Kanda Ridwan, Alhamdulillah lah kanda kirimkan ka palanta. syukur bana, ambo juo dapek amanah untuka manuliskan ka palanta, tapi ambo sadang cuti, tadi pagi jam 2 baru sampai dari kampuang, langsuang ambo ka kantua mancaliak email ko, alhamdulillah lah kanda kirimkan ka palanta. Ambo salut dnegan tulisan baliau, tadi malam sampai jam 3 ambo masih SMS jo pak K. Suheimi. Beliau bisa menulis sapanjang tu, saakurat tu tanpa baliau mamabawo buku katalog atau referensi, beliau menulis di depan Ka'bah. Wassalam, Elthaf
________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ridwan m sirin Sent: Friday, September 26, 2008 7:30 AM To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] DIBELAKANG IMAM (kiriman dr.KSuheimi no.3) Assalamua'laikum WR.WB, Dunsanak dipalanta RN yang dimuliakan Allah SWT. Tulisan-tulisan nan ditulis dek dr.KSuheimi dikirim ka ambo pakai SMS, setelah ambo edit kemudian ambo apuih dek banayaknyo dan memory di HP ambo sabana terbatas. Tapi tulisan nan kini ambo kirimko lain, jadi ambo simpan dulu di HP. Semoga bermamfaat. Wassalam, Ridwan M Sirin (50) Jeddah-KSA ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ DIBELAKANG IMAM Oleh: KSuheimi Mencapai untuk bisa sholat di Masjidil Haram tidaklah mudah, apalagi mendekati 27 Ramadhan yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar. Tapi entah kenapa dihati ini terbersit keinginan aku ingin sholat tarawih dan kalau bisa disyaf dibelakang imam.Saya cari tempat itu dan ternyata tidak mudah untuk kesana. Dengan berjuang dan berusaha akhirnya saya terhantar beberapa syaf dibelakang imam Sholat rarawih 20 rakaat masing-masingnya setiap 2 rakaat satu salam dan Al-Fatihah nya diawali dengan Alhamdulillah, mungkin bacaan Bismillah nya di sirkan atau dilunakkan, tapi tak pernah kedengaran. Begitu di Masjid Nabawi begitu pula di Masjidil Haram setelah 20 rakaat sholatnya dihentikan selesai kira-kira jam 10.30 malam kemudian istirahat untuk nanti jam.1 malam dilanjutkan dengan sholat tahajud dengan ayat yang lebih panjang lagi menyentuh 10 rakaat dan ditutup witir 3 rakaat yaitu 2 rakaat dengan membaca surat Al-Al’a serta surat Al-Kafirun lalu 1 rakaat terakhir dengan membaca surat Al-Ikhlas serta ditutup dengan dengan do’a kunut yang sangat menyentuh dengan do’anya yang panjang..imam tersedan, makmum larut dan luluh dalam air mata. Sholat berakhir jam.2.30 pagi baru bubar selesai pulang kehotel makan sahur kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram untuk sholat subuh berjama’ah. Setiap selesai salam diseling dengan sholat janazah rata-rata ada 2 mayat yang di sholatkan sehingga malam itu kira-kira 10 mayat yang di sholatkan dan langsung dibawa ke kuburan. Tidak ada mayat yang terlantar, tak ada yang ditunggu-tunggu seperti setiap kali sholat tahajud jam 2 dan jam 3 tetap sholat janazah dilaksanakan dan dikuburkan. Tidak ada istilah menunggu segerakanlah agar si mayat bisa menemui Tuhannya, kalau terlalu lama dibumi dan tak segera dikubur akan membusuk dan akan menularkan penyakit. Betapa mudahnya nyawa melayang, betapa rapuhnya dia setiap sholat dan waktu sholat tahajud, selesai 2 rakaat menyembahyangkan mayat 2 atau 3 sekaligus. Betapa rapuhnya nyawa manusia. Dan hal yang sama akan kita alami. Kini menyembahyangkan dan sebentar lagi disembahyangkan betapa mudahnya nyawa melayang setiap waktu sholat tahajud selesai 2 rakaat menyembahkan mayat 2 atau 3 sekaligus. Demikian sederhananya penyelenggaraan mayat disini tanpa menunggu sesiapa tanpa bunga ataupun karangan bunga tanpa ucapan berduka bagi yang membaca tulisan: Kelak kalau saya meninggal tolong jangan dibebani saya dengan bunga dan karanganya jangan dibebani dengan ucapan berduka izinkanlah dan biarkanlah saya pergi menemui Tuhan dengan sesederhana yang dimaui NYA.Lepaslah kepergian saya dengan ikhlas maafkanlah saya tolong bebaskan saya dari yang akan menghangbat pertemuan saya dengan Allah. Kalau ada yang memerlukan mata saya silahkan saya ingin mendonorkannya agar kornea ini masih bisa digunakan untuk yang tinggal, andaikata ada nanti organ tubuh saya yang masih dibutuhkan tolong berikan kepada yang membutuhkan saudaraku aku tulis tulisan ini di Masjidil Haram didepan Ka’bah jangan sampai saya membebani orang yang tinggal setelah saya lihat hamper tiada hari tanpa mayat dan sederhananya penyelenggaraan mayat, saya ingin diperlakukan seperti ini kelak. Bukalah kembali tulisan saya ini sewaktu menyelenggarakan mayat saya, inilah permintaan saya dan inilah wasiat saya..Amin ya Rabbal alamin..perkenanlah saya ya Allah kuburkanlah saya ditempat mana saya meninggal kelak dan mudahkanlah dan segerakanlah penyelenggaraan mayat yang baik seperti yang dicontohkan jama’ah Masjidil Haram. Masjidil Haram, Khamis 26 September 2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
