Se6tuju...
saya pikir disanalah letak khasnya Sumatera barat
Saya rasa pihak resto/hotel juga bisa kreatif, mungkin dengan dlivery srvices
atau sejenisnya.
Di Bali, pas Nyepi memang sama sekali ga ada apa-apanya disana, tapi tetap aja
turis berbondong-bondong kesana. Semua ga bole beraktfitas, bahkan untuk sholat
jum'at pun dikawal, harus jalan kaki, ga boleh pake motor, jadi yang rumahnya
jauh dari mesjid/musholla terpaksa ga sholat jum'at. Jadwal penerbanganpun
Stop, dan anehnya ga ada komplain dari AKBB atau kaum pluralis...
tapi kenapa begitu Bulan Ramadhan tempat mkan dan hiburan malam ditutup semua
pada komplain???
Negara yang anehhhh
auliah azza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bukannya model seperti ini menguatkan bahwa sumbar ada serambi mekkah
? Dan menjadi nilai tambah. Menurut saya seru, lihat orang berbelanja
makanan-makanan yang ada saat bulan puasa saja.
Menurut saya, tamu harus mengikuti peraturan rumah yang dikunjunginya.
Kalau kita sebentar-sebentar mengikuti tamu, lama-lama kita
diinjak-injak donk, atau mau diatur seenak dewe.
Dan pintar-pintar pengelola pariwisata lah untuk mencari tempat makan
yang buka siang hari, kalau perlu bersusah payah memesan nasi ke
restaurant.
Kesannya jadi cengeng ya .... dan ga kreativ gitu ...
auliahazza.f.35
On 9/4/08, Fajar Izzani wrote:
> Kayaknya judul nggak enak, tak ramah pada wisatawan?..... ya nggak lah ...
> masa untuk tidak diperbolehkan restoran pada bulan puasa buka pada siang
> hari , dibilang tidak ramah .... emang ya yang datang ke Sumbar .bukan
> muslim ada juga non muslim ....
>
> contoh ... di Bali ....
> pada waktu nyepi ... semua baik yang orang bali maupun non bali .... tidak
> boleh ada kegiatan 1 harian ..
> dan tidak sedikit orang pendatang ...yang tinggal disana dan tidak sedikit
> juga para wisatawan .yang notabene mereka tidak mengenal ritual nyepi ...
> apakah itu juga tidak ramah ...., dan coba di mekkah kalau azan berkumandang
> semua toko2 pada tutup (apa itu juga tidak ramah) emang 1 harian tidak ada
> kegiatan (closed) nah ... begitu juga kita hanya 8 jam (closed) restaurant
> bukan aktivitas ... masa dibilang tidak ramah pada wisatawan.... hanya
> solusinya saja yang perlu ..dan setiap daerah punya daya tarik dan
> kepribadiannya sendiri ...
>
> ..... kalau wisatawan menginap di hotel .. sebelum keluar makan/minum dulu
> di hotel
>
> maaf kalau ada salah
>
> Salam
> FI
>
>
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---