Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
Nomor 15. Wassalamu'alaikum Lembang Alam (15) Jam dua siang Suryanto sampai di rumahnya. Bik Inah yang membukakan pintu memberi tahu bahwa istrinya, Ningsih sedang tidur. Dia langsung ke kamar dan didapatinya Ningsih sedang tertidur pulas. Wajahnya tetap cantik biarpun sekarang pucat dan lebih kurus. Yanto mengamati wajah cantik itu. Darahnya berdebar. Wanita itu, istrinya, saat ini tengah menderita, sedang sakit. Dan penyakit itu datang bukan atas kehendaknya. Ada Yang Maha Kuasa yang menentukan sehat dan sakitnya seseorang. Oh Tuhan… Kenapa selama ini dia tidak pernah ingat kepada Nya? Betapa lalainya dia, dan istrinya, dan anaknya. Hidup ini selama ini hanya disibukkan dengan perusahaan, dengan mengejar keuntungan, dengan bersenang-senang, dengan uang. Dan sekarang ternyata tidak semuanya dapat dibeli dengan uang. Yanto berdiri diam terpaku di samping tempat tidur istrinya. Bukan….. itu adalah juga tempat tidurnya, kamarnya. Beberapa minggu terakhir ini dia seperti seorang pengecut melarikan diri dari kenyataan. Dia tidak mau tidur di kamar ini dan lari ke rumah orang tuanya di Tebet, di tempat mama. Dia lari dari kenyataan bahwa istrinya sedang mengidap penyakit berat. Dan dia bukannya ikut prihatin atau membantu merawatnya, malahan meninggalkannya. Wanita malang itu pasrah dalam ketidakberdayaannya. Sedangkan dia sendiri, apa yang diperolehnya? Kepuasan? Setelah melampiaskan ego dan marahnya? Tanpa disadarinya air matanya berlinang. Dia mendekat dan duduk di pinggir tempat tidur. Pandangannya tidak lepas dari wajah Ningsih. Dia tidak dapat menahan dirinya untuk tidak membelai wajah ayu dan pucat itu. Ningsih terbangun…. terkejut…ah… ini pasti mimpi. Dalam mimpinya dipandanginya wajah mas Yanto tersenyum kepadanya. Tapi tangan itu. Dia merasakan tangan yang membelai mukanya dengan lembut. Ini bukan mimpi…ini kenyataan.. ‘Mas… mas Yanto…? Benarkah ini kamu mas…?’ ‘Iya.. ini saya Ning… ini saya…Yanto..’ ‘Nggak mungkin…saya bermimpi…. Ini nggak mungkin…’ ‘Ini saya Ning….kamu tidak sedang mimpi…ini saya…’ ‘Saya tidak mimpi…? Atau…… Oh iya…. baik..mas.., kamu… ada yang ingin kamu sampaikan?’ ‘Ada Ning… ada…. Saya ingin minta maaf padamu. Saya telah menyia-nyiakan kamu dalam penderitaan dan penyakitmu.’ ‘Kenapa mas? Ada apa…?’ ‘Saya bersungguh-sungguh Ning. Saya minta maaf. Maukah kamu memaafkan saya?’ ‘Ya Tuhaan…. Benarkah ini? Benarkah mas Yanto kembali? Ya Tuhaan…’ di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
