mudahnya Tuhan menggerakan hati HambaNya utk terhindar dari petaka. Merasakan kejadian malam ini, saya merenung. Pantas pasar terbakar, pantas rumah dan tokoh hangus. Api yg hidup di meteran itu tak memutus arus, api yg panas itu serung tak memberu tahu. Kalaulah jam 2 malam itu semua orang nyenyak tidur, tiba-tiba PLN hidup arus yg kuat menghantam meteran dn terbakar, sedang semua sedang lelap. Untunglah Allah membangunkan seorang hambanya, sehingga oetaka yg besarpun terhindar. Terima kasih ya Allah bisiksaya sebelum tidur Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. 5:6) Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:"Bilakah datangnya pertolongan Allah". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. 2:214) Padang 3 Agustus 2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
