assalamu 'alaykum sanak sadonyo,

mohon maaf sebelumnyo kalau repost.

berikut ambo kirimkan tulisan seorang kawan, cukup menarik sebagai bahan 
refleksi bangsa ini. alangkah indahnya hidup di negeri ini tanpa korupsi.

salam,
~postiera

Komisi Pencegahan Korupsi
Dedie A. Rachim

Slamet Prakoso (33 tahun) berhasil melunasi
kredit mobilnya setelah 5 tahun mencicil dengan cukup nyaman. Ia dan
keluarganya yang tinggal dipinggiran kota Jakarta kini berfikir untuk
membuka usaha booth makanan lagi di Food Court sebuah gedung
perkantoran baru di sekitar jalan Sudirman Jakarta.

Setelah
Pemda DKI memberlakukan Perda tentang Pemberdayaan UKM dan Fungsi
Sosial di Gedung perkantoran, kaki lima yang selama ini disebut Warung
Amigos (agak minggir got sedikit) sudah seluruhnya masuk kedalam gedung
sehingga UKM semakin sejahtera, lingkungan menjadi bersih dan tertata
dengan baik.

Kota Jakarta, yang sampai dengan 2013 mengalami
kongesti akibat kemacetan parah yang berlangsung setiap hari, akhirnya
berhasil menyetarakan diri dengan kota-kota besar dunia seperti Kuala
Lumpur dan Shanghai dengan dibukanya jaringan MRT yang menghubungkan
300 titik di Jabodetabek melalui kereta api bawah tanah dan monorail
serta pembahatasan kendaraan pribadi di beberapa lokasi dan
pemberlakuan sistem lewat bayar (Road Pricing). Meskipun sangat
terlambat (Singapura telah memberlakukannya sejak tahun 1975), hal ini
membuat para eksekutif yang masuk ke Jakarta dari daerah sekitarnya
lebih memilih menitipkan mobilnya di Gedung Penitipan Kendaraan yang
ada di batas kota dan beralih ke Kereta Api, Subway, Monorail atau
Busway.

Komposisi pegawai di DKI saat ini adalah 20 banding 80
yaitu 20% bidang administrasi dan pelayanan masyarakat dan 80% pegawai
pelayanan lapangan seperti petugas kebersihan, petugas kesehatan,
petugas ketertiban umum dan penyelia kebersihan dan ketertiban.
Artinya
ada sekitar 30.000 orang dari seluruhnya yang berjumlah 40.000 orang.
Jumlah yang cukup besar untuk PNS golongan I dan II yang rata-rata
pendidikannya SLTA. Kini hampir mustahil menjumpai sampah yang
berserakan, bahkan sungai Ciliwung sudah menjadi pusat kajian ekosistem
lingkungan sungai bagi negara-negara Asia Tenggara. Beberapa Propinsi
lain segera meniru langkah Jakarta untuk menambah lapangan kerja
lulusan SLTP dan SLTA. 

Sejarah mencatat, program Island of
Integrity yang dirilis KPK tahun 2005 sudah tidak relevan lagi dengan
kondisi saat ini, karena Indonesia sudah menjadi sebuah “Archipelago of
Integrity”. Sulit rasanya menemukan lagi masalah di pelayanan publik
semenjak Presiden RI ke-8 mencanangkan Revolusi Pelayanan Publik dengan
slogan Cepat, Pasti dan Terjangkau.

Tetapi memang masih ada satu
atau dua Kabupaten dan Kota yang belum memiliki Rumah Sakit gratis atau
sekolah terpadu gratis bagi rakyat kurang sejahtera tingkat TK hingga
SLTA, namun bukan berarti belum direncanakan, tapi lebih karena
persoalan teknisnya saja. Hal inilah yang membuat Badan Amil Zakat
(BAZ) merasa mudah menyalurkan bantuan, sedekah dan zakat.

Mahmud
Setiawan (40 tahun) hampir setiap minggu menerima wisatawan asing yang
datang ke sanggarnya dibilangan Kemayoran Jakarta Pusat mempertunjukkan
kesenian daerah dan pencak silat. Ia adalah bagian dari program
pemerintah membuka lapangan kerja baru untuk guru tari, guru angklung
dan pencak silat nasional sebanyak 4 orang yang ditempatkan di setiap
Sekolah di seluruh Indonesia.

Meskipun tidak secara langsung
memberi dampak pada kemajuan prestasi olahraga nasional, tetapi program
pencak silat yang dimulai dari SD hingga SLTA telah mengembalikan
kejayaan cabang pencak silat Indonesia pada Sea Games terakhir di
Vietnam, setelah bertahun-tahun terpuruk.

Lain lagi dengan Jeje
Rustandi (21 tahun) pengrajin angklung dari desa Mekarsari Sumedang
Jawa Barat, semenjak diterapkannya program wajib nasional kesenian
angklung dan alat musik tradisional lain, Ia kebanjiran pesanan, bahkan
di bengkel kerjanya yang asri sudah tidak mampu menampung 50 orang
pekerja padahal ia berencana menampah 30an tenaga kerja baru dari
sekitar lingkungan rumahnya. Akhir-akhir ini para pencari kerja sudah
enggan bekerja menjadi TKI di Timur Tengah semenjak terbukanya lapangan
kerja disekitar rumah dengan penghasilan yang lumayan memadai.

Meskipun
Pemerintah sudah mencanangkan program “Go Overseas” bagi para sarjana
sebagai pengganti program TKI yang selama ini hanya untuk Domestic
Helper alias pembantu rumah tangga, Ir. Fery Prakarsa (33 tahun) masih
bingung memilih apakah akan menerima pekerjaan sebagai Drilling Manager
Aramco di Riyad atau sebagai Fund Manager di Citi Corp Group Singapura.
Karena dengan gaji yang sama-sama tinggi Fery masih berfikir-fikir
masalah fasilitas yang diperolehnya kelak, karena ternyata fasilitas
yang sekarang ia peroleh dari industri toys & apparel Matel di
Cikarang masih tetap menggiurkan. 

Matel berani menggaji tinggi
para pekerja Indonesia karena program efisiensi ditunjang dengan
fasilitas Tax Holliday dan insentif pajak Pemerintah yang konon lebih
“yahud” dari Vietnam. Apalagi sudah tidak dijumpainya Pungli dan
pemerasan oleh para oknum pelabuhan semenjak diberlakukannya sistem
Single Window dan Electronic Complience di Tanjung Priok.

Disisi
lain, Bripda Wisnu Wardana Retnoadi (28 tahun) petugas PJR di Polda
Metro Jaya sudah tidak perlu lagi pusing mencari tambahan uang
operasional untuk mengisi bensin kendaraan patrolinya dari para
pengemudi kontainer yang lewat jalan Tol, Kapolri telah menerapkan
sistem at cost seperti yang diperkenalkan oleh KPK sejak tahun 2003
bahkan sistem Remunerasi di Kepolisian RI sekarang banyak ditiru oleh
lembaga lain.

Memang, setelah keberhasilan KPK memberantas
korupsi di bumi Indonesia telah banyak kemajuan yang dicapai oleh
Bangsa ini. Hasil bumi yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat
maju pesat tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri tetapi juga ekspor
buah dan sayur Indonesia ke negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea
kini berhasil mengalahkan Thailand.

Indonesia tidak lagi
disejajarkan dengan negara Afrika hitam atau negara ex Uni Sovyet,
tetapi kini kita setara dengan Malaysia, Mesir, Meksiko, Brazil dan
Thailand seperti yang terakhir dirilis TI beberapa waktu yang lalu. 

Secara
kebetulan, kualitas SDM Indonesia meningkat pesat, terlihat dari
banyaknya permintaan ahli bidang Teknologi Informasi, Perhotelan dan
Pariwisata, Pertambangan, Pertanian dan Kehutanan serta Industri
Manufaktur dari manca negara.

Itulah sekelumit kisah nyata yang
terjadi pasca dikembalikannya tugas penyidikan dan penuntutan tindak
pidana korupsi kepada kepolisian RI dan Kejaksaan dari KPK tahun 2019.
Saat itu KPK telah beralih menjadi Komisi Pencegahan Korupsi sesuai
mandat UU No. 18 tahun 2018, tindak lanjut dari TAP MPR No. 1 Tahun
2017 tentang Negara Indonesia yang bebas KKN.

Sejenak saya
termenung, membayangkan betapa bangganya founding father kita Soekarno
melihat keberhasilan Indonesia. Teringat dengan pidato beliau tahun
1956 di KBRI Washington DC. “Sungguh Tuhan telah memberikan satu hidup
kepadaku dan 100% kupersembahkan pada pembangunan Tanah Air dan Bangsa
dan jikalau Tuhan memberikan dua hidup kepadaku, maka dua-duanya akan
aku persembahkan pada Tanah Air dan Bangsa. Maka aku minta kepada kita
sekalian untuk kita bersama-sama mengabdi kepada Tanah Air dan Bangsa.
Inilah amanatku kepada kita sekalian”. 

Ternyata, hidup kita telah kita persembahkan 100% pada kebangkitan, kejayaan 
dan keluhuran martabat Bangsa Indonesia.

Sebuah mimpi yang harus kita kejar, bukan sekedar baru bisa mimpi.


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke