Terima kasih banyak Tan Menan
insyallah  kami ingin jalan2 ke Batam, mudah2an  bisa ketemu
salam
K Suheimi



----- Original Message ----
From: Rudi Antono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, August 19, 2008 7:53:52 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: P A S K I B R A K A


Subhanallah,

Suatu pengalaman yang sangat didamba-dambakan banyak penduduk negeri ini.
Hal ini bukan saja kebanggaan keluarga Irdhan semata, lebih dari itu adalah 
suatu kebanggaan Masyarakat Sumatera Barat.

Menyaksikan moment peringatan HUT Kemerdekaan di TV saja, sudah bangga rasanya, 
apalagi saat-saat melihat pasukan Paskibraka.

Wassalam

Tan Menan - Batam



--- On Sun, 8/17/08, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] P A S K I B R A K A
> To: [EMAIL PROTECTED], [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
> PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Sunday, August 17, 2008, 10:11 PM
>  
> P A S K I B R A K A
>  
>  
> Oleh : Dr.H.K.Suheimi
>  
> Hari ini, disini di tempat ini di Istana Negara ini. Saya
> panjatkan puji Syukur ke hadirat illahi. Atas izin_Nya kami
> suami istri di perkenankan mengikuti detik-detik proklamasi
> 17 Agustus  1996.Kami bisa hadir di tempat ini adalah
> berkat sepucuk surat  undangan.  Bunyi  surat undangan
> itu ringkas saja.  _Presiden  Republik Indonesia
>  Mengharapkan kehadiran Saudara Suami Istri, pada  Upacara
> Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan ke 51 Republik
>  Indonesia.  Hari  Sabtu tanggal 17 Agustus 1996 pukul
>  10.00  WIB  dihalaman  Istana Merdeka". 
>  
> Berbekal surat undangan itulah kami suami istri menghadiri
>  saat-
> saat  yang  bersejarah  itu. Namun karena  tinggalnya
>  jauh  dari
> Istana,  kami  terlambat tiba di bandingan dengan  para
>  undangan
> lain yang lebih dulu telah menempati tempat dimuka. Kami
> kebagian
> tempat yang agak di belakang. 
>  
> Saya berfikir bagaimana supaya dapat tempat di depan,
> karena saya
> ingin  sekali menyaksikan anak saya IRDHAN yang hari ini
> di  per
> caya  mengibarkan  bendera. Saya cari akal, dan  dengan
>  berbekal
> Handy Cam di tangan kanan dan tustel di tangan kiri saya
> menyelu
> sup  kedalam  rombongan  wartawan, sehinga saya  dapat
>  ke  depan
> bersama-sama dengan wartawan foto. Hari ini saya berlagak
> seperti
> "Mat kodak". Beruntung sekali saya dapat merekam
> semua  peristiwa
> peringatan detik-detik proklamasi ini.
>  
> Betapa  terharunya hati ini sewaktu anggota Paski Braka
>  memasuki
> lapangan dan melakukan tugasnya menggerek bendera. Melalui
> kamera
> handy cam saya intip Irdhan saya ikuti kemana langkahnya
> dan saya
> rekam  setiap gerak geriknya. Disaat dia  membentangkan
>  Bendera.
> Namanya  di sebut. SMU I di sebut, Padang di sebut  dan
>  Sumatera
> Barat  di sebut, kemudian nama saya beserta istri di
> sebut.  Saat
> itu pula kamera saya jadi kabur. Kabur karena setetes air
>  memba
> sahinya.  Basah karena air mata saya tumpah di kamera
>  itu.  Saya
> ngak  tahan,  tanpa saya sadari air mata  ini  menetes,
>  mengalir
> membasahi  kamera,  tangan  sayapun  bergetar 
>  memegang  kamera,
> sehingga  hasil rekamannya bergetar dan bergoyang.
>  Getaran  rasa
> haru  ini  tak  dapat saya tahan. Saya malu  dengan
>  wartawan  di
> sekitar  saya.  Dengan sapu tangan saya usap mata  ini
>  dan  saya
> bersihkan kamera. Namun mata saya tetap kabur karena air
> mata itu
> tak  hendak  berhenti. Gengengkah saya..?,  entahlah,
>  tapi  Aan, 
> panggilan  irdhan telah mengoncangkan saya. Hati  saya
>  tergetar, 
> mulut saya berbisik "Terima kasih Tuhan, air mata yang
> tumpah ini 
> adalah ungkapan rasa syukur kami atas nikmat_Mu".
> Tidak  beranjak 
