<Manolah ajo jo cik-uniang Piaman nan ado di palanta RN ko.
Marilah kito duduak disuduik palantako ikuik mandiskusikan
soal pembangunan Piaman Laweh. Manunjuaklah kalau alun
masuak di milis Piaman-Laweh. Babisiak sajolah di japri,
supayo indak tagaduah sanak lain nan sadang badiskusi
topik topik angek, saangek kahwa.

Salamaik manahan lapa

ajoduta

ps. bacolah berita dibawah

---------- Forwarded message ----------
From: dutamardin umar <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, Sep 6, 2008 at 4:55 PM
Subject: Tiga Tahun Kepemimpinan Muslim Kasim-Ali Mukhni
To: [EMAIL PROTECTED]



Assakaamu'alaikum sanak, salamaik bapuaso.

Waktu ambo pulkam Juli lalu, dikampuang ambo Gasan Gadang juo sadang
dibangun pelabuhan ikan. Batang Gasan sadang dipadalam dan ditembok
kiri kanan. Dimuaro dibibia pantai sadang disusun batu gadang gadang untuak
manahan ombak. Kapasia urang tingga manyisia pinggia sungai nan sadang
takarangko jalan gadang. Cuman sayang ikan larangan di bawah jambatan
mailang. Mungkin takuaik dek bunyi traktor dan mangaum ngaum.

Akan batambah majukah Piaman Laweh? Kito tunggulah..........

Wasslam
ajoduta

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tiga Tahun Kepemimpinan Muslim Kasim-Ali Mukhni
Padek,
Sabtu, 06 September 2008

Berhasil Tekan KK Miskin Hingga 50 Persen

 Tanggal 5 September 2005, Muslim Kasim dan Ali Mukhni dilantik
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi atas nama Mendagri menjadi Bupati dan
Wakil Bupati Padangpariaman. Bagi Muslim Kasim, memimpin
Padangpariaman adalah melanjutkan kepemimpinannnya,
sedangkan bagi Ali Mukhni adalah jabatan pertama baginya menjadi Wakil
Bupati. Tiga tahun dipercaya rakyat Padangpariaman dalam memimpin
daerah yang kaya dengan kelapa ini, memang telah banyak yang diperbuat
pasangan Muslim Kasim dan Ali Mukhni, dengan kemajuan daerah ini,
maupun untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakatnya.
Tiga tahun memimpin Padangpariaman, pasangan ini berhasil menekan
jumlah keluarga miskin 50 persen, yakni dari 28.000 KK pada tahun 2006
menjadi 14.000 KK pada awal tahun 2008.

Perkembangan investasi yang terjadi selama tiga tahun terakhir juga
mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Di antaranya pabrik
pakan ternak di Padang Industrial Park (PIP), pembangunan Water Boom
di Anai Resort, penelitian potensi pasir besi lepas pantai dan air
minum kemasan di Lubuk Bonta, pembangunan hotel berbintang di BIM dan
berbagai negoisasi pembangkit listrik tenaga biogas yang dikaitkan
dengan pengelolaan limbah. "Semua ini terjadi bukan begitu saja, namun
dilakukan atas kerja keras," kata Bupati Muslim Kasim.

Tiga tahun memimpin Padangpariaman pasangan Muslim Kasim dan Ali Mukni
melalui perjuangan panjang sendiri.  Perjuangan yang panjang baru
membuahkan hasil dengan ditetapkannya Perda No 02 tentang Perpindahan
Ibukota ke Nagari Parik Malintang Kecamatan Enam Lingkung.

Perda itu ditetapkan tanggal 2 Juli 2008, tepat 6 tahun setelah
berdirinya kota otonom Pariaman tanggal 2 Juli 2002. "Insya Allah, PP
tentang Ibukota ini akan lahir dalam bulan September ini juga, tepat
tiga tahun kepemimpinan kami," ujar Muslim.

Nagari Parit Malintang, semula tidak masuk alternatif ibukota, setelah
lokakarya Ibukota di Bukittinggi yang juga dihadiri oleh Gubernur
Sumbar, baru muncul aspirasi agar seluruh kecamatan diminta aspirasi
dan kesediaan calon lokasi ibukota.

Dalam penjaringan aspirasi ke-17 kecamatan, dari empat kecamatan yang
diteliti muncul usulan lima kecamatan lagi termasuk Parit Malintang di
Kecamatan Enam Lingkung sehingga calon menjadi sembilan. Akhirnya
Parit Malintang dianggap paling memenuhi syarat, berhasil ditetapkan
oleh sidang paripurna DPRD.

