Ass. W.W. Salah satu postingan dan pandangan orang kota Bogor di Millist Kota-Bogor Salam, Erwin Moechtar www.cimbuak.net
2008/8/12 Rudy Thehamihardja <[EMAIL PROTECTED]> Kemarin weekend saya baru diundang ke bukit tinggi. Setelah selesai acara resmi...terus diajak jalan2 ke kampung yang terkenal dengan duren nya. Tanpa ada persiapan apapun.kita datang ke rumah yang ..masih bisa disebut kampung...karena jalan di depan rumahnya masih tanah. Sambil menyantap duren yang disiapkan sebanyak 2 karung besar. Dimulailah bincang2 tentang kondisi bukit tinggi sampai kondisi negara... Dan keesokan harinya pergi juga mengunjungi kampung lainnya..kita diajak berbicara soal heritage..dimana orang tua yang berumur lebih dari 65 tahun itu sedang mendorong penetapan kampung nya sebagai heritage ..wooow..nggak pernah kebayang deh di kampung bicara pentingnya heritage... Ternyata..wooooow...pengetahuan para tetua desa itu. Menurut saya sih diskusi itu lebih berat daripada yang selalu kita lakukan dengan teman2 di hotel salak. Atau kalau mereka itu ditempatkan jadi wakil rakyat..rasanya tingkat pengetahuan dan nasionalisme nya lebih tinggi daripada wakil2 kita di DPR RI...DPRD kota Bogor sih lewat deh... Barangkali bung zulfikar bisa lebih menjelaskan kenapa mereka itu memiliki pengetahuan yang lebih. Rudy Th Mungkin saya bisa bantu Kang Rudy, Biasanya orang tetua yang ada di kampung itu adalah orang yang kembali dari rantau, adakalanya ilmu mereka sudah tinggi dan pensiun, kemudian melaksanakan pengabdian di kampung setelah pensiun tersebut. Ada juga kebiasaan orang minang, bapak-2 yang ada di kampung mereka suka kumpul di warung sambil ngopi, dan di warung tersebut lah untuk menambah ilmu dan berdiskusi. Jadi pengetahuan mereka akan otomatis terupdate. Sekarang juga ada trend di ranah minang, bekas pejabat di rantau, yang sudah pensiun, kemudian mereka pulang kampung dan mandaftar dan terpilih menjadi wali nagari (kalau di minang wali nagari ekuvalen sama Lurah). Ada suatu kejadian di kampung saya, wali nagarinya bekas seorang kakanwil PU, dulunya beliau memerintah seorang camat, sekarang dia dibawah camat. Bagaimana rasa durian nya kang Rudy ...? Salam, urang minang numpang hirup di Bogor --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