> saya dari tempat ini, walaupun tak dapat kursi saya tetap
> berdiri 
> sampai acara usai.  Saya abadikan setiap peristiwa.
> Sebentar saya 
> bidikan tustel. Sebentar saya arahkan kamera handy cam.
> Bermacam-
> macam tingkah manusia yang  dapat saya rekam.
>  
> Seusai upacara, dengan setengah berlari kami berdua istri
> mencari
> Irdhan  di Wisma Negara. Saya peluk dia, saya cium
>  pipinya  yang
> kiri dan pipinya yang kanan. Ingat ketika dia masih di TK
> sebelum
> berangkat ke sekolah. "Cium pipi yang kiri. cium pipi
> yang kanan,
> cium  sekali lagi Irdhan menjadi senang". Dia hafal
> banyak  lagu.
> Sering dia mengumandangkan "Oh Ibu dan Ayah selamat
> pagi. Kupergi
> sekolah  sampaikan nanti". "Selamat belajar nak
>  penuh  semangat,
> rajinlah selalu tentu kau dapat". "Hormati gurumu
> sayangi  teman.
> Itulah tandanya kau murid budiman".
>  
> "Aan ingin jadi murid budiman" katanya suatu
> hari. Hari ini  saya
> bisikkan  ketelinganya  "Aan  engkau telah  jadi
>  murid  budiman,
> engkau kebangaan papa nak, Engkau anak negara, engkau anak
>  indo
> nesia".  "Karena engkaulah, mama dan papamu
> terundang ke  Istana,
> terima  kasih  anakku". Saya cium dia  sekali
>  lagi.  Dipangilnya
> teman-temannya,  satu  persatu kami di kenalkannya.
>  Begitu  juga
> kepada pelatihnya. satu demi satu pelatih ini kami salami
>  dengan
> mengaturkan ribuan terima kasih. Atas bimbingan mereka
>  Anak-anak
> ini berhasil dan sukses.
>  
> Di Istana ini saya merenung, terbayang ketika Aan SMP dia
> menemui
> saya.  "Aan merasa rendah diri di tengah
>  teman-teman,pa.  Karena
> lidah  Aan tak lurus menyebut huruf "R". Setiap
> kali  bicara  Aan
> merasa  malu"  katanya.  Ketika itulah saya
>  memacu  dan  memberi
> sugesti "Lihatlah" kata saya; sembari
> mencontohkan ayah  temannya
> Ustadz Arwan kasri. Arwan Kasry juga tak lurus menyebut
> "R"  tapi
> beliau ahli berpidato dan tak merasa rendah diri atas
>  kekurangan
> ini. Justru kekurangan ini yang menjadi cambuk untuk lebih
> maju".
> "Bila  kau  berkata bisa, kau akan bisa, nak !.
>  Percayalah  pada
> dirimu  sendiri" bisik saya di telinganya.  Tiap
> hari  dilatihnya
> dirinya  mengucapkan  huruf "R". Akhirnya dia
> bisa,  rasa  rendah
> dirinya  pun  hilang.  Justru sekarang dia  suka
>  berciloteh  dan
> "Malawak". Bekal itu pulalah yang agaknya
> mendorong dia  sehingga
> melalui  perjuangan yang berat. Sejak dari seleksi di SMU
>  1  Pa
> dang.  Kemudian berkompetisi diantara siswa SMU se  kota
>  Padang.
> Lalu  berlanjut ke tingkat SUMBAR. Alhamdulillah dia
>  lewat.  Dan
> dia lewat lagi ketika seleksi dari 27 Propinsi dia terpilih
> masuk
> barisan delapan dan dia mengembangkan dan mengibarkan
> bendera  di
> Istana Keperesidenan. 
>  
> Sekali lagi saya persembahkan puji Syukur ke Hadirat_Nya.
>  Karena
> hanya Dialah yang telah mengatur semua ini. Kita hanya
>  menjalan
> kan saja. Dan kepada Aan pun saya suruh sujud syukur.
>  menyampai
> kan  rasa terima kasih karena do'anya setiap shalat
> tahjud  telah
> di  kabulkan  Tuhan. 
>  
> Terima  kasih Tuhan dan terima kasih semua. Pada PPI,
>  pada  para 
> pelatih.  pada  guru-guru,  pada jajaran dep.  dikbud
>  dan  semua 
> pihak yang tak dapat saya sebutkan namanya satu persatu.
>  
> Untuk semua itu saya ingin sampaikan sebuah Firman Suci_Nya
> dalam 
> Al_Qur'an surat AN NASR :
>  
> __Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
> Dan Engkau melihat manusia masuk kedalam agama Allah
>  berbondong-
> bondong.
> Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah
>  kepa
> da_Nya. Sesunguhnya Dia adalah penerima Tobat".
>  
> Jakarta hari 17 bulan delapan tahun 1996
> 
> 
>      
> 

      



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke