Untuak berita-berita co iko rancaknyo jaan dimuncuakan, sabab bukan pamacahan
masalah nan ka awak dapek, mungkin ka mambuek masalah baru. Rancaknyo berita
saromanko awak tutuik sajo. Maaf, kalau ado nan indak sahati.
Wassalam,
Tan Lembang (L,52)
Bandung
----- Original Message ----
From: aulia postiera <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, August 15, 2008 6:44:11 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Suster Apung Merasa Ditipu Soetrisno Bachir
No comment.
~postiera
Suster Apung Merasa Ditipu Soetrisno Bachir
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
________________________________
Jakarta - Hj Rabiah yang dikenal sebagai Suster Apung merasa tertipu dan
dibodohi oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB). Ia
tidak tahu kalau film yang dibintanginya akan dijadikan iklan politik.
"Saya bekerja sebagai suster untuk mengabdi pada masyarakat, bukan untuk jadi
jualan politik Pak Tris (panggilan Rabiah untuk SB)," tutur Rabiah di warung
kopi Daeng Annas di Jalan RS Faisal Makassar, Jumat (15/8/2008) .
Rabiah menjadi salah satu bintang dalam iklan layanan masyarakat seri dirgahayu
Indonesia dengan tokoh utama SB. Ikut main dalam iklan itu beberapa warga pulau
Liukang Tangngayya, Kabupaten Pangkajenne Kepulauan (Pangkep), tempat Suster
Apung mengabdi sebagai tenaga perawat kesehatan sejak tahun 1977.
Rabiah menceritakan, pada 12 Juli lalu ia diajak oleh orang-orang 25Frame untuk
membintangi kompilasi film dokumenter di Bali. Selama 3 hari di Bali, ia sama
sekali tidak sadar kalau orang yang dipanggil Pak Tris adalah Soetrisno Bachir,
sponsor pembuatan film pendek dirinya.
Ia juga tidak pernah diberitahu bahwa kelak film tersebut akan dijadikan iklan
politik di televisi.. Rabiah mengakui ia memang pernah menandatangani surat
pernyataan dan menerima Rp 4 juta dari pihak 25Frame. Namun ia tidak pernah
melihat ada nama Soetrisno Bachir dalam surat pernyataan tersebut.
Rabiah baru tahu kalau film yang dibintanginya dijadikan iklan politik setelah
diberitahu Arfan Sabran. Pria ini merupakan sutradara film dokumenter "Suster
Apung' yang memenangkan kompetisi film dokumenter Eagle Award yang
diselenggarakan Metro TV. Lewat film inilah Rabiah kemudian lebih dikenal
sebagai Suster Apung.
Arfan Sabran yang menemani Rabiah mengungkapkan kekecewaaanya pada SB, mulanya
diberitahu oleh teman-temannya di Jakarta dan Yogyakarta. Ia di-sms dengan
kalimat "Selamat, Suster Apung Sudah Dipolitisasi" . Ia pun buru-buru menonton
iklan politik tersebut di televisi.
Setelah menonton, ia terhenyak dan langsung menghubungi Rabiah. Ternyata Rabiah
pun tidak tahu kalau peran yang ia mainkan menjadi jualan politik partai yang
memiliki banyak caleg dari kalangan artis.
Meski kenyataannya demikian, baik Rabiah maupun Arfan belum mau meminta iklan
politik tersebut ditarik dari peredaran. "Kami hanya meminta pada Pak Tris agar
tidak seenaknya memanfaatkan rakyat jelata seperti Suster Apung menjadi
komoditas politik partainya," tegas Arfan.(mna/iy)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---