Assalamualaikum w.w.
 
Bia nak baguno pulo Sarjana Ekonomi ambo dari pado jadi bungkuih kacang tojin 
mantari beko.
 
Berawal dari krisis kridit SPM(subprime mortgage) mulai pertengahan tahun 2007 
karena the fed menaikan suku bunga cukup tinggi, kredit perumahan di amerika  
mulai rock and roll nasabah tak sanggup membayar beban bunga yang melambung. 
Hampir semua perusahaan kelas dunia yang menjadi investor surat utang SPM  
mulai kalang kabut namun karena reputasi mereka mencoba bertahan dengan harapan 
kondisi ekonomi dunia membaik. Apakah Jamsostek atau Bank2 di Indonesia ikut 
pula jadi investor kita tidak tahu.  Tapi kita percaya pengalaman krisis 
moneter th 1997, membuat pengelola negara ini lebih hati hati entah kalau 
mereka tidak pernah mau belajar dari kesalahan masa lalu.
 
Harapan akan pulihnya ekonomi dunia di mentahkan oleh kenaikan tajam harga 
BBM.  Nafas yang sudah sampai dileher akhirnya memaksa para perusahaan besar 
tersebut tiarap dan  mulai mengibarkan bedera putih, dengan nilai kerugian yang 
cukup besar dan mengguncang pasar keuangan dunia. Semua pihak berusaha 
mendapatkan likuiditas dengan melikuidasi portofolio mereka. Jadilah penjualan 
saham secara besar-besaran terjadi di berbagai bursa dunia. Penjualan ini 
dilakukan karena tidak ada satu pihak pun yang optimis bahwa dampak dari krisis 
keuangan ini bisa pulih dalam waktu yang cepat. Bursa efek Indonesia pun 
terimbas oleh penjualan saham secara besar besaran oleh  Investor asing. Bagi 
kita ini adalah saat yang tepat untuk melakukan buyback saham saham BUMN yang 
ditinggalkan asing.  Timing adalah kritikal kesempatan ini tak datang dua kali. 
Dengan melakukan pembelian kembali saham saham tersebut bukan saja kita 
membantu bursa efek dari kerugian besar yang
 akhirnya akan berdampak pula pada sektor tenaga kerja tapi ini juga akan 
menciptakan investor lokal seperti yang diharapkan para nasionalis yang tadinya 
tersingkir oleh pemodal asing. Bila terjadi sesuatu yang buruk pada satu pihak, 
pasti ada pihak yang lain yang diuntungkan itu sudah menjadi hukum alam.
 
Kata pertama yang diterima nabipun "Baca".., dengan membaca, kemudian 
berhitung besar kecilnya resiko dan akhirnya bertindak...
 
Wassalam

http://zkahara.wordpress.com/  Male  - 50th
kalau lurus jalan ke maninjau you must be in the wrong state....

--- On Sun, 10/5/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri 
Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS
To: [email protected]
Date: Sunday, October 5, 2008, 6:12 AM






Ha, iko memang marupakan duo pilihan: 1) aman, tapi indak produktif; dan 
2) indak atau kurang aman, tapi bisa produktif.
Nan paliang rancak, tantu pilihan katigo -- kalau ado -- yaitu sakaligus aman 
dan produktif. Apo tu?


 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]






----- Original Message ----
From: Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, October 5, 2008 5:06:01 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri 
Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS






Setuju 101 % Chief,
 
A ship in the harbor is always safe; but this is not what ships were built 
for!! (John Shedd)
Ma minimalkan resiko, mampabanyak untuang, itu langkah nan rancak dicari.. 

Wassalam
http://zkahara.wordpress.com/  Male  - 50th
kalau lurus jalan ke maninjau you must be in the wrong state....

--- On Sun, 10/5/08, Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Darul M <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri 
Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS
To: [email protected]
Date: Sunday, October 5, 2008, 3:25 AM



Z, iko manuruik ilmu panggaleh mah.
Manyimpan pitih di ameh kalau sebagai cadangan indak baa doh. Tapi kalau 
ditiliak sacaro rang pangaleh nan maanggap pitih tu adolah faktor produksi, 
makono manyimpan di ameh ilang daya produktifitasno. Nan pitih harus beredar, 
harus ado transaksi diano. Kalau indak indak pitih namono lai, tapi alaeh aset 
saminag lih duh. Iyo baitu sanak Riri?
 
Salam
Patiah 55 Jkt

 
On 10/5/08, Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 


Assalamu'alaikum Ww
 
caro induak-induak nan manyimpan rupiah ameh itu nan sabananyo labiah aman 
saketek , kok ameh... nan ka untuak investasi dunia, bali bana ameh batangan 
atau coin nan 99,999%, misalnyo dari Aneka Tambang, see www.logammulia.com. 
Dengan satuan 5 gram, 10, gram dst..
Kok tasasak jo pitih .....ameh itu cukuik likuid dan lansuang dapek di sikola 
kan gak sabulan di pegadaian....
 
Wassalam
 
Z Chaniago - Palai Rinuak
 
 








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke