Wow, what a story; a glimpse of an autobiography of a Minangkabau. A story that should be read and expanded into a book in the future.
Usually I skipped any long posting in Rantaunet. But this time, either because of a long weekend Labor Holiday in the US or the first day of Ramadhan where I missed my "sahur" this morning, but definitely because of it's interesting, I ended up reading this long 17 pages of posting without skipping any line. It took me a while to finish it, but interesting. Thank you Angku Zul. Kaitan waktu setengah abad yang lalu. Sekitar hari Lahir Angku Zul 50 tahun yang lalu itu saya sedang menikmati Sumatera dengan penuh pejalananan panjang. Mulai dari Bukittinggi 13 April 1958 berangkat ke Lubuk Linggau dan Palembang. Dengan hati berdebar mendengar Radio di Linggau, 17 April Padang diserang dan diduduki tentera pusat. Di saat kota-kota Sumatera Barat sudah diduduki, saya dengan empat teman sempat kembali menyelinap ke Sumatera Barat mencari beliau- beliau yang menugaskan kami, entah di hutan mana waktu itu. Namun, kami berjumpa Pak DD di Kamang dan secara dramatis juga dengan Pak Imam di Puncak Bukit di batas Suayan dan Taratak Kubang. Beliau berdua lah yang menugaskan kami pada mulanya ke sumatera Selatan. Di Puncak Bukit itu, Pak Iman menugaskan kami terus ke Timur dan beliau meneruskan perjalanan ke Barat. Setelah macam-macam pengalaman, kami dapat rendezvous di Talu, Pasaman dengan melalui mendaki Bukik Batu Badoro dari Pua Data, Kototinggi ke Bonjol. Di Talu Pak Imam bertanya kalau kami masih punya tenaga untuk tugas jauh atau boleh pilih untuk tugas statis di sekitar Pasaman. Hanya kami berdua lagi yang ingin terus dan bersemangat dengan adventur baru. Kami ditugaskan lagi mengharungi Laut dri Air Bangis ke Natal untuk observasi daerah Mandahiling sampai-sampai ke Puncak Gunung Sorik Merapi. Tetapi ketika kami kembali ke Talu, Pak Imam tidak di sana lagi. Kami harus mengejar beliau ke Maninjau. Nah, di sini lah sekitar hari Lahir Angku Zul itu, saya sampai di Tantaman, Palembayan, hanya untuk mendengar berita telepon bahwa Matur sudah diduduki dan Tentera Pusat yabg bessoknya akan terus menyerang Palembayan. Perjalanan menuju Maninjau diputuskan untuk merancah hutan memintas dari Tantaman melalui Alahan Anggang. Namun, di tengah Hutan kami berjumpa dengan rombongan orang-orang dari Maninjau memberitakan Maninjau telah diduduki pula... Kami tukar arah memancang ke Koto Alam. Di sana, tengah malam, kami tahu Pak Imam baru lewat senja itu dari Batu Kambing mengarah ke Pasaman. Kami harus kejar. Besoknya dengan menyebrangi Masang di Muara Tontang kami akhirnya berjumpa beliau dengan rombongan di Malampah. Di Malampah saya sempat berbicara juga dengnaInyiak Pi'i (Engku M. Sjafei Kayu Tanam) dan Buya Uki (Buya Dusky Samad, dari Maninjau). Itulah sekedar kaitan sejenak dengan waktu 50 tahun yang lalu, hari lahir Angku Zul dengan pengenbaraan saya di hutan-hutan dekat sana and beyond... Happy Birthday. Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [EMAIL PROTECTED], Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > "...Man must be equipped with the capacity to listen to and obey the ten thousand demands in the ten thousand situations with which life is confronting him." (1975, p. 120), Viktor Frankl’s theory > > Dalam perjalan hidup ini kita sering mengatakan, "Pasti ada hikmah di balik setiap kejadian. Kebanyakan kita tidak sadar bahwa ungkapan tersebut tidak sekedar untuk diucapkan, tetapi mengandung pengertian yang penting dalam kehidupan sehari-hari . > > Dipinggiran danau yang tercipta dari kaldera runtuhan yang terbentuk dari letusan besar jauh sebelum terjadinya super vulcano Toba yang menjadi ukuran besarnya letusan gunung berapi didunia ini. Tanggal 15 September 1958 lahirlah seorang anak laki laki di-iringi siraman mitraliur oleh Tentara Nasional Indonesia dari puncak embun pagi. Cincin yang melekat di jari Pamanku terpaksa lepas untuk membayar jasa Bu bidan yang membantu kelahiranku. Kemenakan pertama dan cucu pertama dirumah kami disambut gembira. Setelah melepas cincinnya sang paman kembali lari kehutan. Itulah sekeping cerita nenekku. Suasana kacau akibat pemberontakan PRRI yang gagal ini tanpa kusadari menjadikan aku seorang single fighter dalam perang yang lain yang bernama kehidupan. PRRI boleh kalah karana salah memilih perang but I don’t. > ...................... dst ........... > > Jakarta, December 2000, Perusahaan temopat saya bekerjabaru saja menyelesaikan process merger dan menjadi perusahaan minyak terbesar dimuka bumi ini. Hari itu pula saya direkrut jadi karyawan penuh. Beberapa teman secara bercanda berkata hansip langsung jadi kapten. Sejak tahun 1991 tidak pernah ada rekrutment pegawai oleh boleh dibilang saya adalah ice breaker pad waktu itu. Sejak saat itu berkali kali saya dapat pelatihan pelatihan keluar negeri. > > Hari ini 28 july 2008 jam lima sore saya dipanggil mengehadap bos. “You are transfer to Head Quarter as a Global Company Resourse”. Report to CV. You will be made a lot of travel around the world zul. dst dst… Another “BANG” untuk si padang . Sepanjang Tuhan masih memberikanku waktu, I will do my best….for my self and for the others. > > Wassalam > Zulkarnain Kahar --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
