Assalamualaikum w.w. Rangkayo Hartati beserta keluarga,
Senang sekali saya membaca posting Rangkayo mengenai berlebaran di Yunani. Saya 
hanya bisa membayangkan  bagaimana indahnya Yunani yang berlokasi di Laut 
Tengah itu.
Kebetulan bulan Juni yang lalu saya membaca sebuah buku kecil tentang esensi 
filsafat Yunani, yang diyakini merupakan cakal bakal dari kebudayaan Barat 
sekarang ini. Saya baru mengerti mengapa Bung Hatta memberikan mahar sebuah 
buku mengenai filsafat Yunani sewaktu akan menikah. Teruslah menulis tentang 
Yunani dan kaum Muslimin dan Muslimat di sana. 
Selamat Idul Fitrie 1429 H. Mohon maaf lahir bathin.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]


----- Original Message ----
From: Hartati Nurwijaya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 3, 2008 5:23:11 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Berhari Raya di Yunani;Menyusuri Jejak Bekas Mesjid 
Ottoman


If the laws of government are not combined with the principles of wisdom, and 
the bonds of force not combined with the laws of truth, they will not be 
fruitful among the mass of the people.
 
~ Beddiuzzaman Said Nursi 1878-1960, Turkish Islamic Thinker 

  
  
Jelang Lebaran,  Senin 29 September 2008 saya sibuk menelepon beberapa kantor 
Dubes asing yang berasal dari Timur Tengah dan Africa . Saya ingin kepastian 
kapan diadakan Sholat Ied berjamaah. Sebab anak-anak harus minta izin libur 
dari  sekolah jika besok lebaran. Jawaban yang saya terima, "Kami menunggu, 
tampaknya bulan Syawal muncul nanti malam. Kami tidak bisa memastikan kapan Ied 
Mubarak," jawab seorang diplomat dari Mesir dan Syria 
.

Berbeda dengan negara Timur Tengah. Ketika saya menelpon Kedubes Turki di 
Athena. Jawaban pasti saya terima, "Besok Selasa bayram Ied Fitr." 


Saya masih kurang sreg, maklum gaya mantan peneliti masih melekat. Harus terima 
data valid. Saya kembali menghubungi Mufti atau Imam mesjid di daerah Utara 
Yunani. Imam dari Komotini saya tanya mengenai kapan jatuhnya 1 Syawal tahun 
ini. Kembali ditegaskan bahwa besok jam 8.30 pagi akan diadakan Shalat Ied di 
Komotini, Xanthi dan Turki. 

Dari website IOL saya mendapat kabar bahwa masyarakat muslim di Macedonia, 
Serbia, Slovenia, Kosovo, Bulgaria,  Turki dan Libya merayakan Idul Fitri hari 
Selasa besok.
Sedangkan European Council for Fatwa mengumumkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu.



Senin malam saya mendapat telepon dari istri ketua Islamic Center di Athena. 
Anna Stamou orang Yunani asli, sebab kakek nenek dan seluruh keluarganya 
keturunan asli Yunani. Nama keluarga Stamou merupakan nama Yunani yang sangat 
banyak keturunannya. Sama halnya dengan Papadopulous, yang saya kira hanya ada 
satu pemilik nama ini. Sebab saya melihat banyak biscuit di Yunani dijual 
berasal dari pabrik Papadopulous. Sehingga ketika ada seseorang bernama 
keluarga tersebut, saya kira dia pemilik pabrik biskuitnya.  Ternyata nama 
keluarga dimiliki oleh ribuan orang Yunani dengan nama yang sama. 
  
Anna Stamou jika dilihat selintas mirip orang Arab. Kenyataan jika wanita 
Yunani memakai kerudung dan berbaju jubah mereka mirip orang Arab. Suaminya 
Naim Al Ghandour adalah seorang saudagar tekstil dan berasal dari Mesir. 
  
“Tati tie kanis?” terdengar suara Anna diseberang telepon setelah mengucapkan 
salam. 
“Alhamdulillah Anna, ola kala,” jawab saya. 
“Tati alhamdulillah avrio Idul Fitr. Kita akan melaksanakan Sholat Ied di bekas 
pacuan kuda. Di daerah Siggrou, rumah sakit Nasio belok kanan,” demikian 
penjelasan Anna yang usianya sama dengan suami saya. Anna masih tampak muda di 
usianya 38 tahun. 
Saya biasanya berbahasa Inggris dengannya namun kali ini dia tidak membalas 
bahasa Inggris saya. Dia tetap berbahasa Yunani. 
  
Mesjid satu-satunya yang ada di Athena merupakan pusat kebudayaan Arab dan 
Yunani. Mesjid tersebut dibangun dibekas pabrik oleh para pendatang Arab dengan 
bantuan dana dari Saudi Arabia . Mesjid ini tidak dapat menampung 5000 
pendatang dari Timur Tengah dan Asia . 
  
Walau pun sebelumnya pembangunan mesjid direncanakan di daerah Spata yang dekat 
dengan bandara internasional El Benizelos. Pembangunan mesjid ini ditentang 
banyak orang Yunani. Sehingga tidak ada izin pembangunannya. 
  
Sedangkan mesjid yang dibangun oleh Sultan Ottoman di tahun 1834. Terletak di 
jantung kota Athena. Di bawah Acropolis. Mesjid ini pun tidak dizinkan dibuka. 
Melainkan dialih fungsikan menjadi musim keramik. Bagi setiap turis yang masuk 
membayar tiket 3 euro. 
  
  
Setelah Senin malam itu saya mendapat kabar kepastian 1 Syawal 1429 di Yunani. 
Saya langsung menelpon ke rumah Pak Iwan, staff dari KBRI. Saya sampaikan bahwa 
Idul Fitri di Yunani jatuh hari Selasa, sesuai keputusan Islamic Center di 
Athena. 
  
Ada sejumlah  5000 orang imigran muslim di wilayah propinsi Attikis. Biasanya 
tiap tahun memadati stadion Olimpiade untuk melakukan Shalat Ied. Namun tahun 
ini lokasi pindah. 
  
Selasa pagi saya jagakan anak-anak diwaktu subuh. Bahkan si bungsu yang berusia 
3 tahun dijagakan walau pun terasa berat sebab tidurnya sangat nyenyak. Waktu 
Subuh di Yunani mulai jam 5.57 hingga 7.23 pagi. Sebab diakhir Oktober 
dimulainya musim dingin jam akan dimundurkan  satu jam. 
  
Berangkat ke Athena  kami semua semangat sekali. Anak-anak terlebih semangat 
sebab mereka senang jika diajak ke Athena yang ramai. Maklum Megara sebuah kota 
kecil yang sepi. Megara merupakan daerah perkebunan zaitun dan kacang pistachio 
serta peternakan telur ayam. Saya membeli telur untuk membuat kue lebaran 
langsung dari peternakannya.Selain harganya lebih murah dan telurnya lebih 
segar. Dibanding telur yang dijual di Supermarket. 
  
Anak-anak saya sudah tahu jika diajak Sholat Ied mereka senang. Terlebih mereka 
akan bertemu banyak anak-anak muslim lainnya. Juga ada hadiah lebaran bagi 
anak-anak yang diberikan oleh perkumpulan orang Arab di Yunani. 
  
Suami saya walu pun orang Yunani asli namun dia tidak tahu lokasi letak 
pastinya bekas pacuan kuda. Sebab daerah Athena belum cukup dikenalnya. 
Disebabkan sejak kecil dia dibesarkan di Amerika. Dan ketika lulus sekolah 
langsung kerja di berbagai negara. Ada kemiripannya dengan orang Minang yang 
senang merantau. 
  
Akibatnya kami harus banyak bertanya sana sini mengenai lokasi Sholat Ied. 
Tidak seperti tahun sebelumnya lokasi sholat Ied Adha maupun Sholat Ied Fitr 
selalu dilaksanakan  di stadion Olimpic yang megah. Dengan sewa per jam sekitar 
3000 euro. Lokasi bekas pacuan kuda ternyata adalah tempat parkir mobil para 
pekerja. Banyak gedung perkantoran selain rumah sakit besar di daerah itu. 
Tempatnya sangat terbuka. Hampir mirip parkiran timur Senayan di Jakarta. Namun 
pacuan kuda ini terlihat tidak seindah parkiran di  Senayan. 
  
Syeikh Muhammad Herzollah asal Palestina yang didatangkan dari Mesir bertindak 
sebagai imam dan khatib Sholat Ied. Tampak ibu-ibu orang Arab membawa bayi 
dengan kereta dorong. Banyak juga remaja wanita hadir. Namun selalu setiap 
tahun jemaah Sholat Ied lebih banyak kaum prianya. Kutbah berbahasa Arab saya 
kurang paham artinya. 
  
Namun ada keprihatinan kali ini. Setelah selesai sholat dan kutbah bubar. 
Banyak polisi imigrasi menyetop dan memeriksa paspor dan surat izin tinggal. 
Para pekerja imigran dari Mesir , Pakistan , Bangladesh yang datang dari luar 
kota Athena seperti kami. Mereka naik KA atau bus. Warna kulit para imigran 
yang lebih gelap mudah dikenali oleh polisi. Mereka diperiksa di stasiun KA dan 
bahkan di jalan-jalan umum. 
  
Tampaknya pihak imigrasi dan polisi sudah melakukan koordinasi. Pasti mereka 
sudah mendapat informasi mengenai kaum muslimin di Yunani yang merayakan Idul 
Fitri pada hari Selasa. Entah berapa banyak yang ditangkap oleh polisi. Para  
pekerja biasanya minta izin pada majikan  untuk beberapa jam saja libur. Sama 
halnya di belahan dunia lain. Kamu muslimin di Yunani juga merayakan Idul Fitri 
dengan saling bersilaturahmi. Tatap muka selepas Shalat Ied diantar para 
imigran. Di Yunani dan negara Eropa lainnya hari besar agama Islam tidak ada 
libur. 
  
Saya konfirmasikan mengenai kejadian pemeriksaan Polisi atas imigran. Anna 
menjawab bahwa Polisi sedang mencari mafia pembuat paspor palsu dan 
penyelundup. Mafia yang berupa gangster sebagian beragama Islam berasal dari 
Balkan dan Asia. 
  
Hari ketiga Lebaran, kami sekeluarga wisata ke Nafplio. Nafplio adalah ibu kota 
pertama Yunani di zaman kuno. Kota ini banyak peninggalan sejarahnya. Sama 
halnya dengan sejarah panjang Nafplio sejak zaman kuno hingga modern. 
  
Walau pun saya pernah ke Nafplio sebelumnya. Namun baru tahun ini dapat melihat 
dari dekat mesjid peninggalan Turki.  Mesjidnya masih tampak kokoh terletak 
ditengah lapangan yang disebut Platia Syndagma (lapangan konstitusi). Walau pun 
disekelilingnya sudah dibangun toko-toko. Bahkan mesjid diubah fungsinya 
menjadi teater. Melihat kedalam mesjid, sudah hilang kesan bahwa bangunan 
tersebut tempat Sholat. Interior dalam mesjid diubah. Dibangun banyak ruangan 
bersekat, seperti kamar-kamar. Bagian depan mesjid yang berupa pilar-pilar 
ditutup dengan semen. 
  
Sedangkan dibagian belakang mesjid masih dipelihara bekas tempat wudhu. Nampak 
diatas tempat air mengalir ada doa sebelum berwudhu dalam kaligrafi Islam. 
Kaligrafi yang dibuat diatas batu marmer alam. Bahkan tempat diatas keran juga 
ada tulisan Arab seperti tampak pada gambar. 
  
Dua orang turis yang sedang memperhatikan tempat wudhu saya ajak bicara. Saya 
jelaskan bahwa situs bersejarah ini adalah bagian dari mesjid. Dan kaligrafi 
diatas keran adalah doa berwudhu. Turis itu lalau mengucapkan  “ Happy Ied 
Mubarak!” Saya kaget dan bertanya apa agamanya.  Ternyata kedua turis asal 
Jerman itu walaupun kulit putih ternyata beragama Islam juga. Kami sempat 
berbincang sejenak di depan situs mesjid yang sudah alih fungsi tersebut. 
  
Ada perasaan sendu ketika jelang maghrib kami sekeluarga kembali ke Megara. 
Bayangan dimata saya masa lampau  mesjid itu digunakan untuk beribadah. Dan air 
jernih mengalir dari situs bersejarah untuk berwudhu ummat Islam.
 
Megara, 4 Syawal 1429 H
 
 
Gambar-gambar mesjid silahkan jenguk di blog
http://sumatra-bali-hartatinurwijaya.blogspot.com 
  
  

Hartati Papafragos in Megara - Greece



http://hartatinurwijaya.blogspot.com/ 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke