Assalamualaikum W.W
Pesta
demokrasi menjelang pemillu 2009 sudah mulai terasa. Para caleg sudah mulai 
mengatur siasat menuju senayan dan didaerah sementara itu di
sisi lain  kasus korupsi satu persatu
mulai disidangkan didaerah dan dipusat. Berbagai media baik elektronic mupun
cetak berlomba-lomba menayangkan pemberitaan terbaru terkait temuan korupsi
oleh KPK. Seperti jamur di musim hujan. Belum selesai satu, dua lagi waiting
list. Pengungkapan korupsi yang silih berganti ini  menimbulkan berbagai 
gejolak dibenak
masyarakat. Semua sepertinya sudah serba salah. Untung saja tidak ada ibu Ibu
yang memberi nama anaknya Korupsi bin Indonesia ,  karena kata ini paling 
poluler sekarang
begitu saya ketik korupsi di mesin pencari google ada 4.570.000 kata ditemui.
 
Jumlah
kasus-kasus korupsi yang di ungkap sungguh melewati nalar dan akal sehat bangsa
kita. Dari segi jumlah nilainya. Jumlah anggota dewan yang terlibat. Jumlah 
kota maupun kabupaten
tempat korupsi. Termasuk juga jumlah modusnya yang bermacam-macam. Sulit bagi
kita memilah milah mana anggota dewan yang bersih dan mana yang harus jadi
panutan dan teladan masyarakat. 
 
Kekuasaan itu cenderung korup(Lord Acton).Seolah menjadi kenyataan. Karena kita 
telah sepakat
berdemokrasi dinegeri ini, kekuasaan harus selalu diawasi, transparansi adalah
mutlak. DPR dan DPRD harus diawasi dua puluh empat jam sehari.  Rakyat negeri 
ini harus kerja keras bila masih
ingin berdemokrasi.
 
63 tahun merdeka seolah olah yang kita pelajari
adalah hanya bagaimana menyalahgunakan kekuasaan dan mencari metode baru untuk
melakukan korupsi agar tidak mudah terungkap. Kalau masih ingin melihat negeri
ini tetap exist maka tidak ada jalan lain, apapun gerak-gerik DPR dan DPRD
harus diawasi dan dicermati.Kalau perlu disetiap
daerah didirikan Lembaga Masyarakat pemantau anggota dewan tersebut. Cara mudah
sebenarnya ada ditangan masyarakat dengan mulailah memilih caleg yang benar
benar punya track record yang baik, ada satu pepatah tua dari negeri cina “padi
yang ditanam belum tentu menghasilan beras apalagi lalang yang anda tanam”. 
 
Pengalaman tidak dibutuhkan lagi karena
pengalaman yang ada hanya pengalaman korupsi. Tidak pula salah bila anda
bertemu muka dengan caleg anda tembak langsung saja dengan kalimat “ Kalau tuan
nanti korupsi atau terindikasi korupsi saja  akan bakar rumah tuan”, dari pada 
membakar ban
dijalan.
 
Para ahli dibidang penyakit masyarakat harus kerja lembur untuk mencari 
penyebab peyakit hyper corruptus ini. Yaitu suatu
keadaan dimana korupsi sebagai bentuk penyimpangan moral telah melewati
batas-batas nalar kemanusiaan. Dengan perubahan undang undang kita, Mari kita 
mulai dari  anggota dewan  akan dia yang bersih bekerja malampang orang orang
pemerintahan yang berjalan diluar jalur. Kita harus membersihkan rumput
disekitar pohon kopi agar batang kopi menghasilkan buat yang banyak.
 
Marilah
kita pilih caleg caleg fresh yang punya dedikasi tinggi. Yang sudah
berpengalaman tidak usahlah dipilih lagi.. Pengalaman mereka tak ada manfaatnya
sama sekali. Paling tidak itulah sekurang-kurangnya yang dapat kita lakukan
memilih orang baru dengan harapan baru dalam pembaruan pada pemerintahan baru
yang akan terbentuk nantinya. Semoga pilihan kita nantinya dapat memberi 
keteladanan
yang lebih baik  dari sekarang.. Amin

 Wassalam
Zulkarnain Kahar, 50th kurang sepuluh hari



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke