HEADLINE NEWS Kamis, 04 September 2008 Sumbar Adalah Kiblat Pers Ketua Umum PWI Pusat Margiono di Carano Room
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan mengkaji lagi peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Sampai sekarang HPN masih diidentikkan dengan terbentuknya PWI tanggal 9 Februari 1946. Padahal jauh sebelum itu pers sudah lahir dan berkembang di Sumbar. ”Sejumlah saran dan pandangan telah muncul soal hari pers. Salah satunya, menjadikan hari terakhir terbitnya surat kabar Medan Prijaji sebagai HPN. Tapi menurut saya, pers di Sumbar telah berkembang sebelum itu,” kata Ketua Umum PWI Pusat Margiono, ketika bersilaturahmi ke Padang Ekspres, kemarin. Margiono yang juga Direktur Jawa Pos (Grup Padang Ekspres) pada kesempatan itu didampingi Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, Wakil Ketua PWI Sumbar Zulnadi, Anggota Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sumbar Adi Bermasa, dan Wakil Bendahara PWI Sumbar Arbaini Ben. Rombongan PWI tersebut diterima Pemimpin Umum Padang Ekspres Sutan Zaili Asril, Pemimpin Perusahaan Padang Ekspres Wiztian Yoetri (Ketua DKD PWI Sumbar), Pemimpin Umum Posmetro Padang Marah Suryanto, Pemimpin Perusahaan Posmetro Padang (Bendahara PWI Sumbar) Jayusdi Effendi, Pemred Posmetro Padang Yulius Putra, dan Pemred Padang TV (Ketua Siwo PWI Sumbar) Firdaus. Medan Prijaji terakhir terbit 3 Januari 1912. Pada 23 Agustus 1912 surat kabar itu pun ditutup. Sedangkan pers atau jurnalistik di Sumbar sudah berkembang sejak zaman pergerakan. Margiono mencontohkan sosok Mahyudin Datuk Sutan Maharadja, yang memiliki dan mengeditori tidak kurang dari enam surat kabar berbahasa Melayu di Padang antara tahun 1890-1921. Begitu juga Dr Abdul Rivai yang lewat tulisan-tulisannya yang cerdas dalam surat kabat Bintang Hindia yang terbit di Amsterdam (1903-1907). Tulisan-tulisan tersebut telah memberikan berbagai informasi dan pengetahuan berharga kepada kaum sebangsanya di tanah air waktu itu. “Apakah ‘seabad usia pers nasional’ diukur dari lahirnya Medan Prijaji. Lalu bagaimamana dengan surat kabar-surat kabar pribumi yang lahir sebelum itu, apakah itu dianggap bukan bagian pers nasional,” ungkapnya. Ia menantang PWI dan penggerak pers di Sumbar membuat suatu kegiatan monumental, yang bisa menjadi acuan sejarah pers, sekaligus men-’tasbihkan’ Sumbar sebagai kiblat pers. “Kalau bisa, kita akan menghadirkan Presiden SBY,” kata Margiono yang menyarankan, kegiatan monumental tersebut diadakan di Danau Kembar, Kabupaten Solok. Margiono begitu terkesan dengan panorama Danau Kembar, ketika ia berkunjung ke Solok Selatan, menghadiri Konfercab PWI. Menjawab tantangan Margiono, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar mengajak Padang Ekspres Grup menerima tantangan itu. “Ini merupakan PR bagi kita,” kata Basril Basyar. PWI Makin Lincah Bicara soal program kerja setelah terpilih sebagai Ketua Umum PWI, Margiono menegaskan bahwa PWI harus memberi manfaat pada anggotanya. Sebab menurutnya, organisasi ada untuk anggota, bukan untuk pengurus. “Organisasi (PWI) mesti berjuang untuk pendidikan dan kesejahteraan anggotanya. Ini koreksi ke dalam bagi PWI,” kata Margiono. Tentang PWI yang anggotanya mencapai 15 ribu, sehingga PWI terkesan lamban, Margiono memandang perlu penyegaran dan pembaruan. “Walau gemuk, tapi harus lincah. Lincah memperbarui semangat kebebasan dan kemerdekaan pers.” Ia melihat kecenderungan wartawan masuk organisasi sangat kurang. Padahal, berorganisasi sangat penting. Tidak saja dalam pembelaan bagi wartawan yang mengalami kasus pemberitaan pers, tetapi juga dalam melakukan pendidikan, pelatihan dan keterampilan jurnalistik. “Inilah yang saya tekankan kepada pengurus PWI daerah. Tidak saatnya lagi mempersulit anggota untuk masuk PWI. Kalau jelas dia wartawan, tak perlu dipersoalkan dia jadi anggota. Tentang pelatihan, pendidikan bisa sambil berjalan,” ungkap Margiono. Selain itu, Margiono yang baru terpilih menjadi Ketua Umum PWI dalam Kongres PWI di Banda Aceh sebul lalu, juga menyebutkan berbagai agenda yang akan menjadi prioritas utama PWI ke depan. Di antaranya mengembalikan idealisme media kepada pers perjuangan. Sebagaimana semangat media-media pada zaman perjuangan dulu. ”Agenda PWI yang lainnya melakukan pembelaan terhadap wartawan. Semua kasus-kasus terkait pemberitaan yang melibatkan wartawan, harus di selesaikan lewat Undang-Undang Pers, bukan dengan hukum pidana. Untuk itu, kami sudah mengadakan pertemuan dengan Kapolri dan Menkominfo sehingga terjadi persamaan persepsi,” ujarnya. PWI juga akan melakukan judicial review terhadap pasal-pasal yang bertentangan dengan semangat kemerdekaan pers dalam Undang-Undang Pemilu. Pada salah satu pasalnya masih membolehkan pencabutan izin sebuah media. “Ini kan lucu,” ulas Margiono. Di awal silaturahmi Sutan Zaili Asril menjelaskan perkembangan Padang Ekspres Grup. Selain Padang Ekspres, Posmetro Padang, dan P’Mails (khusus untuk pelajar) Padang Ekspres Grup juga punya media elektronik dengan lahirnya Padang TV, serta portal berita Padang-Today. Silaturahmi penuh kekeluargaan itu diakhiri dengan berbuka bersama. (***) http://www.padangekspres.co.id/content/view/17212/1/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
