BPOM Tarik Produk Susu China
Wednesday, 24 September 2008
JAKARTA(SINDO) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan
produk susu asal China dari
pasaran.Langkah ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari ancaman
produk susu China.
”Mulai hari ini semua produk makanan dan minuman mengandung susu asal China
ditarik
dari peredaran. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban,” ujar
Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib seusai rapat dengar pendapat
dengan Komisi VIII di Gedung DPR,Jakarta,kemarin. Dalam surat Kepala
BPOM kepada asosiasi peritel Indonesia bernomor PO.04.01.1.4970 per 23
September 2008 disebutkan, ada 28 jenis produk makanan dan minuman
mengandung susu dengan 12 merek yang harus disita.
Asosiasi
peritel Indonesia diminta menindaklanjuti surat tersebut dengan menarik
produk tersebut dari peredaran, melakukan penyegelan, kemudian
melaporkannya ke BPOM. Produk yang harus ditarik dari peredaran antara
lain Jinwel
Yougoo, susu fermentasi rasa jeruk. Jinwel Yougoo aneka buah; Jinwel
Yougoo tanpa rasa; Guozhen, susu bubuk full cream; Meiji Indoeskrim
Gold Monas rasa cokelat; Meiji Indoeskrim Gold Monas rasa vanila; Oreo
Stick Wafer.
Kemudian, Oreo
Coklat Sandwich Cookies, M&M’s kembang gula cokelat susu, Snicker’s
(Biskuit-Nougat lapis cokelat), Dove Choc kembang gula cokelat, Dove
Choc,Natural Choice yoghurt flavoured ice bar, Yili Bean Club matcha
red bean ice bar, Yili Bean club red bean ice bar, Yili Prestige
Chocliz, dan Yili Chestnut ice bar. Selain itu, produk Nestle Dairy Farm UHT
pure milk, Yili High Calcium low fat milk beverage, Yili high calcium milk
beverage,Yili pure milk 205 ml,Yili pure milk 1 liter, Dutch Lady Strawberry
flavoured milk, White Rabbit creamy candy,dan Yili Choice dairy frozen yoghurt
bar (kembang gula).
”Ini
kita tarik dan kita amankan, tapi bukan berarti sudah terbukti
mengandung melamin. Ini untuk langkah pengamanan saja karena kita tak
mau ambil risiko,” ujar Husniah. Dia menjelaskan,penarikan
produk-produk tersebut akan dilakukan sampai ada hasil pemeriksaan
laboratorium yang menunjukkan produk itu terbukti bebas dari
kontaminasi melamin atau bahan berbahaya lain.BPOM juga telah
menginstruksikan balai-balai POM di seluruh Indonesia untuk memantau
peredaran susu dan produk susu dari China di dalam negeri sejak 18
September lalu.
”Tapi sampai sekarang belum ada
temuan,”katanya. Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia
(Aprindo) Tutum Rahanta mendukung langkah BPOM yang menarik produk susu
dari China.Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama industri
ritel. ”Kami sudah melakukan koordinasi dengan Departemen Perdagangan
(Depdag) untuk mengawasi produk makanan yang diduga mengandung susu
asal China,”ujarnya.
Ketua
Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi)
Thomas Darmawan menegaskan, jumlah makanan dan minuman yang mengandung
susu dari China relatif kecil. Menurut dia, sebagian besar produk
makanan dan minuman berasal dari dalam negeri. ”Masyarakat nggak perlu
panik dengan adanya penarikan produk makanan dan minuman asal
China,”katanya.
Asia Waspada
Selain Indonesia, negaranegara lain di Asia juga mengumumkan pemeriksaan ketat
dan melarang penjualan produk susu buatan China.
Susu
maut yang menewaskan empat bayi dan menyebabkan 54.000 anak sakit di
China itu telah menyebar ke lebih dari 20 perusahaan dan mencemari
berbagai produk, termasuk cokelat, yoghurt, biskuit,dan permen. Brunei
Darussalam,Singapura, Kamboja,
Taiwan dan Malaysia telah melarang produk susu dari China. Sejumlah
negara lainnya mengumumkan penarikan berbagai produk pangan yang diduga
telah terkontaminasi susu beracun itu.
Perusahaan raksasa penjual kopi Amerika Serikat,
Starbucks, menghentikan penjualan minuman yang terbuat dari campuran
susu di berbagai outlet mereka di China. Perusahaan pangan terbesar di
dunia,Hong Kong Nestle, pun menyatakan telah menarik semua produk susu
murni UHT setelah pengawas keamanan pangan menemukan melamin di
dalamnya.
Manufaktur besar Jepang, Marudai Food Co, juga telah
menarik ribuan produk, sedangkan Pemerintah Jepang telah memerintahkan
importir dan stasiun karantina untuk mewaspadai produk susu asal China.
”Penarikan dilakukan, meski tidak ada laporan masalah kesehatan dari
konsumen,”ungkap perusahaan itu. Asosiasi Gubernur Jepang meminta
pemerintah Tokyo untuk sementara menghentikan impor seluruh produk susu
China.”Pemerintah perlu memastikan langkah-langkah cepat,” kata
asosiasi itu memperingatkan.
Filipina
dan Vietnam kemarin menjadi negara terbaru yang mengambil langkah
pencegahan.Pemerintah Manila memerintahkan pelarangan impor dan
penjualan produk susu dari China. Sedangkan Vietnam telah memerintahkan
tes melamin pada produk-produk susu dan mengetatkan pengawasan pada
semua produk susu, khususnya yang diimpor dari China. (eko budiono/
rendra hanggara/ AFPAP/Rtr/ syarifudin)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---