Pak Nof, dan para pemeduli wisata sekalian,
Momen yang baik ini perlu segera kita konsolidasikan untuk membangun sistem dan 
lembaganya, sehingga bisa diadakan kegiatan secara berkelanjutan dalam 
tahun-tahun yang akan datang.
Saya ingin sekali ke Padang untuk memanfaatkan momentum SSM 2008 ini. Namun 
mungkin masih belum bisa, karena saya masih lemah terserang flu berat dalam 
minggu-minggu belakangan ini. 
Mohon pak Nof tindaklanjuti saja apa yang sudah pak Nof rintis.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]


 
----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; MPKAS <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Komunitas Kereta Api <[EMAIL PROTECTED]>; MAPPAS <[EMAIL PROTECTED]>; Milis 
SMA1Bkt <[EMAIL PROTECTED]>; IPMPP <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 6, 2008 9:35:18 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Ini lahan bisnis basah untuk PT KAI Divre Sumbar


Barusan pagi ini saya tiba2 di telp Pak Asril dari Direktorat Perkeretaapian 
bahwa sblm 14 Des 2008 ini ada pengalihan dana utk bbrp daerah sehingga Sumbar 
dapat Rp.6,8 milyar utk 3092 buah Bantalan Kayu utk Rel di Sumbar. Lampung 
dapat sktr Rp.21 milyar dan bbrp daerah lagi. 

Kalau 3000 buah bantalan rel, artinya itu sudah bisa menggantikan semua 
bantalan yg harus diganti hingga Sawalunto. Krn dulu perlunya hanya sktr 2000 
buah bantalan rel. Tinggal Jembatan2 KA dari Padang Panjang hingga Sawahlunto 
yg harus dicek dan diperbaiki bbrp bagiannya. Semoga ini cukup menggembirakan...

Pak Asril barusan confirmed akan menyiapkan tiket buat Pak Wendy, Dirjen 
Perkeretaapian utk bisa hadir pada acara SSM2008 akhir minggu ini di Padang. 
Walaupun undangan utk beliau baru akan diantarkan oleh Panitia hari ini ke 
Dephub. Krn Pak JK yang akan membuka acara ini 11 Okt nanti, akan sangat baik 
sekali momentum ini dimanfaatkan utk itu. Kata Pak Asril, Pak JK akhir2 ini 
cukup intensif koordinasi dg Pak Wendy, krn RI-2 skrg sangat peduli dg 
transportasi KA. Saya akan coba juga undang Direksi PT KAI untuk hadir ke 
Padang bersama rombongan ini. 

Satu lagi, Panitia SSM08 jg sedang getol mempromosikan agar Para Saudagar 
bersedia mencoba naik KA Wisata ke Pariaman tgl 13 Okt, sehari stlh penutupan 
acara SSM08 ini. Add kita Fahira Fahmi Idris termasuk yg paling bersemangat 
mempromosikan ini. Kadivre KAI Sumbar menyatakan siap mendukung utk itu. Terima 
kasih..

Wasalam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com


"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum w.w. para pencinta kereta api,
Berita di bawah ini -- tentang sembilan jam macet antara Padang-Bukittinggi  
dalam suasana lembaran yang lalu -- menurut penglihatan saya dapat merupakan 
lahan bisnis basah untuk PT KAI Divre Sumbar, yaitu dengan mengadakan shuttle 
service dengan flat cars untuk membawa mobil-mobil di jalur KA, yang pasti 
bebas hambatan. Kalau bisa dari Padang, kalau tidak bisa cukup dari Kayutanam 
ke Padang Panjang.
Rasanya kemacetan tersebut tak terbatas saat lebaran saja, tetapi juga pada 
saat-saat libur. Jadi bisa direncanakan secara berkala.
Bagaimana pak Nofrins ? Usulkanlah ke Kadivre.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]


Padang Ekspres, Senin, 06 Oktober 2008  
Sembilan Jam Terjebak Macet Padang-Bukittinggi 
Jalan Lima Meter Berhentinya Sepuluh Menit
 
Macet Total :Antrean kendaraan terjebak macet di Silaingbawah,  Padangpanjang, 
beberapa waktu lalu.(Foto : Padek)
  
Tidak Lebaran namanya kalau jalur Padang-Bukittinggi tak macet total. Bencana 
musiman setiap tahun yang tak kunjung terselesaikan tersebut di tahun 1429 
Hijiriah kembali terjadi. Bayangkan dari Padangpanjang hingga Koto Baru, X Koto 
Kabupaten Tanahdatar harus dilewati lima jam perjalanan. 
  
Anto (35) mengumpat dan mengerutu sambil membantingkan pintu mobil. ” Apo ko, 
masak dari Silaing ka Bukik Surungan ko se habih lo wakatu dua jam,” ujarnya 
menggerutu sambil melihat arloji Rolex yang melingkar di lengan kirinya, Kamis 
(2/10). 
Seperti tahun-tahun sebelumnya, jalur Padang-Bukittinggi memang selalu macet. 
Namun Lebaran 1429 Hijiriah kali ini betul-betul macet luar biasa. Macet total 
dan nyaris tak bergerak. Seluruh kendaraan yang tumpah ruah di jalan terlihat 
berhenti lima menit dan lalu berjalan lima meter lalu berhenti lagi. 
Pantauan koran ini apa yang dirasakan selama terjebak dalam macet total dari 
Padang menuju Bukittinggi mulai terjadi ketika memasuki kawasan Simpang Lintas 
Padangpariaman. Karena di kawasan tersebut sudah mulai terjadi pertemuan dua 
jalur arus transportasi yang selama ini juga termasuk daerah rawan macet. 
Dari arah Simpang Lintas terlihat deretan kendaraan mulai merangkak dari arah 
Pasaman Barat, Lubukbasung dan Pariaman. Baik itu menuju Padang maupun menuju 
kawasan Lubukalung. Dari arah selatannya datang deretan kendaraan dari arah 
Kota Padang menuju Padangpanjang. 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke