Salah satu point yang cukup
menarik perhatian saya dari orasi politik Mr IJP adalah soal pemindahan
kediamannya ke kampung halaman. Sebuah hal yang orang minang jarang lakukan:
kembali berdiam di kampung ketika ia sedang jaya. Biasanya kediaman dianjak ke
kampung, kalau
di rantau sudah jatuh tapai. Seorang
sosiolog pernah membahas ini, tentang lelaki dewasa minang penghuni kampung
yang sebagian besar adalah para veteran rantau.
Mr Piliang memutuskan untuk pulang justru di saat ia sedang berjaya. Pada masa
ia sedang punya jejaring luas di
tengah para elit negara ini. Ketika
nama, gambar dan fotonya sedang wara-wiri bersiliweran di media masa. Ia
adalah salah satu selebritis politik
Indonesia saat ini. Infotainment politik
negeri ini sedang bulan madu dengan IJP. Walaupun saya tidak tahu, keartisan
IJP di infotainment politik berada
di level mana. Apakah Nicholas Saputra
atau ia adalah Cinta Laura.
Orang yang memutuskan untuk tetap ngendon di daerah dan berjaya disana
adalah seorang yang cukup saya kagumi. Melihat
mereka, saya akan merasa menjadi orang yang paling munafik. Saya benci
pemusatan di Jakarta, tapi saya
malah tidak beranjak juga mencari kehidupan lain di luar Jakarta. Untuk alasan
ini, AA Navis saya kagumi. Begitu juga dengan Bang Oloan di tanah medan
sana. Konimex saya notice, karena mereka
tetap keukeh berkantor pusat di Solo. Gede
Prama cukup mendapat tempat di hati ini, karena masih mengatakan bertinggal di
Bali dan di Jakarta hanya bekerja.
Keputusan IJP untuk beranjak kediamannya ke kampung halaman membuat saya
makin merasa menjadi munafik. Ia bisa
tenang dan mantap membuat sebuah arus balik. Tanpa perlu merasa takut. Mungkin
ia pernah merasa gamang gamang, mungkin juga pernah ragu. Tapi ia sudah
membuat kata putus. Dan saya hanya menjadi penonton, sambil terus
berkhayal tentang saya akan beranjak juga diam ke kampung. Berhayal punya dulu
rumah di Jakarta, punya
ruko dan kavling dulu dimana-mana. Pada
masa itu tiba, saya akan pulang dan berdiam di kampung. Ke Jakarta
sekali-sekali, untuk menyilau aset
dan bisnis yang saya punya. Khayalan
seorang peragu dan panggaca.
Maju terus IJP. Jangan diurak
rencana anda beranjak. Bulatkan
niat. Percayalah, di kampung pun anak
dan turunan anda tetap bisa menatap dunia. Yakinkan
kami dan seluruh warga negara Indonesia ini, bahwa untuk menjadi besar tak
perlu berdiam lama di Jakarta. Saya
sudah sampaikan cerita anda pada Mansur Kalahampok (CEO Cangjin
Corp-CKTU). Cerita seorang muda dengan
cita-cita yang sama dengannya. Hendak
menatap dunia dari tepian debur ombak hindia. Akan menyapa lima benua pada
sebuah pagi dari pedalaman bukit
barisan. Mansur Kalahampok titp pesan
buat anda, katanya, “Mr Piliang, sebungkus kacang tojin untuk anda.......”
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---