Kalau dua nama ini (Sri Mulyani dan Siti Fadilah Supari) disodorkan ke gedung putih untuk dimintai pendapat siapa yang layak jadi presiden atau wapresnya SBY tentu Gedung putih akan memilih Sri Mulyani dariapda Siti Fadilah ibu menkes ini.
Konon katanya di negeri ini orang2 spt Sri Mulyani, Boediono dan sejenisnya jika maju sbg ca/wapres akan lebih disukai dan didukung penuh gedung putih daripada orang2 spt Siti Fadilah, Faisal Basri, Drajad Wibowo, Kwik Kian Gie apalagi Amien Rais. ----- Original Message ---- From: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, October 15, 2008 9:53:40 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Menkes: Sebelum Kapitalisme di AS Jatuh, Saya Tak Ikut Senin, 13/10/2008 20:55 WIB Menkes: Sebelum Kapitalisme di AS Jatuh, Saya Tak Ikut Irwan Nugroho - detikNews Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari bersyukur kebijakan kesehatannya tidak mengikuti prinsip kapitalisme, yang sedang oleng di Amerika Serikat (AS). Kendati tawaran kapital dan liberalisasi datang dari berbagai pihak, Menkes teguh pada pendiriannya. "Sebelum jatuhnya liberalisme kapitalisme di AS, 2 minggu yang lalu, saya sudah dari tahun 2004, menunjukkan program kesehatan tidak boleh ikuti liberalisme kapitalisme tersebut," tegas Menkes Siti Fadilah Supari. Menkes menyampaikan hal itu dalam Workshop dan Training Pembangunan Banjar-banjar siaga se- Bali, di Hotel Nikki, Jalan Gatot Subroto, Denpasar, Bali, Senin (13/8/2008). Menkes mengatakan, kebijakan yang tidak mengikuti liberalisme dan kapitalisme itu seperti pengobatan masyarakat miskin yang digratiskan. Banyak yang menghujat kala dia melontarkan program itu. "Sampai dibego-begoin. Mosok ah, ini menteri tolol . Mana ada orang miskin digratiskan. Saya terus berjuang sendiri tidak punya teman. Seperti anak ayam di antara itik, tapi saya yakin itu betul," kisahnya. Tawaran berbau kapitalisme lainnya, imbuh dia, tentang rumah sakit pemerintah yang akan dijadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sampai tawaran saham investor dari luar negeri agar menjual rumah sakit pemerintah. "Ada cukong dari luar negeri yang ingin beli RSCM dan Fatmawati. Katanya tenang, nanti Ibu saya kasih saham. Waktu itu gede banget. Untung saya tidak tertarik dengan saham. Saya lebih suka tertarik Tuhan. Kalau saham dari Tuhan itu tidak akan terjungkal," kata penulis buku 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung'. Perlawanan terhadap kapitalisme itu tak kalah sengitnya terhadap mafia perdagangan obat di Indonesia, yang membuat harga obat di Indonesia tertinggi di dunia. "Saya dapat caci maki, di setiap reshuffle saya mendapat nomor satu yang harus di-reshuffle, karena saya melawan mafia obat. Harga obat tinggi, berapa untungnya? Dan mereka sangat khawatir kalau saya atur harga obat itu. Maka saya digoyang terus," tandas dia.(nwk/did) Source : http://www.detiknews.com/read/2008/10/13/205544/1019507/10/menkes-sebelum-ka pitalisme-di-as-jatuh-saya-tak-ikut --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