Dibangunnya Jalan Lingkar Duku – Sicincin sepanjang 20 Km dengan lebar
DMJ 46 m ternyata menjadi faktor pendukung Parit Malintang dari aspek
aksesabilitas. Jalan ini mulai dirintis tahun 2004, namun secara
efektif dikerjakan mulai tahun 2007 dan diharapkan tuntas tahun 2009.
Tujuan pembangunan Jalan Express Way ini adalah untuk menghindari
jalan negara yang selalu macet di Lubuk Alung dan Sicincin.

Di antara jalan negara Padang – Bukittinggi dan Jalan Lingkar inilah
letak lokasi Ibukota Kabupaten Padang Pariaman yang baru. Lokasi 100
ha ini diserahkan oleh ninik mamak secara cuma-cuma sebagaimana tanah
Jalan Lingkar dan area Sport Hall, kecuali penggantian tanaman. "Jadi,
partisipasi masyarakat dalam pengadaan tanah untuk tiga proyek besar
ini sangat tinggi nilainya dalam Pembangunan Infrastruktur Padang
Pariaman ke depan, dan ini sangat perlu kita syukuri," ulas Bupati.

Khusus pembangunan infrastruktur jalan, sebelumnya sejak tahun 2006
Pemprov Sumbar telah memulai program pembangunan jalan alternatif
Sicincin – Malalak 22 Km untuk menghindari kemacetan periodik di
Lembah Anai. Ujung Selatan jalan Sicincin–Malalak disambungkan dengan
Jalan Lingkar Duku – Sicincin, tepat di lokasi Ibukota yang baru.

Sementara ujung utara Jalan Lingkar Duku–Sicincin di Kapalo Hilalang
disambungkan dengan jalan alternatif Sicincin – Malalak di Nagari
Tandikek dan akan dilanjutkan ke Padang Alai Palak Tabu, bertemu
dengan jalan provinsi di Sungai Geringging. Keseluruhan jalan baru,
jalan alternatif dan peningkatan jalan baru lingkar luar akan membuka
kantong-kantong produksi yang dapat dibuktikan dalam 10 tahun ke
depan.

Tiga tahun memimpin Padangpariaman hal yang cukup membanggakan bagi
Muslim Kasim dan Ali Mukhni adalah, datangnya duet memimpin negara ini
ke Padangpariaman secara bergantian. Pada Agustus 2006, Wakil Presiden
Jusuf Kalla mencanangkan Sumatera Barat sebagai Sentra Kakao di Nagari
Lubuk Pandan.

Dari alokasi 150.000 ha untuk Sumbar, Padangpariaman mendapat kuota
perluasan sampai 20.000 ha menjelang tahun 2010. Pada tahun kedua
2008, sudah terjangkau separohnya. Untuk 5000 ha yang sudah panen,
produksi 4.500 ton/tahun dengan harga terakhir Rp27 juta/ton.
Sekarang, unggulan kakao Sumbar terletak di Padangpariaman, baik luas
tanaman, kualitas buah dan terbebas dari berbagai permasalahan dan
hama.

Kemudian September 2006, 18 bulan setelah kunjungan Wapres, Presiden
SBY berkunjung pula ke Nagari Parik Malintang di calon lokasi RSUD
Regional Traumatic Centre untuk mencanangkan Pengentasan Kemiskinan
Berbasis Nagari di Sumatera Barat.

Motivasi yang diberikan Kepala Negara ini berhasil mendongkrak
semangat masyarakat 6 nagari di Padangpariaman yang menyatakan diri
bebas dari kemiskinan di awal tahun 2008, yakni Nagari Parit
Malintang, Toboh Ketek, Gadur, Lubuk Pandan dan Batu Kalang.

Dari  banyak hal yang telah diperbuat Muslim Kasim dan Ali Mukhni tiga
tahun memimpin Padangpariaman, masih banyak mesti yang akan dibuat di
Kabupaten Padangpariaman ini kemajuannya dimasa yang akan dating.

Yakni  permasalahan penggangguran yang tiap tahunnnya kian membengkak,
masalah buta aksara yang masih tinggi. Kemudian yang tidak kalah yang
perlu diperhatikan kinerja kepala SKPD di lingkungan Pemkab
Padangpariaman sudah saatnya dievaluasi menyeluruh. (darwisman)



--
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
Q.2/42
-------------------------------------------
Alam Terkembang Menjadi Guru
www.west-sumatra.com


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke