Assalamualaikum, wr.wbSemoga Pak Suhaemi senantiasa dilimpahkan nikmat kesehatan dan nikmat rezeki yang berlimpah....
Untuk melengkapi kisah Bapak K. Suhaemi, bersama ini saya posting gambar mesjid terapung itu serta suasana kota Jeddah yang dulu pernah saya kunjungi dan barangkali merupakan bagian pula dari kisah perjalanan Bapak ke Mesjid Terapung di kota Jeddah ini. Untuk mengisi kekosongan setelah menunaikan ibadah haji dan Umroh di Mekkah, biasanya rombongan jemaah diajak mengisi waktu, dengan melakukan kunjungan wisata Ke kota Jeddah. Promosi kota ini cukup hebat, yaitu untuk melihat sepeda Nabi Adam As, Makam Siti Hawa, Mesjid Qisas, Mesjid terapung dan Istana Bawah Air. Sebagai kota internasional - Jeddah - merupakan kota perdagangan bebas. Sehingga seluruh produk negara didunia bersaing di kota ini. Fasilitas hiburan yang tersedia dikota ini tidak beda dengan kota Jakarta. Kehidupan masyaratkatnya pun tidak beda dengan kota-kota lain diseluruh dunia. Aku terkejut melihat beberapa wanita dikota Jeddah, tidak menutup kepalanya, tidak seperti yang kita saksikan dan wajib dilakukan para kaum wanita harus menutup kepala dengan jilbabnya di tanah haram yaitu Makkah dan Madinah. Masih dalam batas-batas kesopanan, mereka umunya memakai baju panjang berwarna hitam. Begitupun ketika saya menduga beberapa wanita yang berlalu-lalang itu itu adalah wanita Indonesia, ternyata mereka adalah wanita Philipines, Thailand yang non muslim. Mereka umumnya bekerja di Jeddah sebagai karyawan perusahaan multi nasional yang ada di Jeddah ini. Setelah kami sholat dhuhur dimesjid Terapung ini, kami makan siang pada pukul 14.00. Di Mesjid terapung ini - kami melihat banyak keluarga Arab, mulai berdatangan untuk melakukan rekreasi pantai. (Mesjid terapung terletak di pinggir pantai Laut Merah). Bagi saya terasa ada suatu yang aneh - " kok pada jam mendekati asyar ini mereka baru pada berdatangan. Mengapa bukan pagi hari ?. Ternyata nadi kota-kota di Saudi Arabia, baru hidup setelah ba`da asyar - magrib hingga terbit fajar menjelang pagi hari. Pada siang hari mereka tidur dirumah. Barangkali ini karena pengaruh iklim setempat, dimana mereka menyesuaikan diri dengan alam setempat dengan cara menukar malam menjadi siang dan siang menjadi malam.Saya melihat beberapa remaja puteri Arab (menurut dugaanku) - sedang asyik menikmati air laut merah itu dipinggir pantai. Seketika saya bergabung dengan mereka untuk berpose bersama, sambil berkata dalam hati : " Amboi ... lincah dan pintar bergaya juga ya... remaja puteri Arab ini. (Ketika itu mereka menggunakan gamis hitam, kaca mata hitam dan sebuah topi model wisata) Menurut saya sesuatu yang luar biasa - jika ada remaja puteri Arab selincah ini. Bukankah yang tidak biasa bagi wanita Arab bukan ?. Saya memanggil mereka untuk mengabadikan gaya dan polah mereka untuk berfoto bersama. Mereka menyetujui ajakan saya dan setelah itu ......dengan menggunakan bahasa Indonesia logat Madura fasih ia bertanya kepada saya : " Ibu di Indonesia - berasal dari mana.?? " Haah.... ??? saya kaget dan seketika ia membuka cadar dan topinya.... Ternyata mereka adalah TKW asal Madura yang sedang berekreasi di pantai Laut Merah dan diajak berekreasi bersama oleh majikannya. Oh ……. Pantas mereka lincah sekali……. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wanita Arab dan di tanah Arab pula... dikutip dari : Catatan Perjalananku Menuju Kesempurnaan Islam (bagian 3) Wassalam 3vy Nizhamul http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Wed, 10/22/08, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] MASJID TERAPUNG Date: Wednesday, October 22, 2008, 11:22 PM MASJID TERAPUNG Oleh : K Suheimi Masjid Terapung di Jeddah, dari jauh tampaknya seperti terapung-apung diatas laut, putih cantik bentuk dan strukturnya. Masjid ini merupakan salah satu tempat kami berziarah, berkunjung menikmatinya sebelum terbang ke Indonesia . Masjid yang cantik ini sebetulnya bukan terapung, Cuma di bangun di pinggir laut. Tonggak-tonggak nya di benam kedalam laut, dilaut merah. Masjid kecil tapi cantik. Masjid yang full ac ini didalamnya sangat dingin, kontras sekali dengan diluar dipinggir laut yang panas. Disini kami shalat zuhur berjemaah. Jadwal berikutnya adalah makan bersama di knopi-knopi yang ada di pinggir pantai. ---cut----- Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an supaya mereka mempersaksikan berbagai manfa'at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. (QS. 22:28) Jeddah 30 September 2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
