Uni Evy
Kok di klik Soktau.com..sia nan muncul Ni  :-)
Mudah2an lah Ni..Parawisata berbasis Kenagarian ko terwujud hendaknyo
Ndak taragak pulang kampuang Ni...sambia maota2 jo Niniak Mamak, Ulama
dan Cadiak Pandai Mande, Bundo Kanduang dikampuang. Pasti beda suasana
maota (badiskusi) dikampuang ko 
Sambia Uni sato lo mangunyah siriah di carano tu...ndak paralu lai bali
gincu
 
Salam-Jepe
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of HIFNI HFD
Sent: 13 Agustus 2008 11:23
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Pengembangan Wisata Berbasis Ke Nagarian...?
Bagaimana wujudnya....??
 

Assalamualaikum, wr.wb,

Terima kasih atas sambutan Pak Saaf atas subyek milis saya ini. 
Biarpun sekedar perbincangan namun mudah-mudah angan angan ini akan
menjadi kenyataan.  Barangkali ini yang akan menjadi suluh bendang
meningkatnya kehidupan masyarakat di Ranah Minang. 

1. Home Stay : 
    Kita tahu dipusat - pusat wisata banyak rumah-rumah penduduk yang
kurang terpelihara baik, dan pasti  bisa dimanfaatkan untuk keperluan
ini. Jika rumah itu - rumah pusaka - maka minta izinlah  kepada Mamak
kepala warisnya, agar membolehkan rumah itu di komersilkan - tujuannya
untuk menjadi tempat penampungan bagi wisatawan yang akan menikmati alam
sambil belajar  adat istiadat minang - ABS - SBK .

2. Peran Tetuo Nagari ;
    Perlu di berikan pemahaman kepada beliau beliau yang tua dan
dituakan di Nagari itu, bahwa wisatawan yang datang adalah tamu - urang
rantau - nan kapulang. Selayaknya diterima dengan hati yang bersih  dan
muka yang jernih.
    Cukuplah kita  tak akan mempersoalkan lagi, jika sekiranya kita
pulang kampung, kita pernah diberungutkan oleh orang yang dituakan di
kampung kita sendiri : " Ondeh... ongehnyo urang rantau ko lai..."
Duh... entah siapa yang ongeh.
Nah.. dalam merealisasikan  ini, kita ajak  tetuo nagari  atau yang
dituokan itu, untuk membuat  aturan main  dan  tatakrama bagaimana, yang
wajib ditaati oleh para wisatawan itu nantinya.

3. Pemda Sumbar :
    Saya ndak bisa mereka-reka bagaimana program ini, apakah diterima
atau tidak. Tentu ada Dinas Pariwisata yang lebih berkompeten
menuangkannya dalam suatu program.
Seingat saya ketika ada pertanyaan yang hampir mirip dengan apa yang
tersebut dalam subyek milis ini, para birokrat itu akan menunjukkan "
kampung minang yang terletak di Kota Padang Panjang, s ebagai wahananya.

4. Masyarakata Pariwisata :
    Silahkan untuk merealisasikan programnya. Bukankah dalam
pengembangan wisata, khususnya menyambut Visit Minangkabau Year 2009,
rencana dan program sudah tersusun rapi. Apakah perlu disisipkan pula
mengenai Wisata Berbasis Nagari ini...???

5. Calon Wisatawan :
    adalah para Wisatawan mancanegara, domestik, dan orang minang yang
pulang basamo/pulang kampung, pastilah akan menikmati nuansa baru dan
alami ini.

Nah.. sanak , mari kita berhitung, berapa piti yang masuak ke Kas
Nagari, jika program ini bisa diwujudkan.

Demikian dan terima kasih atas kesempatan sanak membaca dan menanggapi
subyek milis ini. 
Mohon maaf mungkin agak soktau.com - demikian kata sahabat milis saya.


Wassalam


  <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/40.gif>   3vy
nizhamul
http://hyvny.blogspot.com
http://bundokanduang.wordpress.com
 

--- On Tue, 8/12/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Pengembangan Wisata Berbasis Ke Nagarian...?
Bagaimana wujudnya....??
To: [email protected]
Cc: "MAPPAS MAPPAS" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, August 12, 2008, 8:33 AM

Waalaikumsalam w.w. Bu Hifni, Sanak Jupardi, jo para sanak sa palanta,
Salah satu caro mangambangkan pola pariwisata babasis nagari nan panah
dianjurkan dan dipraktekkan dek pak Chaidir Nien Latief [alm]  adolah
maadokan kagiatan home stay di rumah-rumah panduduak, di bawah pimpinan
para tetuo nagari. 
Wujudnyo, kito-kito nan datang dari Rantau basamo-samo, salain datang ka
nagari kito surang-surang juo mangunjungi nagari-nagari lain, basuo dan
bakomunikasi jo anak nagari nan kito datangi.
Ambo yakin gagasan iko bisa dilaksanakan, karano rasonyo masih ado di
antaro kito nan alun tahu nagari-nagari lain nan indak kalah rancaknyo
dari kampuang kito surang-surang.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]



 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke