Ass Wr Wb
sanak sapalanta sekedar selingan, catatan mudik lebaran lanjutannya
mat baca semoga berkenan..Jepe
-------------------------------------
CATATAN
MUDIK LEBARAN 1429 H
CRAZY
TRAFFICT JAM ARTINYA MACET GILA
By :
Jepe
Macet ?, wah ini sudah
menjadi santapan sehari-hari bagi warga kota
besar seperti Jakarta ,
macet yang “gila-gilaan” yang membuat urat sabar anda putus
berderai. Ketika macet gila di jalan-jalan protocol (mungkin disetiap ruas
jalan) di Jakarta untuk menempuh jarak 1 Km saja mungkin membutuhkan waktu
berjam-jam, lebih cepat rasanya menempuh jarak 1 Km tersebut oleh seorang
balita yang pernah menjadi juara merangkak saat lomba di Posyandu ketika
ibu-ibu muda menggagas acara lomba merangkak balita ini. Lha..wong kendaraannya
nggak bergerak kok diam ditempat atau lebih tepatnya bisa dikatakan
“Parkir di jalan Raya”.
Situasi “Macet Gila”
ini juga saya alami ketika mudik lebaran 1429 H kekampung halaman saya ranah
minang saat menempuh ruas jalan mulai dari Koto Baru-Padang Panjang sampai
akhir Lembah Anai menjelang masuk Kayu Tanam. Dari informasi yang didapat
seputar arus mudik ke Sumbar saya telah mengetahui bahwa jalur ini macet total,
menjelang masuk kota Bukit Tinggi dari Payakumbuh Doni sopir saya membelokan
kendaraan mengambil jalur alternative di sepanjang lereng Gunung Merapi (Ampek
Angkek-Candung) disamping itu Doni saya “drop” di Bukit Batabuah
kampung halamannya disebuah simpang jalan yang cukup sempit disepanjang lereng
gunung Merapi.
Kendali stir saya ambil
alih setelah Doni saya turunkan di kampungnya dan saya melanjutkan jalan pintas
ini yang ujungnya tembus di pasar Koto Baru, nah ini dia ketika mulut mobil
saya ingin menyentuh jalan lintas Koto Baru-Padang Panjang, kendaraan bejrjibun
tidak bergerak, jikapun ada sedikit ruang hanya sekedar merayap sangat pelan,
seperti melangkah seayunan kaki lalu diam berhenti ditempat yang cukup lama
lalu kembali seayun demi seayun kaki melangkah dengan tempo yang lama
berhentinya.
Pada suatu kesempatan
ketika ada “space” akhirnya mobil yang saya kendalikan ikut merapat
“parkir dijalan” dengan kendaraan lain, saya tidak bisa
membayangkan seandainya tujuan saya ke Bukit Tinggi (arah yang berlawanan di
jalur sebelah kanan) entah kapan saya bisa mendapat kesempatan memotong jalur
sebelah kiri untuk ikut-ikutan “macet gila” di jalur sebelah
kiri menuju Bukit Tinggi.
Tidak ada pilihan lain,
mari kita nikmati kemacetan gila dengan penuh kesabaran, toh hal begini saya
yang merantau di Pekanbaru hanya sekali setahun dirasa.Kendaraan hanya bergerak
pelan dan merambat. Injak kopling, gantung setengah injakan dengan memberika
keseimbangan injakan gas, Iinjak rem, tarik rem tangan, gigi satu,
kembali netral begitulah berulang-ulang dilakukan saat kondisi “macet
gila” saat saya mengendalikan mobil yang cara bekerjanya masih manual.
Dari mulut persimpangan
Kota Baru jam menunjukan pukul 5 sore, sekitar jam 7 an kami sudah berada di
depan sate Mak Syukur, hawa dan aroma sate Mak Syukur membuat perut anak saya
memberontak dan mereka sangat menginginkan sekali untuk makan malam di sate Mak
Syukur sambil istirahat sejenak. Tapi saya tak berdaya untuk menembus kepadatan
lalu lintas memotong jalur kanan menyeberang ke sate Mak Syukur praktis
tidak ada celah, disamping itu pelataran parkir Sate Mak Syukur sepertinya
tidak memberikan tempat lagi buat kendaraan yang akan mampir menikmati hidangan
yang terkenal ini, bahkan mobil-mobil pengunjung sate ini pantat mobil yang
parkir
telah menyita badan jalan disebelah kanan.
Anak saya bisa mengerti
situasi ini dan saya hanya bisa menghibur mereka dengan berkata
“Mudah-mudahan kita bisa mampir di sate Mak Adjat, sama aja kok rasanya
perjayalah”. Alhamdulillah saya mendapatkan celah saat membelokan mobil
ke pelataran parkir sate Mak Adjat disebuah tanah kosong disamping warung sate
ini. Akhirnya anak-anak saya bisa mengganjal perutnya dengan makanan yang dari
awal keberangkatan telah serasa diujung lidahnya seperti anak saya nomor tiga ,
pagi saat mau naik kendaran berteriak penuh semangat “Asyikkkk..kita makan sate
Mak Syukur”
Rasa sate Mak Adjat tidak
berbeda sebenarnya dengan sate Saiyo atau sate Mak Syukur ibarat musik rock
satu aliran dan genre seperti kesukaan musik saya yaitu “Art Rock”
mungkin sate Mak Syukur sedikit menghentak seperti Art Rock Progressif Genesis,
Sate
Saiyo dengan sentuhan Pop Rock Group Queen, nah sate Mak Adjat sedikit liar
seperti permainan maut solo gitar Jimmy Page pentolan Led Zeppelin, begitu
kira-kira rasanya.
Tapi bagi anak saya apa
peduli bawa-bawa group musik mengenai cita rasa sate Padang Panjang ini, yang
penting hajar setiap tusuk daging sate yang tersedia, oleskan kuah sate di
kerupuk kulit khas Padang Panjang yang berbentuk bujur sangkar selebar diary
anak ABG yang penuh asesoris, llapar yang “menggigil” membuat mereka
lupa akan lezatnya sate Mak Syukur yang selama ini menjadi “menu
wajib” jika kami ke Padang saat liburan sekolah.
Wajah anak saya berbinar
kekenyangan, timbul masalah baru bagaimana mobil segera berada di jalur sebelah
kiri menuju Lembah Anai, hampir tidak ada celah memotong jalur kanan begitu
sebaliknya saat mulut mobil menyentuh marka pembatas jalan dijalur kiri
kendaraan begitu rapat.Akhirnya saya temui pemuda yang bertugas mengutip jasa
parkir untuk minta pertolongan darurat agar mobil bisa diseberangan ke jalur
kiri. Saya tawarkan pada mereka ongkos parkir yang lebih dari biasanya saat
lebaran Rp 2.000,- menjadi Rp 5.000. Mereka menerima tawaran ini, tentunya
menambah
personil satu orang untuk tugas yang sangat penting bagi saya.
Saat ada celah dijalur
kanan pemuda tersebut menyetop arus kendaraan dari Lembah Anai, sementara
pemuda yang lain menyetop arus kendaraan dari Bukit Tinggi. Pada saat yang
tepat saya telah berada diposisi yang benar untuk kembali menikmati
“Macet Gila” menuju Lembah Anai.. Selama macet kami bersama-sama
bernyanyi satu kaset penuh bolak balik album religi terbaru Pasha-Ungu,
tentunya saat lagu yang menempati “pole posisition” tangga lagu
diblantika musik tanah air saat itu yang berjudul “Dengan nafasMu”
kami begitu bersemangat bernyanyi selaksa tentara yang dilepas menuju medan
perang menyanyikan lagu-lagu perjuangan penuh euphoria seakan peperangan telah
berhasil dimenangkan.
Karena
ku tahu
Hanyalah
pada diri Mu
Tempatku
mengadu, tempatku mengeluh
Didalam
doaku
Sdan
demi nafas yang telah kau hembuskan
Dalam
kehidupanku
Ku
berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Puas menyanyikan bolak
balik 5 lagu religi Ungu baik versi asli maupun versi karaoke dalam satu
kaset, anak saya kembali bernyanyi bersama-sama dari musik hand phone dengan
lagu favoritnya saat ini yaitu “Bukan Super Star” dari Project Pop,
lihat lah Regi anak saya nomor tiga ketika masuk pada lirik “Andai aku
letto..wes pasti wong jowoo” dia menyanyikan sambil bercanda dengan mulut
dimonyongkan semaju-majunya…”wong jowoooooooo.”
Ah sudah lah anak ku. Kamu bukan super…kamu bukan setar kalau
digabungkan Kamu bukan super setarrrrr. Ah..anak project pop memang kreatif
dan lucu dengan segala tingkahnya, mereka telah memberi warna bagi perkembangan
musik tanah air. Jika anak-anak Project Pop bermimpi menjadi Pasha Ungu, Wulan
Jamela, Ariel Peterpan, Letto, Glend Fredly nah saya juga punya mimpi sederhana
saja yaitu saya ingin bagian dari group mereka, walah mimpi kali
ya…seperti lirik lagu mereka Hai Jepe
Kamu Bukan Superstar.
Saat saya menikmati salah
satu lagu favorit saya dari album Amore Andre Bocelli yang berjudul Mi Manchi
(baca : Mi Mangki), mmm sebuah koloborasi yang hebat Andre bersama saxoponis
terkenal Kenny G dengan aransmen musik yang ditata apik, suara sopran bening
Andrea Bocelli tanpa cacat di selingi tiupan saxopon Kenny G yang tinggi
melengking dan rendah yang menyayat seperti gelombang samudra disaat
teduh berdebur berlari bersamaan menuju tepian tanpa putus riuh
rendah berbaur suara desiran angin yang semilir.
Anak saya Raisa menggoda
saya “ Pa. .apa artinya Mi Mangki..apa Pa jawab
lahhh, katanya Papa pernah kerja sama bule, apa pa bisa bahasa Inggris
“kapiran” (maksudnya bahasa Inggris seadanya untuk
percakapan sehari-hari, dipastikan dari segi tata bahasa ada yang salah). Saya
tahu kemana arah ledekan anak saya ini apa arti Mi Mangki.
“Apa
ya nggak tahu..serius papa nggak tahu baru denger tu ..apa ya Mi Mangki, kakak
pasti tahu lah.. kan
sudah kelas 2 SMP” saya mencoba membalikan pertanyaan
ke anak saya
Penuh manja anak saya
berkata “mmm..Papa aja yang jawab..apa
pa Mi Mangki”
Ya sudah “ artinya itu..itu..kawan-kawan papa yang
banyak di hutan” saya menjawab sekena saja. Anak saya kurang
puas sambil terus memojokan saya “Kawan
Papa memang banyak dihutan, nah Mi Mangki..itu apa…kawan yang mana”
“Saya
Monyet…itu mau kakak jawaban yang pasti..iyakan” saya tidak mau berbedat dan
berbelok-belok lagi. Lalu Raisa bersama
adik-adiknya berteriak “Papa
Monyet..Papa Monyet”…????###!!! (Senyum aja)
Akhirnya Macet gila ini
terurai sudah setelah kami meninggalkan Lembah Anai menuju Kayu Tanam jam
menunjukan sekitar puikul 20.30 WIB. Mobil saya kendalikan kecepatan
sedang sekitar 50 Km/Jam dan selalu menjaga jarak dengan kendaraan yang
di depan siapa tahu ada macet tiba-tiba membuat kendaraan yang lain merem
mendadak. Dari pukul 5 sore terjebak macet di Koto Baru yang seharusnya dalam
keaadaan normal lalu lintas hanya membutuhkan waktu sekitar 1 Jam-an untuk
sampai di rumah orang tua saya di Air Tawar, akibat macet gila ini kami tempuh
selama 4 Jam lebih, tepatnya roda depan mobil saya menyentuh halaman rumah saya
pada pukul 9.30 WIB.
Kami menikmati macet ini,
anak-anak senang sambil bernyanyi tidak ada bersemayan dalam diri anak-anak
saya “penyakit perjalanan jarak jauh” seperti pusing, sakit perut
dan mubuk perjalanan, hanya rasa letih dan kantuk yang tak tertahankan. Saya
coba lihat kebelakang mereka sudah saling berpelukan bersama bantal yang
dibawa tertidur lelap, lalu disamping saya tidak kalah serunya tertidur
lelap istri saya bersama anak lelaki saya Zidane di pangkuaan seadanya artinya
Sang Ibu genggaman tidak terlalu kuat sementara sang anak pasrah dalam posisi
seakan mau meluncur kebawah kursi tapi masih tertolong dengan sabuk pengaman
agar tidak terlepas dari pangkuaan ibunya yang telah “hilang
kesadaran” nya.
Kami disambut orang tua
dan adik saya sambil mengucapkan salam dan mohon maaf lahir dan bathin, adik
saya mengajukan sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan lagi.
Macet
Ya….
Lah iyalah..Macet Gila
tahu…bahasa Inggris “kapirannya” Crazy Traffict Jam Gitu Lho.
***
Jepe
\
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---