Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu Selama dua tahun 1963-65, dalam rangka research Disputes and Disputing in Minangkabau, saya diizinkan mambaca ratusan Berkas Perkara Perdata dan Pidana yang sudah putus (yang terjadi dari tahun 1897 sampai 1965) di Pengadilan Negeri Bukittinggi. Cerita Angku Lembang mengingatkan saya dengan salah satu Kasus Pidana itu.
Kasusnya "Kenakalan". Kejadian di Padangtarab hampir saat-saat PRRI berakhir. Anaknakalnya seorang anak anggota OPR. Malam-malam sementara orang tarawih di Mesjid Padangtarok, si anak nakal ini mengganggu orang sedang sembahyang tarawih. Karena saf belakang adalah saf perempuan, dia masuk mesjid lalu "manyimbahkan kodek" anak perempuan waktu semua orang sedang sujud... Anak perempuan memekik dan orang sembahyang terganggu. Perkara ini samoai ke Pengadilan Negeri Bukittinggi, dihukum dengan hukuman "Kenakalan"; saya lupa detail putusan itu. Salam, --Nyiak Sunguik --- In [EMAIL PROTECTED], Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu > Lah lamo lo ndak bagaritiak. Tabik lo taragak. Carito nan lain lo ciek lai....... > > SILAT SELEPAS TARAWIH > > Kalau ada anak kecil tangka atau mada itu adalah hal biasa. Anak kecil yang kerjanya bergelut ketika orang sembahyang tarawih termasuk juga sesuatu yang biasa. Macam-macam ulah anak-anak kecil berumur kurang lebih sepuluh tahun, yang berada di shaf paling belakang. Berdorong-dorongan, tertawa cekikikan yang ditahan, membaca Amiin panjang-panjang dan keras-keras sekali, sampai berperang-perangan kentut. Membuat heboh dan bergelut itu mereka lakukan pada saat sembahyang baru dimulai. Menjelang imam mengucapkan salam, mereka berubah seperti anak-anak manis. Tetapi ketika sembahyang tarawih dilanjutkan, mereka ulangi pula membuat heboh. Orang-orang tua bolehlah nyinyir menasihati, namun mereka tetap begitu juga. > > Induk angkangtangka itu bernama Pudin, berumur tiga belas tahun. Sudah tidak anak-anak lagi dibandingkan dengan teman-temannya, namun perangainya benar-benar luar biasa. Kalau dilarang atau ditegor dia pasti melawan dengan bercarut. Siapapun yang memarahinya, pasti dipercarutinya. Dan orang-orang tua jadi malas menegornya. Sebenarnya lebih tepat dikatakan takut. Takut karena dia anak Gindo Baro, mantan sitokar oto, mantan pareman pasar, orang berbadan kekar yang cepat kaki ringan tangan alias pandeka. > > ***** > > di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
