Dua berita di bawah ini tidak khusus topik Minangkabau, namun imbasnya perlu menjadian perhatian di Sumatera Barat. Nasib pendidikan anak sekolah di Bengkulu setelah beberapa tahun dihantam gempa masih diabaikan sementara pihak pemerintgah sana teriak-teriak cari investment dri Luar Negeri. Hal yang sama S perlu diperhatikan dengan penderitaan gema kita di Sumatera Barat; pendidikan dan perhatian kepada gedung-gedung sekolah jangan samapai terabaikan. Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif SUARA PEMBARUAN DAILY 25 Agusus 2008 ________________________________
Angka Putus Sekolah Diprediksi Tetap Tinggi [JAKARTA] Angka putus sekolah diprediksi masih akan tetap tinggi meski pemerintah telah mengalokasikan Rp 224 triliun dalam RAPBN 2009 yang diklaim telah memenuhi 20 persen alokasi dari APBN sesuai amanat konstitusi. Sebab, sampai kini pelayanan pendidikan masih dinilai buruk. "Kami meyakini, angka putus sekolah akan tetap tinggi, karena sampai kini pelayanan pendidikan kepada masyarakat masih buruk," kata Manajer Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, saat dihubungi SP, Senin (25/8) Dikatakan, berdasarkan penelitian ICW, dana BOS yang seharusnya mampu menjadi program unggulan Depdiknas dalam pelayanan pendidikan justru belum berhasil. "Dalam penelitian, program BOS belum mengurangi beban orangtua dan siswa," katanya. Sebenarnya, lanjut Ade, anggaran pendidikan sebesar 20 persen tersebut belum mencapai 20 persen, karena dimasukkannya komponen gaji guru. Selain itu, dalam penghitungan anggaran Depdiknas masih tertutup. "Padahal, dalam penghitungan anggaran, seharusnya masyarakat berhak tahu," katanya. ... selanjutnya lihat di indeks Suara Pembaruan: http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/25/index.html SUARA PEMBARUAN DAILY ________________________________ Siswa Bengkulu Masih Belajar di Lantai [BENGKULU] Siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 69 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, belajar di lantai karena tidak ada meja dan kursi sampai Senin (25/8) masih berlanjut. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu belum dapat mengatasi kebutuhan meja dan kursi di sekolah tersebut. Wali Kota Bengkulu, Ahmad Kanedi yang dihubungi SP, di Bengkulu, Senin (25/8) pagi, membenarkan hal tersebut. "Kami segera mengatasi kebutuhan meja dan kursi di SDN 69 Kota Bengkulu, sehingga anak-anak tidak lagi belajar di lantai seperti yang mereka lakukan sekarang," ujarnya. Dikatakan, seharusnya kebutuhan meja dan kursi di SDN 69 Kandang Limun sudah dapat diatasi, tapi karena pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2008 Kota Bengkulu sedikit alot, pengadaannya belum dapat direalisasikan sampai sekarang. Dananya belum dapat dicairkan. Tak Bisa Dibiarkan Meskipun sebagian di antara mereka ada yang membawa meja sendiri dari rumah, tapi hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Apalagi mereka sudah kelas VI harus konsentrasi belajar karena akan mengikuti ujian akhir, katanya. ... dst... pada Indeks Pembaruan di atas..... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
