Salut untuk pak Kemal,
  Semoga  yang  kita lain terhindar dari tilang2 yang  tidak terlalu berat, 
sebisa mungkin pak polisi bisa menegur saja,  jangan main tilang dulu.

  Selamat mematuhi rambu lalu lintas.
  Wassalam 
  Dhano
    ----- Original Message ----- 
    From: Kemal Anas 
    To: [email protected] 
    Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
    Sent: Friday, September 26, 2008 8:08 AM
    Subject: [EMAIL PROTECTED] Re:Info kalau ditilang aparat kepolisian



               SEMOGA BERMANFAAT, SEKILAS INFO AJA



               >>dari milist tetangga...mengenai form biru yg lagi 
hangat-hangatnya dibicarain<<

               Berhubung mobil lagi gak bisa diajak keliling2 siang ini saya ke 
kantor naik Motor andalan...sampailah Muter di depan Mall Arta Gading...pas 
Muter saya di hadang oleh polisi.

               Berikut petikan pembicaraan saya dengan Bp.Polisi :

               Polisi : Selamat siang mas , bisa lihat SIM dan STNK?

               Saya : Ok Pak...

               P : Mas tau..kesalahannya apa?

               S : Gak pak

               P : Ini nmr Polisinya gak seperti seharusnya neh (sambil nunjuk 
ke plat Nomor motor saya yg memang gak standart..) sambil langsung mengeluarkan 
Jurus sakti mengambil buku tilang...lalu menulis dengan sigap

               S : pak Jgn di tilang degh..wong Plat aslinya udah gak tau ilang 
kemana...kalo ada pasti saya pasang pak.

               P : sudah...saya tilang saja...kamu tau gak banyak motor curian 
skrg...(dengan nada Keras !! )

               S : (dengan Nada keras Juga ) Lah !! Motor saya kan ada STNK nya 
pak , ini kan bukan motor curian !!!

               P : kamu itu kalo di bilangin kok ngotot ( dengan nada lebih 
tegas !! ) kamu trima aja Surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang 
warna MERAH )

               S : Maaf pak saya gak mau yg warna Merah suratnya.... Saya mau 
yg warna Biru aja.

               P : Hei !! (dgn nada membentak ) kamu tau gak sdh 10 Hari ini 
form biru itu gak berlaku !!!

               S : Sejak kapan pak Form Biru surat tilang gak berlaku?

               P : inikan dalam rangka Operasi kamu itu gak boleh minta form 
Biru... Dulu iyah kamu bisa minta form biru ...tp sekarang ini kamu gak 
bisa..kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya ( dengan nada keras dan 
ngotot ).

               S : Ok pak , kita ke komandan bapak aja sekalian ( dengan nada 
Nantangin tuh polisi )

               P : (dengan muka bingung ) kamu ini melawan Petugas !!

               S : Siapa yg melawan bapak !! Saya kan cuman minta Form 
Birunya..Bapak kan yang gak mau ngasih

               P : (sambil narik lengan saya ) kamu jgn macam2 yah,,,..saya 
bisa kenakan pasal melawan petugas !!!

               S : Saya gak melawan Bapak !! ( dengan nada kencang karena saya 
merasa gak nyaman dengan cengkraman tangan ke lengan saya) kenapa bapak bilang 
form biru udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja degh...kan bapak 
yg bilang form biru gak berlaku ( sambil ngambil HP nokia N70 kaliber 2 Mp )

               P : Hei !! Kamu bukan wartawan kan, Kalo kamu foto saya, saya 
bisa kandangin motor anda ( sambil berlalu dari saya )

               S : saya kejar itu polisi dan sudah siap melepaskan "shoot 
pertama" ( tiba2 di halau oleh seorang anggota Polisi lagi )

               P 2 : Mas , Anda gak bisa foto petugas sepeti itu...

               S : Lah si bapak itu yg bilang form biru gak bisa di kasih ( 
sambil tunjuk polisi yg tilang saya ) lalu si polisi ke 2 itu menghampiri 
polisi yg tilang saya..ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yg 
menghalau saya dan polisi yg nilang saya akhirnya polisi yg menghalau saya 
mendatangi saya.

               P 2 : Mas mana surat tilang yg merah nya? ( sambil meminta )

               S : gak sama saya pak.... Sama temen bapak kali tuh? ( polisi ke 
2 memanggil polisi yg nilang saya )

               P : sini tak kasih surat yg biru ( dengan nada kesal , muka  
marah ( upsss sorry ).

               Lalu polisi yg nilang saya menulis nominal denda sebesar 
Rp.30.600 sambil berkata " nih kamu bayar skrg ke BRI ..lalu kamu ambil lagi 
sim kamu di sini saya tunggu.

               S : (sambil ngasih Senyum Pepsodent ) ok pak ..gitu donk kalo 
gini dari tadi kan enak....langsung ngacir Ke BRI...

               Hatiku senang bgt walaupun di tilang, Ngasih Pelajaran Berharga 
Ke Polisi itu....

               Dan kepada Boss and Biss serta Bro semua sekalian kalo di tilang 
kita berhak Minta Form Biru...gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang..

               Si Polisi itu gak dpt apa2 ... Jgn pernah pikir Gw mau ngasih 
DUIT DAMAI....hiii amit2...mending gw bayar mahal ke negara...biar di pakai 
untuk pembangunan ehehhe..maaf kepanjangan. -.. HIDUP FORM BIRU !!!!!!



               BUAT YANG BELUM TAHU, SEMOGA BERMANFAAT

               Guys... Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja 
Slip Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. ; Slip Merah dan Slip Biru.

               Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan 
dan mau membela diri secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita 
akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi 
ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang 
bejibun.

               Tetapi kalau ;

               *  Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar 
denda. Kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga 
salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM 
kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Misalnya, kita ditilang di 
Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek Mampang. Dan 
denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 
50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara.

               Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 
75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, 
(sorry) but it's Bu**S**t! Masuk kantong sendiri.

               Trust me guys, I've been doing this before.



               Waktu kena tilang di Bundaran Kebayoran (Ratu Plaza). Saya 
memotong garis marga. Karena dari arah senopati sebelumnya saya berfikir untuk 
ke arah Senayan, tetapi di tengah jalan saya berubah pikiran untuk lewat 
sudirman saja. Dan saya memotong jalan. Saya berhenti di lampu merah arah 
sudirman. Dan tiba-tiba Seorang polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia 
tanya, apa saya tau kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang 
kalau saya memotong Garis Marga. Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak 
liat. Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus 
berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp.70.000,-. Dengan alasan, 
kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas.



               "Nyetir sambil nelfon aja ditilang mbak!". Dia bilang gitu . 
Saya kembali ke mobil, dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani 
perjalanan saya. Teman saya bilang, "Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau 
loe minta Slip Biru aja". Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya 
kembali menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. "Pak, 
saya cuman ada segini." Si polisi dengan arogannya berkata , "Yaahh.. segitu 
doang sih buat beli kacang juga kurang mbak". Sambil tertawa melecehkan dengan 
teman2nya sesama `Polisi Penjaga`.



               "Ya udah deh pak, kalo gitu tilang aja. Tapi saya minta Slip 
yang warna Biru ya pak!". Seketika saya melihat raut wajah ketiga polisi itu 
berubah. Dan dengan nada pelan salah satu temannya itu membisikkan, tapi saya 
masih mendengar karna waktu itu saya berada di dalam pos. "Ya udah, coba negoin 
lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris, Mangsa Pertama. Hahahaha..." . Sambil 
terus mencoba ber-nego. Akhirnya saya yang menjadi pemenang dalam adu nego 
tersebut. Dan mereka menerima pecahan Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan 
mengembalikan SIM saya. Dalam perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu 
Slip Biru.



               So, kalo ditilang. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa 
membayangkan dong, bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, "Saya 
tilang aja deh pak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip 
Biru yah!". Pasti yang ada dalam benak sang polisi "Yaahh.... ngga jadi panen 
deh gue..."



               Drive Save, Drive Carefully, & C


    On Fri, Sep 26, 2008 at 7:45 AM, hanifah daman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


      Assalammualaikum WR WB bapak jacki mardono yth. Melihat dari nama yang 
bapak pakai sepertinya bapak berdarah jawa ya ? Maaf, tidak biasanya orang jawa 
ikut kekelompok non jawa kecuali ada maunya, itupun sangat jarang. Nampaknya 
bapak termasuk pengecualian. Kalau boleh tau, apa yang mendorong bapak untuk 
ikut bergabung ke RN ini ? Hanifah mohon bapak mau menjelaskannya.  Wass. 
Hanifah


      Jacky Mardono Tjokrodiredjo wrote:
      > Pak Saaf.
      > Akan mudah bagi saya, kalau korban sudah membuat
      > laporan polisi ke kantor polisi terdekat.
      > Kalau sudah, mohon laporannya di faxkan
      > ke 021 74705409. (selalu standby).
      > Wass, Jacky Mardono
      > --- Pada Kam, 25/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
      >> Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
      >> Topik: Fw: [EMAIL PROTECTED] HATI2 NAIK TRAVEL ILEGAL DI KOTA PADANG
      >> Kepada: "Jacky Mardono Tjokrodiredjo" <[EMAIL PROTECTED]>
      >> Cc: "Rantau NET" <[email protected]>, "MAPPAS MAPPAS" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Ir. Indra ARINAL" <[EMAIL PROTECTED]>
      >> Tanggal: Kamis, 25 September, 2008, 10:42 AM
      >> Pak Jacky, tolong beritahu kadit serse Polda Sumbar untuk
      >> mengejar cingkahak gadang ini. Tangkok urangnyo.
      >> Untuak Sanak Dhano, apo ibu nan kanai rampok tu alah
      >> malapor ka polisi ?
      >>
      >> Wassalam,
      >> Saafroedin Bahar
      >> (L, masuk 72 th, Jakarta)
      >> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
      >> [EMAIL PROTECTED]
      >>
      >>
      >>
      >> --- On Thu, 9/25/08, Dhano - Santana Express
      >> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      >>
      >> From: Dhano - Santana Express
      >> <[EMAIL PROTECTED]>
      >> Subject: [EMAIL PROTECTED] HATI2 NAIK TRAVEL ILEGAL DI KOTA
      >> PADANG
      >> To: [email protected]
      >> Date: Thursday, September 25, 2008, 3:14 PM
      >>
      >>
      >>
      >>
      >>
      >> Assalamualaikum Dunsanak kasadonyo,
      >>  
      >> Kemaren saya dapat berita dari teman senior, bahwa Minggu
      >> 21 September 2008 saudaranya perempuannya usia 46 thn, dari
      >> kota Padang menuju Muaralabuh Solok Selatan.
      >> Karena ingin cepat sampai di kampung, dia menaiki travel
      >> Xenia yang dapat tawarn menarik dari sang sopir yang ngetem
      >> di Lubuk Begalung arah Indarung, karena sudah ada
      >> beberapa penumpang didalam, dia putuskan ikut naik,
      >> singkatnya setelah menuju  Sitinjau Laut si Ibu tadi
      >> dipukulin sampai mukanya mengalami pendarahan yang cukup
      >> parah
      >> Dengan adanya perlawanan dari si ibu tadi sehingganya dia
      >> dilempakan keluar mobil di daera Sukarami arah Solok, si ibu
      >> tadi mengalami kerugian uang kontan Rp. 10jtan dan materail
      >> berupa
      >> emas 19 mas, sekita 47 gram. sampai sekarang perampokknya
      >> belum ditemukan, siibu sudah dapat mengobatan dan kembali
      >> kerumah. dan sdh ditangani di pihak berwajib.
      >>  
      >> Demikian sekedar info, jika ada dunsanak yang mau mudik
      >> dari Jakarta ke Kampung masing2 hati2 menggunakan tarvel
      >> ilegal ( Omprengan )baik dari Bandara, Telukbayur maupun
      >> teminal Bis
      >>  
      >> Wassalam
      >> Dhano
      >>  
      >>  
      >>
      >>
      >       
___________________________________________________________________________
      > Dapatkan nama yang Anda sukai!
      > Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
      > http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
      >









    


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke