Assalamu alaikum warahmatullahhi wabarokatuh, 
  
Terima kasih dun sanak Zul Amry Piliang memuatkan tulisan budayawan Nelson Alwi 
untuk kita semua. Bernas dan memaku tajam dalam benak pemikiran kita. 
  
Semenjak lembaga kesurauan menjadi salah satu tapak pengukuhan budaya dan 
tamaddun Islam Minangkabau, karamah insaniyyah masyarakat Minangkabau meningkat 
dan menjulang tinggi. Memang tidak dapat di sangkalkan lagi yang kehebatan dan 
kesinambungan budaya, dan peradaban Minang selama ini berkait rapat dengan 
nilai pendidikan penghayatan pandangan hidup Islam/Islamic worldview dan 
keserbagunaan fungsi/multipurpose functions yang mendasari lembaga kesurauan 
ini. Dengan merosotnya nilai pendidikan, penghayatan Islamic worldview dan 
tidak relevan lagi pengetahuan dan kemahiran kegiatan extra-mural dan extra 
curriculum surau, maka merosot juga peradaban dan mutu keMinangkabauan yang 
akhirnya karamah insaniyyah masyarakat Minangkabau meleset dan muram. 
  
Yang mana lebeh berkesan dan kuat dalam menyebabkan kemunduran budaya surau 
yang unik hasilan khususiyyah/situational ini? Budayawan Alwi membicarakan 
kedua dua nya. Faktor dalaman-pemikiran dan budaya Minang dan faktor 
luaran-penjajahan politik dan ekonomi di kupas baik oleh penulis. Kekuatan 
tulisan ini ialah mempunyai analytical perspective yang padat. Selain dari itu 
beliau mengemukakan beberapa pandangan bagaimana lembaga kesurauan ini dapat di 
perbaiki atau di ubahsuaikan atau di cari gantian yang berfaedah/appropriate 
and beneficial alternative. Kesemuanya di jelajah oleh beliau. 
  
Penulis mengakui bahwa institusi kesurauan adalah hasil produk suatu zaman 
dalam sejarah perjuangan dan peradaban Minangkabau. Cerdik pandai Minang, di 
zaman itu, telah men-desain-kan pendekatan kurikulum pendidikan 
serbaguna/educational multipurpose functions and approaches di surau dengan 
tujuan menjawab perubahan perubahan yang sedang dan akan menimpa masyarakatnya. 
Specific but practical responses ini di olah untuk zamannya. Pengkhususan dalam 
tindak balas/ specificity in responses cerdik pandai dalam membina sistem 
pendidikan di surau berkait rapat dengan kekuatan kemasyarakatan/societal and 
social matrixes yang wujud di zaman itu. Apabila sendi sendi dan tiang tiang 
seri kemasyarakatan yang mengukuhkan dan melanjutkan kehadiran dan relevansinya 
institusi surau sudah tiada dengan sengaja atau tidak, maka penghayatan system 
surau semakin tempang atau semakin tidak nampak relevan atau mungkin juga 
menjadi batu halangan dalam era pembangunan sekarang. 
  
Penulis membayangkan akan kehilangan supporting infrastructure yang 
menghidupkan kesurauan ini. Kalaulah supporting infrastructure ini sudah mulai 
longgar dan dalam banyak hal payah sekali mengembalikan semula bertapak kukuh 
dalam masyarakat modern Minang sekarang ini, Maka satu satu pilihan yang ada 
pada masyarakat Minang abad kedua puluh satu ini ialah mencari ganti samada 
setanding dengan yang lalu atau membina baru menganti yang lama yang sudah 
tidak relevan lagi. Cerdik pandai dan anggota masyarakat Minang dahulu 
berganding bahu mengwujudkan system surau sebagai jawaban atau respons positif 
kepada perubahan yang di tinpakan kepada mereka. Cerdik pandai dan masyarakat 
Minang sekarang mestilah bekerjasama berganding bahu menjawab cabaran cabaran 
yang mereka sedang dan akan tempuhi. Cerdik pandai dan masyarakat Minang sadar 
bahwa cabaran mengolah baik pendidikan Minang sebagai bekal hidup masyarakat 
Minang berhadapan dengan cabaran cabaran di abad dua
 puluh satu ini. 
  
Allahyarham Pak Natsir pernah menyatakan kita perlu melihat dengan penuh 
takzimnya dan dengan rasa rendah diri akan glory of the past tetapi serentak 
itu kita mesti mempunya wawasan dan wacana merancang glory of the future. 
Sekiranya Minang dahulu bisa menempuh dengan keyakinan yang berimbang, Kita 
yakin Minang sekarang bisa meneruskan wasilah ini. 

--- On Sat, 9/20/08, Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Fwd : Surau, dan Kerisauan Orang Minang .
To: [email protected]
Date: Saturday, September 20, 2008, 4:39 AM







Perubahan bukan untuk dihindari, 
tak pula perlu ditakuti, 
ia datang setiap hari, 
tidak ada tempat untuk lari, 
Ia selalu punya arti, 
bersama atau sendiri, 
hidup atau mati, 
ia bukan teori, 
bukan pula dongeng geologi, 
Ia alam semula jadi, 
Ikuti saja intuisi, 
Semoga masih berfungsi, 
Bersama kita berbenah diri, 
mengajari anak sejak dini 
jangan lupa sembahyang dan mengaji  
agar lebih baik dari hari ini 
Luanda sabtu pagi


http://zkahara.wordpress.com/  Male  - 50th
kalau lurus jalan ke maninjau you must be in the wrong state....

--- On Sat, 9/20/08, zul amry piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: zul amry piliang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Fwd : Surau, dan Kerisauan Orang Minang .
To: [email protected]
Date: Saturday, September 20, 2008, 3:19 AM

Oleh : Nelson Alwi 

Sabtu, 20 September 2008 ( Suara Karya )


Dan dewasa ini sosok surau mengedepan memperlihatkan wujud dan corak 
tersendiri. Di pedesaan surau sering dimanfaatkan oleh para remaja 
yang suka begadang. Sementara di wilayah perkotaan, surau pada 
umumnya ditangani garin alias mahasiswa "praktik" yang sedang 
menuntut ilmu di perguruan tinggi berbasis (agama) Islam untuk 
kemudian hengkang setelah meraih gelar sarjana guna mencari 
pekerjaan yang dipandang lebih baik. Namun, kendati surau seolah 
tidak bisa lagi memposisikan diri sebagai sentra sosio-kultural 
berorientasi (ke)agama(an), satu hal, surau tetap merupakan tempat 
beribadah: sembahyang dan mengaji.*** 

* NELSON ALWI, Budayawan, tinggal di Padang 






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke