Assalamu'alaikum Wr Wb.

Kepada Angku Azmi Dt. Bagindo basarato samonyo dan ado di palanta,

Maaf dipinta sapanuah hati jiko salah dan kurang ambo manyabuik gala
angku-angku samonyo.
Setelah mambaco tulisan Angku Datuak Bagindo, ado beberapa hal nan menarik
perhatian ambo, yaitu setantang dengan istilah TALI TIGO SAPILIN kemudian
hal-hal nan berhubungan dengan Perda Kabupaten Agam.

Mengenai unsur dari konsep TALI TIGO SAPILIN sajak pabilo berubah menjadi
Pemerintah Daerah, Ninik Mamak dan Alim Ulama ? Karano, kalau ambo indak
salah sewaktu ambo ketek dahulu ( ambo dikampuang di nagari Sariak kec.
Banuhampu kab. Agam sampai umur 11 tahun) unsur dari TALI TIGO NAN SAPILIN,
TUNGKU TIGO NAN SAJARANGAN adalah Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cerdik
Pandai.

Sekian dahulu pertanyaan ambo.

Wassalam
edwar st sarih
Jkt, 41 thn

On 10/17/08, azmi abu kasim azmi abu kasim <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Assalamualaikum w.w
>
>
>
>             Kebetulan ambo dapek hadir pada acara "SIPASAN 08" di Maninjau
> yaitu dalam rangka silaturrahmi masyarakat Agam /Luak Agam serta menggali
> potensi perantau yang diadakan pada tgl. 7 – 8 dan 9 Oktober 2008. Pada
> dasarnyo Acara itu sangat bagus karena dapek berkumpulnyo para perantau Agam
> yang berada di Nusantara dan Malysia, sehingga diantara pera perantau dapat
> saling berkenalan dan bertukar pikiran untuk kemajuan Agam dan sekaligus
> terjalin Silaturrahmi.
>
> Namun, sayang pertemua itu hanya pertemuan Pamerintahan Kabupaten Agam dan
> Perantau, dan tidak mengikutsertakan Tokoh masyarakat atau tokoh Adat
> seperti KAN atau niniak mamak. Padahal disitu dibicarakan disamping
> pembangunan secara pisik juga di bicarakan juga tentang sitem pemerintahan
> Adat, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Sehingga
> tidak dapat informasi  apa sebenarnya yang terjadi di masyarakat bawah
>
>             Dibawah ko terlampir ambo sampaikan tulisan ambo, sebagai
> sumbangan pikiran pada acara tersebut mudah-muahan ado manfaatnyo, terima
> kasih.
>
>
>
> Wasalam,
>
>
>
> Azmi Dt.Bagindo
>
> * *
>
> * *
>
> * *
>
> * *
>
> * *
>
> *LEMGABA ADAT NAGARI *
>
> *DALAM OTONOMI  DARERAH BALIAK KANAGARI*
>
> * SEBAGAI PELENGKAP PENDERITA (1)*
>
> Oleh : Azmi Dt.Bagindo 2)
>
>
>
> * *
>
> *Pendahuluan*
>
> * *
>
> Kami niniak mamak panghulu pemangku Adat nan tergabung dalam *IKPA* dan *
> BAKOR* Agam Jakarta, dengan ini memanjatkan Puji  Syukur kepada Allah
> Tuhan Yang Maha Kuasa, dan terima kasih kami sampaikan kepada panitia *SIPASAN
> '08*  yang telah bertindak sebagai silang nan bapangka, karakok nan
> bajunjung, untuk mamprakarsai terlaksananya acara *SILATURRAHMI PERANTAU
> AGAM Se NUSANTARA TH 2008 yang disingkat (SIPASAN '08) *Acara ini* * bertujuan
> untuk mendapatkan kesimpulan dan rumusan, baik dibidang Ekonomi, &
> pengentasan kemiskinan, pendidikan, & social dan budaya serta kelembagaan &
> organisasi perantau. Dengan mengangkat Tema : *Optimalisasi peranan
> Perantau, terwujutnya Agam Mandiri dan berprestasi yang Madani* dan moto *
> PADAMU  NEGERI KAMI BANGUN NAGARI.*
>
> Melihat kepada tujuan serta tema tersebut diatas, bahwa ada sedikit harapan
> terhadap potensi  masyarakat Agam yang ada di perantau. Hal ini tentu  
> bukanlah
> sesuatu yang berlebihan, tetapi adalah merupakan sesuatu yang harus demikian
> adanya, hal ini sesuai dengan pepatah dibawah ini :
>
>
>
>            *Karakau madang dihulu*
>
> *            Babuah babungo balun*
>
> *            Marantau bujang dahulu *
>
> *            Dirumah paguno balun.*
>
>    **
>
> Begitulah konon kabarnya dari dahulu sampai sekarang, namun jikok lai
> barhasil diperantauan berbaktilah terhadap kampung halaman, sebagai tanda
> cinta terhadap tanah leluhur sesuai dengan kemampuan. Jika tidak mampu nan
> do'a dikirim juo. Semoga kampung kita Makmur, rukun damai aman  sentosa,
> padinya masak jagung maupiak taranaknyo bakambang biak, ayah kayo mandeh
> bertuah mamak dihormati orang, Baldatun Taiyibatun Warabbun Gafuur, nan bak
> buah bunyi pantun.
>
>
>
>
>
>            *Lago lagah bunyi padati*
>
> *            Padati nakrang ka ka Padang*
>
> *            Bunyi ganto baibo-ibo*
>
> *            Bia sasuwok dapek pagi*
>
> *            Bia sasuwok dapek patang*
>
> *            Minangkabau takana juo*
>
> * *
>
> 1.       Disampaikan pada Acara Silaturrahmi Perantau Agam Se Nusantara th
> 2008 (SIPASAN 08) pada tgl. 7 – 8 dan 9 Oktober 2008 bertempat di tepian
> Danau Maninjau
>
> 2.       Sebagai Ketua Bidang Adat IKP dan Sekretaris Umum Lembaga Adat
> Kebudayaan Minangkabau (LAKM) Jakarta
>
>
>
>
>
> *            Kaja bakaja riak Danau*
>
> *            Asang malinte-linteh juo*
>
> *            Bia mularaik badan di rantau*
>
> *            Nan Agam tatap takana juo*
>
>
>
> Namun, sebelum kita berbicarakan tentang potensi masyarakat Agam di
> perantau, ada beberpa hal yang terlebih dahulu perlu kita bicarakan.
>
>
>
> *1. Otonomi Daerah*
>
> * *
>
> Alangkah baiknya jika Otonomi daerah atau baliak ka Nagari, betul-betul
> dilaksanakan sesuai dengan apa yang disebutkan dalam perda-perda*, bahwa
> nagari adalah kumpulan masyarakat adat berdasarkan asal usul dan adat
> salingka nagari. *Tidak  hanya dijadikan sebagai Wacana, atau sebutan
> saja. Malah dalam Otonomi daerah dan baliak kanagari, Lembaga Adat hanya
> sebagai pelengkap penderta saja.
>
> * *
>
>  "*Tiga Pilar Lembaga*" atau yang biasa disebut "*Tali tigo sapilin*"
> yaitu, Pemerintahan daerah, Lembaga Adat (KAN) dan tokoh Agama, belumlah
> berjalan dengan seimbang. Karena sampai saat ini Lembaga Adat (KAN) belumlah
> dilibatkan, untuk ikut berperan aktif dalam manata kehidupan masyarakat
> serta pemerintahan di nagari. Terkesan Lembaga Adat (KAN) hanyalah sebagai
> penonton yang baik. Yang mana keberadaan Lembaga Adat (KAN) sama sekali
> tidak diperhitungkan, paling-paling hanya diperlukan sekali lima tahun, atau
> pada acara-acara seperti ini, padahal dalam Perda-perda disebutkan dengn
> jelas, sebagai berikut :
>
> *a.        **Perda 9 th 2000 uruf b. bahwa sistim Pemerintahan Nagari
> dipandang efiktif guna menciptakan ketahanan Agama dan Budaya berdasarkan
> tradisi dan sosial budaya masyrakat Sumatera Barat, yang demokrasi dan
> aspiratif* serta dalam rangka tercapainya kemandirian, peran serta dan
> kreatifitas masyarakat, yang selama ini dipinnggirkan dan diabaikan.
> Sekarang pada perda no. 2 tahun 2007 hal itu dihilangkan. (*Berarti
> kembali di pinggirkan)*
>
> *b.        **Perda no. 2 tahun 2007* sebagai pengganti perda no. 9 tentang
> pemerintahan nagari, pada ketentuan Umum Pasal 1  ayat 7  disebutkan : *Nagari
> adalah kumpulan masyarakat hukum adat yang memiliki batas-batas wilayah
> tetentu, dan berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
> setempat berdasarkan filosofi Adat basandi Syarak, Syarak Bansandi
> Kitabullah dan atau berdasarkan asal-usul dan adat istiadat dalam wilayah
> peropinsi Sumatera Barat.*
>
> *c.         **Pada perda Kab.Agam no. 12 th* *2007* *pasal 1 ayat 6* , *Nagari
> adalah Pertamaan masyarakat hukum Adat yang memiliki batas-batas wilayah
> tertentu berdasarkan filosofi Adat Minangkabau ( Adat Basandi Syarak, Syarak
> basandi kitabullah) dan atau berdasarkan asal usul dan adat salingka nagari
> *
>
>             Semua perda yang dikeluarkan oleh pemerintahaan Daerah baik
> tingkat provinsi ataupun tingkat Kabupaten, *menyebutkan bahwa nagari
> adalah kumpulan masyarakat adat*, *berdasarkan filosofi Adat Basandi
> Syarak syarak basandi kitabullah dan atau berdasarkan asal usul dan adat
> salingka nagari.* Namun, implementasinya pada masyarakat adat di nagari  tidak
> jelas, malah boleh dikatakan tidak ada, maka timbul pertanyaan kita
> sehubungan dengan itu, adalah sebagai berikut :
>
> 1.      Nagari yang di maksud, "nagari", yang mana ?
>
> 2.      "Masyarakat hukum adat",  masyarakat hukum adat yang mana.....?
>
> 3.      Dan apa yang di maksud dengan, "hak asal usul dan adat salingka
> nagari".....?
>
> *2. Niniak Mamak Pemangku Adat, *
>
>            Baik pada perda 9 th 2000,  Perda no. 2 th 2007  begitu juga
> Perda Perda Kabupaten agam no. 12 th 2007, bahwa niniak mamak pemangku adat
> disejajarkan dengan Bundo Kandung dan Generasi Muda. Dalam perda disebutkan;
> *Anggota BAMUS NAGARI terdiri dari unsur niniak mamak, alim ulama, cadiak
> pandai, Bundo Kandung, dan generasi muda (* *Perda Agam pasal 53 ayat 1*)
>
>            Hal ini tentu sangat bertentangan dengan fungsi beliau yang
> disebut dalam istilah adat, bahwa beliau didahulukan salangkah, ditinggikan
> saranting, dianjung tinggi dan diambak gadang. Dan beliau diangkat oleh
> kaumnya dengan kata mufakat dan diakuai dalam nagari, sesuai dengan istilah
> adat, berdiri panghulu sepakat kaum dan berdiri adat sepakat nagari. Lalu
> dalam perda dia disejajarkan dengan Bundo kandung dan Generasi Muda.
>
> * *
>
> *3. Pembinaan dan pemberdayaan lembaga-lembaga nagari :*
>
>     3. *  2. Bantuan biaya kegiatan KAN Rp. 250.000,- perbulan*
>
>           3. Bantuan Biaya kegiatan PKK Rp. 150.000,- perbulan
>
>           4. Bantuan biaya kegiatan LPMN Rp. 250.000,- perbulan
>
>           5. Bantuan biaya Parik Paga Nagari  Rp. 150.000,- perbulan
>
>           6. Bantuan kegiatan Bundo Kandung Rp. 125.000,- perbulan
>
>           7. Bantuan kegiatan kelembagaan lain Rp. 200.000,- perbulan
>
>           8. Bantuan kegiatan sebagaimana pada point 2 s/d 7  pencahiran
> dengan mengajukan rencana anggaran (RAB) *( Peraturan Bupati Agam no. 7 th
> 2008 pasal 14 )*
>
>            Biaya yang diberikan kepada (KAN) sebagai lembaga adat di
> nagari sangatlah kecil sekali, sama dengan yang diberikan kepada Lembaga
> Pemberdayaan Masyarakat Nagari ( LPMN). Apa kiranya yang dapat di lakukan
> oleh Lembaga Adat (KAN) dengan bantuan yang hanya Rp. 250.000/ bulan?.
> Sedangan di satu nagari jumlah niniak mamak pemangku adat ada yang lebih
> dari 50 orang. Sedangkan
>
> * *
>
> *4. Kesimpulan*
>
> a.      *"Tiga Pilar Lembaga"* atau *"Tali Tigo Sapilin*" tidak berjalan
> seimbang, malah kandua tagang salampih, sehinggo tali putuih kabek urak,
> kayu baserak. Lembag Adat (KAN) tak obahnya hanya sebagai penonton saja,
> malah boleh dikatakan sebagai pelengkap penderita.
>
> b.      Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh para pemangku adat,   padahal
> beliau dalam kaumnya di katakan nan mamacik tampuak jo tanggkai, kapai
> tampek batanyo kapulang katampek babarito, didahulukan salangkah,
> ditinggikan sarantang, *"Gadang Basa Batuah"* Tanah nan sabingkah, rumpuik
> nan sa alai, sawah ladang banda buatan, itu semua milik atau kepunyaan Adat,
> berarti semuanya berada dibawah pengawasan para pemangku adat atau Lembaga
> Adat (KAN) namun, beliau hanya sebagai penonton saja.
>
> c.      Akhirnya timbul  "*Apatis*" atau penyakit masak bodok, sehingga
> jurang atara pemerintah pormal dengan pemerintah non pormal akan semakin
> dalam
>
> * 5 Harapan dan Saran*
>
> a.       Kiranya pemerintah Daerah diharapkan akan bersungguh-sungguh
> untuk melaksanakan  Otonomi daerah atau kembali ka Nagari  sesuai dengan
> maksud PERDA tersebut diatas.
>
> b.       Kiiranya "*Tiga Pilar Lembaga*" atau yang biasa disebut "*Tali
> Tigo Sepilin", *yaitu pemerintah daerah, Lembaga Adat (KAN) dan tokoh
> Agama, dapat diselaraskan hubungannya dalam rangka menunjang pemerintahan
> daerah
>
> c.       Kiranya terindentifikasi permasalahan-permasalahan yang mengambat
> kinerja dan senerjitas antara Pemerintah Daerah, Lembaga Adat (KAN) , dan
> Tokoh Ulama, sehingga tersusun konsep dan pola hubungan ke 3 (Tiga) Pilar
> tersebut.
>
> *d.      *Niniak mamak panghulu pemangku Adat yang tergabung dalam Lembaga
> Adat (KAN) yang di katakan sebagai pemilik tanah nan sabingkah, rumpuik nan
> sa alai, yang telah mendapat amanah dari kaum masing-masing untuak di
> dahulukan salangkah ditinggikan saranting sekaligus untuk mewakili anak
> kemanakan dalam memperjuangkan serta melindungi hak-hak mereka,  kiranya
> dapat berperan aktif dalam pembangunan nagari sesuai dengan perinsip "*Tali
> Tigo Sapilin"  *
>
>
>
>          Demikianlah nan dapek kami sampaikan, mudah-mudahan ada
> manfaatnya, dan jikok indak tersusun seperti sirih, kok indak  ta atok
> saperti gambia, indak dibarih nan tapaek, indak di laeh lakek atok, maaf
> dimintak banyak-banyak.
>
>
>
> Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum w.w.
>
>
>
>                                                     Jakarta  30  September
> 2008
>
>
>
>
>
>
>
>                                                                   Azmi
> Dt.Bagindo
>
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------
>  Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
> <http://sg.rd.yahoo..com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke