Assalamualikum Wr.Wb saya agak terkejut aja mendengarkan tidak boleh azan, kalau orang azan di jalanan, di halaman sekolah, atau di dalam gereja, bahkan dalam kuil saya rasa memang itu tidak punya etika, tetapi kalau siswa azan di musala, atau mesjid Sekolah sara rasa tidak ada larangan, karena yang di lakukan itu sudah pada tempatnya, seandainya di sekolah itu didirikan Gereja tentu dia juga nyanyi di waktu kebatisan dsg, yang penting adalah meletakan sesuatau pada tempatnya dan pada waktunya, kan Siswa tidak azan setiap minit, hanya pada jam tertentu toh ga sampai satu jam mereka azan, kenapa harus dilarang, berati kita lebih malu kepada orang di luar islam ketimbang dengan Allah sendiri, namanya kita hidup bermacam2 dan bergolonga2an saling kita faham satu sama lain, pada saat orang agama lain menunaikan ibadahnya mengganggu pendengaran kita kita juga harus faham bahwa mereka sedang ber ibadah, begitu juga sebaliknya. disekolah itu kan tidak cuma belajar matik2 dan ilmu lainnya, belajar saling menghagai diantara sesama, bukan untuk menghargai kita lagi puasa dia harus tidak makan itu tidak perlu, silahkan dia makan di waktu kita lagi puasa, tetapi detempatnya, coba ditinjau ulang lagi tentang larangan azan tersebut, jangan ada propokator terhadap agama, Sutan Zamzamir Chaniago Age : 42 jalan, Jakarta
--- On Wed, 10/15/08, Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Muhammad Dafiq Saib <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: (Cerbung) SANG AMANAH(20) To: [email protected] Date: Wednesday, October 15, 2008, 3:57 PM Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Nomor 20. Wassalamu'alaikum Lembang Alam (20) ‘Maaf, kalau saya kok tidak melihat itu sebagai unjuk kekuasaan. Mungkin pak Umar itu tidak tahu kalau di sini ‘tidak boleh azan’ lalu dia, yang kabarnya seorang pengurus mesjid mengambil inisiatif untuk azan. Kalau pak Mursyid tidak suka mungkin bisa dijelaskan saja dan minta supaya besok dia tidak azan atau menyuruh azan lagi,’ kata ibu Sarah lagi. ‘Saya pasti akan menyampaikannya nanti pada waktunya. Saya rasa ini berlebih-lebihan. Kalau diteruskan lama-lama kita harus ganti nama sekolah ini dari SMU menjadi MAU, madrasah aliyah umum,’ kata pak Mursyid. ‘Yang kurang berkenan itu yang mana pak Mursyid? Azannya, orangnya, perubahannya? Atau apa?’ ibu Sofni ikutan. ‘Begini bu, ya. Seandainya ini pesantren kita berlakukan cara-cara pesantren. Tapi mengingat ini sekolah umum ya kita berlakukan cara-cara sekolah umum. Tidak semua murid di sini Islam. Tidak semua guru di sini Islam. Ini, pak Situmorang dia orang Kristen. Kan nggak enak sama dia. Jangan tanya apakah dia keberatan atau tidak karena nanti malah jadi nggak lucu. Di sini ada pak Wayan dia orang Hindu, sama lagi juga,’ pak Mursyid tambah bersemangat. Pak Sofyan yang baru kembali dari shalat berjamaah, yang mendengar ujung pembicaran tapi dapat menduga apa yang sedang jadi bahan diskusi, bertanya setengah memancing; di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
