Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Menjelang Pilpres tahun depan ada baiknya juga kita menyisihkan waktu sejenak 
menimba ilham dari Amerika Serikat, negeri asal sistem pemerintahan 
presidensial, yang sekarang sedang mempersiapkan diri memilih presidennya yang 
ke 44.
      Calon presiden Partai Demokrat sekarang, Barrack Obama, sungguh luar 
biasa. Selain merupakan orang kulit hitam pertama yang menjadi calon presiden, 
beliau 'merangkak' dari bawah, berusia muda,sangat mahir berpidato,  mempunyai 
visi yang andal, kemampuan memimpin dan mengorganisasi, dan dedikasi yang 
kuat kepada kemanusiaan. Memperhatikan beliau saya teringat Soekarno sewaktu 
masa muda beliau. Obama jelas bukan hanya sekedar seorang politikus. Beliau 
adalah seorang negarawan.
     Mau tidak mau, saya membandingkan hiruk pikuknya proses pemilihan presiden 
di Amerika Serikat tersebut dengan proses pemilihan presiden di negeri kita. 
Saya melihat cukup banyak 'John McCain Indonesia', tetapi -- maaf -- saya belum 
melihat 'Barrack Obama Indonesia', walau tentu ada calon -calon presiden yang 
muda usia. Saya juga belum melihat 'Partai Republik Indonesia' dan 'Partai 
Demokrat Indonesia' sebagai partai-partai kuat dengan program dan dukungan 
rakyat yang jelas. Saya sungguh risau dengan partai-partai Indonesia yang 
terkesan hanya merupakan 'partai galetek' untuk menjadi kenderaan politik bagi 
calon-calon presiden yang umumnya tidak lagi 'layak-jual'.
    Bagaimanapun, Calon Presiden Barrack Obama telah menunjukkan kepada kita, 
bahwa berpolitik secara baik dan benar juga bisa dilaksanakan oleh tokoh yang 
tepat. Sebagai presiden, Obama tidak hanya akan menyegarkan kehidupan 
berpolitik di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia, karena Amerika 
Serikat adalah satu-satunya negara adi kuasa dewasa ini. Saya ikut berdoa 
semoga para pemilih Amerika Serikat memilih beliau pada tanggal 4 November yang 
akan datang.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]

Obama: Sudah Cukup Era Partai Republik
"Standing Ovation" Hampir Setiap Menit





 


AP photo/KARL GEHRING / Kompas Images 
Barack Obama berada di atas podium di Invesco Field, Stadion Mile High, Denver, 
Colorado, AS, pada hari keempat, yang merupakan hari terakhir Konvensi Partai 
Demokrat, Kamis (28/8). Kompas, Sabtu, 30 Agustus 2008 | 03:00 WIB 

Denver, Kamis - Barack Obama (47) mencatat sejarah sebagai calon presiden kulit 
hitam pertama di Amerika Serikat melalui pidato pengukuhan yang memukau 
sekaligus menyerang gencar John McCain dengan menggelontorkan program yang 
terinci dan membumi.
Pidato di Invesco Field, Denver, yang menutup Konvensi Nasional Demokrat, itu 
disaksikan sekitar 84.000 orang plus jutaan penduduk AS dan dunia lewat layar 
televisi. Selama berpidato sekitar 45 menit, suami Michelle (44) dan ayah dari 
Malia (10) serta Sasha (7) itu disambut standing ovation hampir tiap satu menit.
Senator Obama yang mewakili Negara Bagian Illinois itu dan calon presiden AS 
dari Partai Demokrat membeberkan program-programnya: potongan pajak untuk 95 
persen keluarga buruh, penarikan pasukan dari Irak dalam 16 bulan, melepaskan 
ketergantungan minyak dari Timur Tengah dalam 10 tahun, dan menciptakan lima 
juta lowongan pekerjaan dalam 10 tahun di sektor energi terbarukan melalui 
investasi 150 miliar dollar AS.
Lulusan Columbia University dan Harvard Law School itu juga menyatakan siap 
menyandang jabatan panglima tertinggi, berunding tegas dengan musuh-musuh AS, 
dan menciduk Osama bin Laden. Tak lupa Obama menyampaikan sikap mendukung 
homoseksual, menyiapkan sistem pendidikan anak berkelas dunia, menaikkan gaji 
guru, memulihkan harga diri bangsa, dan menyiapkan paket jaminan kesehatan yang 
terjangkau rakyat.
Obama dengan lantang menantang McCain dari Partai Republik agar segera 
berdebat. Ia menyebut nama McCain 21 kali, mengecamnya sebagai sekadar penerus 
kebijakan-kebijakan Presiden George Walker Bush. ”Amerika, kita akan lebih baik 
dibandingkan dengan delapan tahun terakhir. Saat ini, pemilihan ini, menjadi 
kesempatan menjaga kelangsungan hidup janji Amerika. Kita ada di sini karena 
amat mencintai negara ini untuk menjadikan empat tahun ke depan tak lagi 
seperti delapan tahun terakhir. Pada 4 November kita harus berani mengatakan 
’delapan tahun sudah cukup’,” ujarnya.
Pidato untuk semua
Pidato Obama itu semata-mata tak cuma ditujukan kepada warga Partai Demokrat. 
”Malam ini saya sampaikan kepada rakyat Amerika, kepada pendukung Demokrat dan 
Republik serta independen di pelosok tanah air yang besar ini, cukup!” serunya 
lagi.
Pada malam sebelumnya konvensi diisi pidato politik mantan Presiden Bill 
Clinton, Senator John Kerry, dan calon wakil presiden Joe Biden di Pepsi Center 
yang hanya mampu menampung ribuan orang. Penyampaian pidato pengukuhan Obama 
dipindahkan ke Invesco Center, stadion American football yang dapat memuat 
sekitar 90.000 orang karena melonjaknya peminat.
Terakhir kali pidato pengukuhan di lapangan terbuka terjadi saat John F Kennedy 
mengucapkan pidato pengukuhan di Los Angeles tahun 1960. Pidato Obama terjadi 
pada tanggal yang sama dengan pidato historis Martin Luther King, ”I Have A 
Dream” di Washington 29 Agustus 1963. Namun, Obama enggan merujuk ke peringatan 
45 tahun pidato King karena ia mau tampil sebagai calon presiden yang didukung 
semata-mata bukan hanya oleh kulit hitam.
Jika malam sebelumnya di Pepsi Center tak sedikit yang mengucurkan air mata 
karena terharu mendengarkan pidato-pidato membangkitkan harapan, malam 
berikutnya audiens bersemangat siap tempur melawan McCain karena Obama sukses 
membakar emosi para pendukungnya. Wajah-wajah sedih tergantikan muka-muka 
optimistis.
Panitia konvensi mengeluarkan dana sekitar 5 juta dollar AS untuk memeriahkan 
pidato itu, yang diramaikan pesta kembang api sekitar lima menit seusai pidato. 
Obama dan keluarga berdiri sejenak di panggung menyambut audiens yang 
mengelu-elukan mereka bersama Biden dan keluarga. Tampak pula adik tiri Obama, 
Maya Soetoro-Ng yang berayah asal Indonesia, Lolo Soetoro.
Kalangan Partai Demokrat menilai pidato Obama menjawab kritik yang menudingnya 
sebagai calon presiden yang miskin pengalaman untuk melindungi AS dari ancaman 
musuh. McCain dan kubu Partai Republik menyepelekan Obama sebagai pesohor yang 
pandai berpidato dan berasal dari golongan elite yang tak peduli terhadap 
kehidupan rakyat biasa.
Ia menjawab kritik itu dengan menceritakan kisah hidup ibunya yang antre kupon 
makanan gratis dan kakeknya yang berperang di bawah komando Jenderal George 
Patton di Perang Dunia II.
”Saya tak tahu apa yang ada di benak McCain tentang gaya hidup pesohor, tetapi 
beginilah saya menjalani hidup. Mereka pahlawan saya. Riwayat mereka membentuk 
saya. Dan, atas nama mereka, saya bertekad memenangi pemilihan ini dan memegang 
teguh janji-janji kita sebagai presiden Amerika Serikat,” ujarnya lagi.
Obama unggul
Sejumlah media massa di AS menganalisis, meski pidato Obama amat mengesankan, 
masih banyak warga yang belum mengenal dekat seorang Obama sekalipun kampanye 
telah berlangsung 20 bulan. Akan tetapi, paling tidak ia telah berhasil membuka 
”saluran langsung” antara dirinya dan rata-rata orang Amerika.
Jajak pendapat Gallup, yang dilakukan tiga hari pertama konvensi, hasilnya 
memperlihatkan Obama unggul 48 persen dibandingkan McCain yang 42 persen. 
Namun, kenaikan persentase pascakonvensi merupakan gejala biasa. Persaingan 
masih relatif ketat karena McCain masih berpeluang mengungguli Obama setelah 
Konvensi Nasional Republik yang berlangsung pekan depan di St Paul, Minnesota.
McCain mengumumkan nama calon wakil presiden yang mendampinginya, Gubernur 
Alaska Sarah Palin (44) pada hari Sabtu WIB ini. Palin adalah perempuan calon 
wakil presiden kedua dalam sejarah setelah Geraldine Ferraro yang dipilih calon 
presiden Partai Demokrat, Walter Mondale, tahun 1984. (AP/AFP/Reuters/ The 
Washington Post/ The New York Times/BAS)


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke