Dek Mak Ngah takana jo Rimbo Gadang, mambuek ambo takana lo
jo pengalaman ambo di Rimbo Gadang Sulawesi Tengah, iko ambo posting 
Palanta, sebagai selingan sajo babagi carito jalan hiduik jo sanak2 di Palanta 
ko
salamaik mambaco, semoga brkenan. welcome to the jungle ( a song from Guns and 
Roses)...Salam-Jepe (43, Pku)
---------------------------




PENGALAMAN SURVEY DI HUTAN/RIMBA (VIRGIN FOREST) SULAWESI TENGAH   

(OLEH : Ir, ANDIJUPARDI) 

 

 

Dalam perjalanan hidup
saya pengalaman yang berkesan dan bersejarah terlalu sulit untuk
dilupakan, pengalaman ini selalu seakan muncul lagi didepan mata dan saya
masih bisa merangkainya dalam bentuk tulisan walaupun tanpa ada catatan/Diary.
Pengalaman yang berkesan tersebut adalah saat saya survey tata batas HPH
di Sulawesi Tengah selama 23 hari hidup (survive) di tengah belantara hutan
perawan.

 

Pengalaman ini begitu
menguras energi, begitu menempa secara mental dan psikis dan suatu hal yang
belum pernah dialami sebelumnya dan membayangkannyapun sangat sulit. 

 

Sekitar Pertengahan tahun
1988 setelah saya menyelesaikan kuliah di Fahutan IPB, sebelum saya berbagi
cerita ini dengan kawan-kawan..nah ini pengalaman hidup saya yang ringan akan
saya utarakan juga. Saya lulus atau ujian konprehensif (Kesarjanaan) di Fahutan
IPB cukup berkesan dan gampang diingat. Waktu itu tanggal 21 Maret 1988 pas
saat berlansungnya Tinju Kelas Berat antara Mike Tyson yang begitu populernya
saat itu dengan........ (Saya lupa) di Jepang kalau nggak salah. 

 

Salah satu Dosen penguji
saya yang candu berat sama olah raga tinju hampir menunda ujian Sarjana. Hati
saya sempat kecewa karena segala sesuatu telah saya persiapkan, pada hari H
(tgl 21) saya telah datang kekampus dengan pakaian yang rapi dan berdasi.
Akhirnya Dosen tersebut menangkap raut muka saya yang kecewa tersebut. Beliau
mengatakan " Tunggu ya mudah2an pertandingan ini selesai lebih cepat..Mike
Tyson di Ronde Awal mudah2an menghempaskan lawannya (KO)"

 

Saya bersama dosen-dosen
yang lain di ruang Sidang ikut bergabung untuk menyaksikan secara lansung
pertandingan tinju tersebut yang disiarkan secara lansung oleh TVRI. Dugaan
Dosen penguji saya tersebut sesuai skenario yang diharap lawan Tyson 
menumbang/KO lawannya pada Ronde Pertama..dan saya tahu Bpk Dosen ini tentu 
tidak berharap lawan
Tyson tidak secepat itu KO..minimal 5 Ronde.

 

TV dimatikan..ujian
kesarjanaan saya akhirnya batal ditunda..dan Alhamdulillah 2 jam lebih dari 
awal saya
diuji sampai mereka bersidang,  mereka mengambil keputusan "Selamat
Anda Lulus resmi jadi Sarjana Fahutan IPB dengan Nilai B. Seminggu sesudah itu
saya dilantik (Tgl 27)..nah tanggal 21 adalah batas akhir ujian Mahasiswa untuk
dilantik/wisuda tanggal 27 di IPB. Seandainya ujian Konprehensif saya ditunda,
saya harus menunggu lagi 3 bulan dari wisuda tanggal 27 Maret tersebut 

 

Pengalaman ini cukup
berkesan....Mike Tyson punya andil secara tak lansung,Dia telah
menghempaskan lawannya pada ronde pertama. 

 

 

Kembali tulisan saya
tentang pengalaman survey tersebut, salah satu dosen di Fahutan menawarin saya
untuk ikut survey tata batas salah satu HPH di Sulteng bersama Konsultan.
Awalnya bathin saya menolak alasannya menurut kakak kelas yang pernah ikut,
diantara kegiatan survey di hutan inilah yang paling berat. 

 

Saya terombang
ambing..terima..tolak..terima..tolak, tapi pada intinya kami mahasiswa Fahutan
tidak mengenal kata cengeng..kami diajarkan cara-cara hidup di hutan dengan
praktek lapangan selama 3 bulan. Lagu Kebangsaan/Himne Fahutan selalu berteriak
rumahku..istanaku adalah Rimba Raya. Dari segi mental saya telah siap..tapi
itulah manusiawi sekali kalau saya berpikir.."Saya baru lulus ikut survey
ke Hutan...alangkah sedih dan hibanya hati orang tua saya yang telah
menyekolahkan saya sampai sarjana...diawal-awal kelulusannya telah terjadi
sesuatu yang tidak diinginkan pada anaknya..walaupun masalah ajal/usia absolut
hanya Tuhan yang tahu"

 

Hati saya bulat segala
sesuatu telah saya tandatangani terutama menyangkut Hak (Upah)  dan
Asuransi serta pernyataan penting lainnya. Dari Bogor rombongan kami menuju 
Jakarta dan
dilanjutkan penerbangan ke Ujung
  Pandang (Transit) seterusnya ke
Palu ibu kota Sulawesi
Tengah.

 

Di Palu kami istirahat 2
hari untuk mempersiapkan perlengkapan dan logistik yang akan dibawa menuju
hutan sambil berkoordinasi dengan Instansi terkait seperti Kanwil dan Dinas
Kehutanan setempat.

 

Perjalanan menembus hutan
belantara di mulai..kami berangkat dari Palu menuju ke Base Camp HPH (sekitar
175 Km dari Palu) dengan menyewa Hard Top. Perjalanan inipun sangat berat dan
menguras energi kami. Pada saat itu jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan
Kota Palu dengan Manado sedang
di buka. Bukan cerita aneh lagi disetiap perjalanan kami terpuruk di kubangan
lumpur...saling tarik menarik dengan mobil yang lain...Ban mobil harus memakai
rantai disaat jalan licin dan menanjak..menyebarangi sungai dangkal...kelaparan
ditengah hutan yang baru dibuka..karena warung makan belum ada, biasanya kami
ikut makan bersama pekerja-pekerja jalan yang membangun camp darurat.
Akhirnya perjalanan yang melelahkan ini kami tempuh 2 hari satu malam. 

 

Sampai di Base Camp HPH
kami istirahat...malamnya kami dijamu oleh tuan rumah dengan ikan bakar, udang
segar (Base Camp terletak
dipinggir Pantai). Pagi besoknya kami mempersiapkan tambahan logistik terutama
bahan makanan dan mencari tenaga kerja lokal setempat untuk membantu kami
membawa logistik dan alat-alat survey.

 

Titik ikat dan Starting
Point telah ditentukan (Biasanya batas alam pertemuan muara sungai dengan
pantai)....azimuth (arah) dipeta yang akan kami tata batas dan nantinya kami
rintis telah tergambar di Peta...Welcome to the Jungle (kata sebuah judul lagu
Gun and Roses).

 

Bukit kami daki...lurah
kami turuni..sungai dangkal kami sebarangi..berjalan dan berjalan terus
sesuai dengan azimuth yang telah ditentukan...pengukuran batas dilakukan dengan
alat ukur Theodolith ..disaat menjelang  magrib kami berhenti dan membuat camp 
peristirahatan
darurat...saya turun tangan menyiapkan makanan karena saya hobby
memasak...kawan nasi sederhana saja...ikan asin...cabe giling...sarden
kalengan..kadang-kadang saya tumis sayur pakis dengan udang sungai yang dicari
penduduk lokal (suku penduduk lokal Sulteng adalah Suku Kaili)...mie instan
tentu tidak ketinggalan.

 

 Lima hari
pertama begitu letih dan pegalnya badan in terasa..tapi setelah itu..sepertinya
langkah yang diayunkan begitu ringan dan terlatih. Malamnya kami tidur dalam
kesunyian hutan rimba...suara khas serangga..binatang kecil hutan tropis
seperti hiburan tersendiri bagi kami. Jika kami menemukan sungai yang air
bening,  raga  ini kami ceburkan..untuk mendapatkan kesegaran
yang luar biasa..mungkin kamilah yang baru pertama kali menjejakkan telapak
kaki di sungai hutan tropis tersebut.

 

Aroma hutan tropis dengan
cuacanya yang lembab...sinar mentari yang menerpa dibalik canopy (tajuk)
pohon-pohon raksasa, tumbuhan lantai hutan yang beraneka ragam warna, katak
yang berwarna eksotik begitu juga dengan kupu-kupunya, suara primata yang
bersahutan....burung-burung yang berkicau adalah suatu hidangan mata yang
begitu memesona. 

 

Saya sendiri menyaksikan
secara lansung binatang Endemik hutan sulawesi yaitu Anoa lagi minum disebuah
anak sungai..serta primata (monyet) ukuran super kecil jenisnya saya lupa.
Pohon/Kayu Hitam atau Ebony diameter 150 cm yang selama dibangku kuliah
dipelajari...berdiri dihadapanku. (Sekilas kayu Ebony : Kayu ini harga sangat
mahal saking mahalnya Pengusaha HPH mengekploitasinya di Sulteng..setelah
ditebang dihutan diangkut sepotong demi sepotong dengan Helikopter ke Log
Pond/tempat penumpukan kayu di Base Camp HPH).

 

Dihari ke lima belas
kami kehabisan bahan makanan, ini diluar dugaan karena survey tata batas tentu
kami harus terus merintis sesuai dengan arah kompas yang telah ditentukan..tapi
kenyataan dilapangan bertemu dengan jurang atau sungai besar yang tidak bisa
kami lewati..nah tentunya kami merubah arah untuk menghindari jurang dan sungai
tersebut dengan membuat rintisan baru sampai bertemu lagi pada azimuth semula.

 

Tenaga kerja lokal kami
utus untuk menjemput bahan makanan dan kami membuat camping ground disekitar
anak sungai. Nah inilah salah satu pengalaman yang paling berkesan selama
kehabisan makanan walaupun hanya 2 hari kami bertahan dengan memakan sejenis
pucuk rotan yang direbus, rasanya kecut dan sepat tapi lumayan buat mengganjal
perut..kadang-kadang kami mencari udang-udang kecil disungai serta siput yang
bisa dimakan...kami rebus saja dengan garam. Alhamdulillah semua rombongan
masih dalam keadaan sehat-sehat saja..hanya raut wajah keletihan dan
kelaparan karena asupan makanan tidak memadai.

 

Penduduk yang kami utus
telah datang membawa bahan makanan...dan kami bisa menikmati lagi dengan
lahapnya nasi panas besrta ikan asin dan sarden kalengan. Gula..teh dan kopi
serta beberapa susu kental manis adalah minuman wajib kami setiap pagi dan
malam sebelum tidur. Saya sendiri untuk tambahan vitamin meminum 1 butir
supradin setiap harinya dan telah saya persiapkan dari awal 3 tube.

 

Dihari-hari akhir menuju camp kembali nah
disinilah saya merasakan keletihan karena gangguan kesehatan. Kaki saya lecet
dan penuh kutu air hal ini disebabkan selama survey kaos kaki dan sepatu tidak
pernah kering selalu basah dan lembab. Saya coba bertahan untuk terus berjalan
menuju Camp dan sekali-kali di papah oleh penduduk lokal..bahkan dia
menawarkan saya untuk ditandu...akhirnya saya pasrah karena setiap kaki
yang saya injakan terasa perih dan dari bukit terakhir telah nampak camp HPH,
akhirnya saya ditandu menuju camp.

 

Sesampai di Camp kaki saya
diobati...kami melepaskan lelah ditubuh...menyantap hidangan yang selama 23
hari lepas dari mulut kami, kembali Ikan Bakar, Udang Goreng, Cumi...Ikan
Kerapu. Malamnya di Camp begitu terlelapnya saya tidur..bayangan mimpi
apapun  tidak pernah singgah dalam tidur dengan tubuh dan mental yang
lelah ini. Besok paginya kami sudah mendapat kesegaran kembali..kaki 
saya sudah mendingan
walaupun masih sakit diinjakan. 

 

Kami santai sejenak selama
beberapa hari di Camp untuk
menyelesaikan dan menulis ulang data-data yang telah kami peroleh. Sebelum
kembali ke Palu saya membawa oleh-oleh dari penduduk lokal (Suku Kaili) madu
Asli yang diambil/panjat dihutan. Madu ini saya kirim ke orang tua..inilah
oleh-oleh pertama saya buat  orang tua dan keluarga di Padang selama
saya survey dihutan. 

 

Perjalanan ini pasti
ada akhirnya..dan itu adalah kami kembali dengan selamat sampai di Bogor. Sebuah
suntikan antibiotik dan obat-obatan yang dikasih dokter di Bogor...membuat
saya berjalan normal kembali. Berita yang saya dapat dari orang tua di 
Padang..madu
yang saya kirim melalui paket..pecah dan tumpah...dan mereka masih sempat 
mencicipi
madu yang masih tersisa...madu dari hasil perjalanan
anaknya berpetualangan di hutan rimba perawan Sulawesi Tengah. 

 

 

 Simeulue 30 Juni 2006 

 

 





--- Pada Sab, 6/9/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: hambociek <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: KUBANG SAHARJO --Mak Ngah
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 6 September, 2008, 8:03 AM

Tarimo kasih banyak Angku Katik Sati. Iyobana indak tahu ambo 
istilah "Kubang Saharjo" tu cako dan hubuangannyo jo bakuhampeh. 
Disangko ado Kubangan Kabau tampek panuah lunau bakuhampek. Ambo 
sabana sanang mancaliak kabau bakubang, apolai kok bakuhampeh. Tapi 
Saharjo ko dimaa lo lah ha. 

Dalam pajalanan ambo marancah rimbo dari Tigojangko (Lintau) ka 
Tamparungo (Sumpu Kuduih) sisuak ambo sanang bana mancaliak kabau 
banyak lapeh baitu sajo, tampaknyo indak bakaluani bagai doh. 
Mareka  bakubang dengan damainyo di bancah-bancah di tapi rimbo. 
Balain jo kabau awak di Ampek Angkek, kabau sikua-sikua baskaluani, 
digubaloan anak-anak gubalo. Kabau awak di ampek Angkek tu bakubang 
di sawah nan lah dijaja. 

Mancaliak kabau banyak di tapi rimbo ko, biasonyo ambo baranti 
sabanta bamanuang sambia minun, mamparatikan bara amannyo mareka 
dalam habitatnyo. Indak tampak di ambo kabau-kabau tu bakuampeh doh. 
Biasonyo mareka tacangan-cangang pulo mancaliak ambo musafir lalu 
nan maparatikan mareka elok-elok. Kadang-kadang ambo manyapo 
mareka "mangowek-ngowek ketek" maniru bunyi kabau tu. Nikmatnyo, 
mareka pun tacangang-cangang mangowek lo baliak. Ambo 
interpretasikan inyo mambaleh salam assalamualaikum dari ambo. Iyo 
bana, ruponyo kabau pun pandai manjawek salam...

Lapeh dari "daerah kabau" di tapi rimbo, ambo banyak basuo jo karo 
nan kadang-kadang dalam kasunyian hutan mangajuiki ambo dari ateh 
kayu sambia manggoncang-goncang dahan ketek. Mungkin inyo pun 
manyapo mangucapkan assalamujalaikum pulo ka musafir lalu. Dek 
takajuik kadang-kadang iyo maramang bulu kuduak awak. Maklumlah awak 
surang pulo bajalan di rimbo gadangnyo. Tapi sudah tahu lah jaleh 
ado kawan sarimbo diateh kayu tu, ambo caliak bana inyo elok-
elok; "Aa garah du? Anto bakajuik-i den?" Biasonyo digauik-gauiknyo 
pawonyo, mangipeh-ngipeh ikuanyo, mungkin inyo mainterpretasikan 
tanyo MakNgah tu sabagai "Alaikum salam" dari Salamnyo nan 
mangajuikkan tadi. Baitulah damainyo iduik di rimbo, lai sapo-
manyapo jo caro dan isaratnyo masiang-masiang ...

Salam,
--MakNgah
Nan takana jo Rimbo Gadang

--- In [EMAIL PROTECTED], "ET Hadi Saputra" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> 
> 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke