Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
Nan alah di dalam blog lah sampai nomor 12. Nan dibawahko cuplikan dari nomor 11. Wassalamu'alaikum Lembang Alam (11) .............. Tapi kok keterusan bandel? Ya siapa sih yang tidak bandel seumur anak SMU yang dalam masa pancaroba itu? Apalagi kalau digiring banyak fans untuk jadi bandel. Mulanya bandel lucu-lucuan akhirnya jadi bandel sungguhan. Ada penyebab lain sebenarnya kenapa Anto jadi bandel. Suasana di rumahnya. Anto sebenarnya dari keluarga berada. Ayahnya seorang pengusaha sukses. Dan Anto, tadinya anak manja meski dia tidak dididik untuk cengeng. Papinya mengajarnya berdisiplin, yang kata papi, agar bisa menghargai waktu dan benda-benda atau barang-barang. Dia dibelikan mobil karena dia berprestasi baik di sekolah, tapi mobil bukan untuk dipakai ugal-ugalan. Anto sebenarnya sangat memuja papi, sebagai figur untuk dijadikan contoh, karena kesuksesan dan kedisiplinan papi. Tapi tiba-tiba terjadi malapetaka. Maminya jatuh sakit. Mami kena kanker payudara. Satu payudaranya dioperasi. Yang sangat menyedihkan, papi bukannya membantu merawat mami, atau paling tidak bersimpati kepada mami, malahan menjauhi mami. Proses itu berjalan cepat. Pada awalnya papi masih penuh perhatian pada mami. Sampai hari keputusan mami mau dioperasi. Papi tidak setuju mami dioperasi. Papi menginginkan agar mami mencoba pengobatan alternatif seperti yang dia dengar dari teman-temannya. Mami tidak percaya dan berkeras dengan keputusan untuk dioperasi. Papi sampai saat terakhir tetap tidak mau menanda tangani surat persetujuan operasi mami. Tapi mami nekad. Mami membuat kesalahan dengan meminta persetujuan kakek. Tentu saja kakek jadi serba salah. Tapi demi anaknya yang disayanginya, karena menurut kakek, keyakinan untuk sembuh dengan suatu cara pengobatan itu sudah merupakan sebagian dari obat, kakek lalu menyetujuinya. Kakek berusaha meyakinkan papi bahwa apa yang dia setujui itu untuk kebaikan mami. Dan ternyata penyakit mami memang tidak serta merta sembuh. Malahan kelihatannya bertambah parah. Sebelum dioperasi mami masih bisa leluasa bergerak di rumah meski sangat kelihatan bahwa dia tidak sehat. Tapi sekarang dia tidak sanggup lagi. Sehari-harinya mami terbaring lemah di tempat tidur. Papi marah. Papi menunjukkan ketidak senangannya atas proses pengobatan mami. Papi bahkan protes keras pada kakek. Dan keluar pernyataan yang sangat tidak ditunggu-tunggu itu. ‘Karena bapak sudah mengambil alih tanggung jawab saya sebagai suami dalam hal pengobatan anak bapak, sekalian saja saya serahkan kembali anak bapak.’ di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
