SESENDOK G U L A
Oleh ; Dr. H.K.Sueheimi
”Sesendok Gula” kata guru saya sama dengan sepiring nasi. Kerna gula yang
diminum atau dimakan, langsung diserap dan langsung beredar jadi gulosa darah.
Sedangkan nasi dan glycogen lainnya perlu di metabolisme dan di uraikan lebih
dulu, sehingga sepiring nasi equivalent dengan sesendok gula.
Akibatnya bila di hari Raya ini kita di suguhi sirup atau air gula dengan
gulanya satu sendok, berarti kita telah memakan Karbohydrat sebanding dengan
sepiring nasi. Jika kita bertamu kerumah orang dapat suguhan segelas air
sirup, tambah kue-kue yang manis, apalagi jika ada lontong, lemang tapai.
Semua itu adalah karbohidrat.
Karbohidrat yg berlebih dan menumpuk ini melalui Kreb’s cycle akan di robah
dan disimpan dalam bentuk lemak. Lemak yang menupuk di perut dibawah kulit dan
yang menumpuk di dalam pembuluh darah sehingga pembuluh darah jadi kaku
mengalami sclerosis akan menghantarkan ke penyakit jantung dan pembuluh darah
yang rapuh serta mudah pecah, kerna kurang elastis.
Karbohidrat yang banyak dan tak seimbang dengan asupan protein dan mineral.
Inilah saya lihat kecendrungan orang merayakan lebaran dengan menyantap
karbohidrat sebanyak-banyaknya. Padahal semua tahu, burungpun tahu bahwa yang
diburtuhkan tubuh adalah Protein untuk daya tahan, untuk otak, dan untuk
menganti sel-sel yang sudah haus, mati dan rusak. Proteinlah yang dibutuhkan
untuk daya tahan dan kekebalanm serta untuk berfikir, tapi protein ini kurang
dimakan.
Vitamin mineral yang harus didatangkan dari luar, dan harus disantap yang
banyak terddapat dalam sayur mayur segar serta buah-buahan segar, sebagai anti
oxydant yg menghambat penuaan. Justru sayur dan buaha-an ini tak terhidang di
Hari Raya Idul fitri ini.
Berbeda dengan saya di Makkah, kami disajikan Kurma serta daging ayam dan
ikan.
Di Makkah Hari raya di ramaikan dengan shalat di Masjidil Haram. Sesudah
shalat Subuh di kumandangkan Takbir, Tahlil dan tahmid. Selesai Shalat Id
orang pulang pergi tidur. Pasar sepi jalan-jalan lengang. Sampai ke Jeddah
saya tak menemukan lagi mobil di jalan tak menemukan lagi toko yang di buka,
rumahpun di kunci sepi .
Hari raya di renungkan dan orang istirahat kerna sebulan penuh memerasa tenaga
beribadah dan mencari uang. Beramal shaleh siang dan malam, sehingga di hari
ebaran mereka menikmati hasil, tapi dengan tidak makan dan makan, Melainkan
mereka tidur. Dan kalaupun makan mereka mencari kurma dan menyantap protein
dan sayur-mayur.
Ketidak harmonisan yang dimakanlah yang menghantarkan manusia pada penyakit,
sehingga sesudah lebaran ini, banyak sekali rumah sakit dikunjungi oleh orang
yang berlebaran, tapi tak menjaga perut. Salah satu sumber penyakit adalah
perut sabda Rasul. ”Maka makanlah, minumlah tapi jangan berlebih-lebihan. Kami
adalah satu kaum yg baru makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang”.
Pesan Rasul.
Di kampung saya sudah kenyangpun di paksa untuk makan, menghormati tamu dan
dengan alasan yang bermacam-macam.
Sekarang orang semakin maju, bermacam-macam kue yang terhidang di meja,
banyak kue-kue yang terlalu manis dan banyak mengandung mentega, ditambah
dengan sirup-sirup berwarna yang semuanya mengadung kadar gula yang tinggi dan
kadar lemak dan kholesteol yang tinggi. Kalau mampir di setiap rumah disuguhi
kue yang manis, sirup yang manis, lemak dan kholesterol yang tingi. Terasa
kerongkangan cepat bosan dan perutpun tidak begitu mau menerimanya.
Sebetulnya tolakkan dari perut dan kerongkongan itu, satu pertanda bahwa
makanan itu bisa mengakibatkan ketidak seimbangan dan bisa-bisa menimbulkan
penyakit gula dan penyakit peninggian kadar kholesterol. Kalau kedua
penyakit ini, telah mampir di tubuh, untuk mengobatinya kembali bukan main
susahnya. Saya tidak tahu, entah karena gengsi entah karena apa, banyak
orang bangga kalau di mejanya tersedia makanan dengan kadar gula dan kadar
lemak yang tinggi, disertai lagi oleh makanan dan minuman kaleng serta
sirup-sirup yang berwarna.
Padahal ahli jantung dan pembuluh darah, menyeru dan memangil kita semua,
jauhi dan hindari makanan yang mengandung lemak dan makanan yang manis-manis.
Ahli onkologis atau ahli penyakit kanker ( tumor ganas), selalu meneriakkan,
hindari makanan kaleng dan jauhi memakan makanan dan minuman yang ada zat
warnanya, karena hasil penyelidikan mereka dalam zat warna dan zat-zat yang
sudah lama atau diawetkan, merupakan zat-zat yang teratogenik. Atau
merangsang terjadinya penyakit kanker.
Di negara-negara maju, sekarang orang kembali mencari makanan-makanan yang
alamiah, orang kembali mencari umbi-umbian, memakan sayar dan buah-buah
segar. Orang kembali beralih meninggakan makanan kaleng yang sudah diawetkan
dan makanan yang mengandung zat warna, serta makanan yang manis dan berlemak,
jeroan, isi perut, usus, babek, gajebo, gulai otak dan paru-paru yang
mengandung kadar kholesterol yang sangat tinggi, mulai dihindari orang. Semua
itu berdasarkan penyelidikan dan pengamatan=pengamatan.
Sebaik-baik makan yang diawetkan, atau makanan yang sudah lama terletak,
apalagi kalau sudah kadaluwarsa, atau habis masa boleh beredarnya. Tentu
jauh lebih baik makan segar dan baru. Buah-buahan segar, sayur-sayuran
segar. Justru di negara maju, makanan segar ini yang lebih mahal.
Muncul sekarang istilah back to nature, kembali kepada alam. Ternyata makanan
yang bermanfaat itu adalah yang di tumbuhkan dari bumi. Kalau Tuhan berkata
bahwa Kami ciptakan manusia itu min sulalatin min Tiin, dari sari-sari tanah.
Itu berarti manusia itu cocok memakan makanan yang berasal dari tanah, semua
buah-buahan dan semua sayur-sayuran.
Perhatikanlah sususunan gigi geligi kita, seperti gigi kambing, tersusun
rata, tidak ada taringnya. Susunan gigi kita seperti susunan binatang
memamah biak, maka gigi ini lebih cocok memakan sayuran dan buah-buahan.
Dari dulu nenek moyang kita memang memakan sayur dan buah-buahan, sehingga
mereka berumur panjang. Lalu kapan manusia mulai memakan binatang ?. Ada yang
menjawab, sewaktu topan nabi nuh, karena diatas kapal manusia kelaparan,
dan diatas kapal sayur-sayur serta buah-buahan sulit didapat, maka dalam
keadaan darurat itu, manusia memakan daging. Jadi daging dan hewan itu di
makan karena keadaan darurat.
Kemudian ada yang bertanya, bagaimana dengan protein?. Sesungguhnya
didalam tumbuh-tumbhanpun banyak protein yang dikenal dengan naman protein
nabati. Lihatlah tempe dan jenis kacang-kacangan, dia mengadung protein
yang bagus dan mengandung serat yang tinggi, sehingga orang yang makan
tempe, tubuhnya sehat dan pencernaannyapun lancar. Sedangkan orang yang
makan daging dan lemak sering mengeluh gangguan sakit perut dan susah buang
air besar.
Sewaktu lebaran ini, betapa inginnya kalau di meja tuan rumah, ada jagung
rebus, ubi rebus, kacimuih, atau buah segar. Atau ketupat lebaran, karena
ketupat murah membuatnya dan tahan sampai 2 hari, sehingga dalam berlebaran,
tuan rumah tidak begitu direpotkan oleh membuat kue berjenis-jenis macamnya
dan tidak memasak sambal dan gulai yang mengandung kholesterol. Kesan kita
setiap lebaran datang banyak manusia yang menyambutnya secara
berlebih-lebihan dan banyak yang mubazir dan banyak pula yang menimbulkan
penyakit.
Agaknya baik kita ikuti ajakkan Tuhan agar makan makan yang halal dan
makanan yang baik. Baik untuk diri, baik untuk kesehatan, serta halal.
Untuk semua itu, baiklah kita simak sebuah Firman suci-Nya dalam surat Al
Bagarah ayat 168:
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat
di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syitan, karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu".
Kita anak alam, kembalilah kepada alam, jangan macam-macam. ikutilah anjuran
ahli jantung supaya jantung jadi sehat, turitilah anjuran alhli pembuluh
darah supaya darah menjadi lamcar. Dengarlah pesan ahli kanker, supaya
terhindar dari penyakit yang menakutkan dan mambunuh itu. Semua mereka
berpesan, jauhi memakan makanan yang mengandung gula yang tinggi, lemak,
makanan kaleng dan minuman berwarnaManusia berlomba=lomba membuat kue dan
penganan dari gula lemak dan minuman berwarna serta makanan kaleng.
Apakah memang cara begini yang dianjurkan agama ?. Saya ngak tahu, tapi
kalau saya berhari raya ke rumah seseorang, alangkah inginnya saya kalau
di rumah orang itu justru yang tersedia, buah-buahan, kue arai pinang, kue
bawang dan kacang tojin. Dan kalau ada yang mejajikan, jangung rebus, ubi
rebus, atau kacimuih, betapa lezatnya. Murah, meriah, bermanfaat dan tak perlu
di takutkan akan
menimbulkan penyakit.
P Baru 10 September 2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---