Assalamualaikum Wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Ananda Iffah, Nan paliang rusak dalam iduik kecek urang tuo awak sajak dahulu hilangnyo ikhlas, *dek ba udang di baliek batu*, atau tumbuhnya riya, *dek bakaca batih alah bak batih, di kacak langan alah bak langan,* Iyo bana kecek ananda Badrul tu, *abih ari dek unggah ungguah*. Wassalam BuyaHMA
Pada 30 Agustus 2008 11:20, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Tanggapan dari salah seorang putra yerbaik Banuhampu. > > Salam > > Hanifah > > --- On *Sat, 8/30/08, Badrul Mustafa <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: Badrul Mustafa <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [banuanet] SURAT TERBUKA KEPADA GUB SUMBAR DARI MOCHTAR NAIM > To: [email protected], [EMAIL PROTECTED] > Date: Saturday, August 30, 2008, 9:48 AM > > Bpk Mochtar Naim Yth., > > Saya sudah membaca surat Bapak untuk Gubernur SumBar. Dan saya selalu > menyimak tentang perjalanan dan heboh PP84/99 ini. Saya terus terang merasa > heran pada upaya Bapak yang seolah-olah menganggap bahwa pelaksanaan PP > tersebut bantuak ka kiamaik sen hari bisuak. Saya juga mempelajari > bagaimana sebetulnya penolakan orang2 Agam, khususnya Banuhampu terhadap > PP84 tersebut. INI ADALAH PENOLAKAN YANG PENUH REKAYASA. Justru saya heran, > cara-cara orde barunya Soeharto dipakai oleh pentolan-pentolan penolak PP84 > tsb. Saya juga pernah bertemu dengan orang-orang dari pusat yang ditugaskan > untuk mempelajari kasus ini, yang kesimpulan akhirnya adalah adanya rekayasa > dari PemKab Agam/DPRDnya. Saya juga beberapa kali berbincang-bincang dengan > Pak Gubernur dan Wagub mengenai hal ini. Apa yang ingin dilaksanakan oleh > Gubernur dan Pemerintah Pusat adalah setelah mempelajari masukan yang sekian > banyak dari berbagai team yang telah diturunkan, bahkan sejak periode Pak > Fachri Ahmad sebagai Wagub. Dari Pak Fachri sendiri saya juga banyak > mendapat cerita. > Jadi Pak Mochtar yang saya hormati, saya mengajak Bapak untuk berhenti > merekayasa hal ini, atau kalau itu tidak Bapak yang melakukannya, tapi Bapak > mengetahuinya, maka ajaklah mereka untuk berhenti melakukan kebohongan > selanjutnya. Saya kasihan, karena sudah banyak teman-teman seangkatan saya > yang kurang menaruh hormat kepada Bapak, yang karena masih menjaga > unggah-ungguh saja mereka tidak sampai menghujat, tapi hanya menjadi > apatis. > > Bapak adalah guru saya. Tapi untuk hal ini saya tidak sependapat dengan > Bapak. Sekian. Wassalam. > > Badrul Mustafa > > --- On *Fri, 8/29/08, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED] com>* wrote: > > From: hanifah daman <[EMAIL PROTECTED] com> > Subject: [banuanet] Re: [EMAIL PROTECTED] SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR > DARI MOCHTAR NAIM > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com, [EMAIL PROTECTED] com > Date: Friday, August 29, 2008, 12:00 PM > > Assalammualaikum Wr Wb Bapak Mukhtar Naim yth > > Sedih juga membaca tulisan bapak > Sama sedihnya dengan membaca tulisan mamak Mufni tentang Banuhampu beberapa > tahun yll. Akhirnya mamak-mamak tersebut patah hati maurus kampuang. > Sementara dengan menahan PP84 bapak melenggang ke Senayan. Bapak lihatlah > apa jadinya Banuhampu yang bapak tahan tersebut ? Apa bapak ikut membaca > tulisan si IQBAL generasi muda dari Banuhampu manyapo mamak-mamak di > Banuanet dengan gaya mereka yang ... Astaghfirullah ... masih sopan > anak-anak rantau atau kota. Nah sekarang bapak sudah merasakan betapa > sedihnya di pecundangi penguasa. Yang tentunya beliau punya pertimbangan > sendiri dengan keputusan beliau. > > Kami dari rantau berdoa Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kampung > kami Banuhampu. Amin > > > Wass > > Hanifah > > > --- On *Fri, 8/29/08, Mochtar Naim <mochtarnaim@ yahoo.com>* wrote: > > From: Mochtar Naim <mochtarnaim@ yahoo.com> > Subject: [EMAIL PROTECTED] SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR DARI MOCHTAR > NAIM > To: [EMAIL PROTECTED] ups.com > Date: Friday, August 29, 2008, 6:42 AM > > > > > --~--~------ ---~--~- > > > > > > > -- Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min sakhati-ka wa an-naar Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun rahiim. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
