Bukittinggi | Jumat, 24/10/2008 11:30 WIB
Pedagang di Bukittinggi Diminta Tidak Patok Harga Seenaknya
Bukittinggi, (ANTARA) - Para pedagang di Bukittinggi sudah saatnya
mengedepankan nilai-nilai sopan dan santun dalam melayani pembeli.
Pelayanan yang baik dengan penawaran realistis dan tidak mengejar
keuntungan sesaat, merupakan cara bijak untuk membuat pembeli senang dan
nyaman, sehingga mereka datang lagi berbelanja di kesempatan lain.
Berdagang yang semata-mata mengejar keuntungan sesaat, pada akhirnya
jadi petaka dan merugikan pedagang sendiri. 

Hal itu dikemukakan Masri Habib Dt. Pandak Ketua LKAAM Bukittinggi
menyikapi sekaitan masih banyaknya pedagang di kota wisata ini yang
mematok harga seenak perut, sehingga pembeli merasa kecewa. Ironisnya
lagi, calon pembeli dibeda-bedakan. Bagi pembeli notabene wisatawan
dipatok harga selangit. Bila perlu dua kali lipat. Khusus pembeli
bernotabene lokal, harga yang ditawarkan sering kali tidak realistis. 

Dt. Pandak merasa khawatir fenomena tersebut berakibat merugikan citra
Bukittinggi dalam arti luas. Bukan tidak mungkin suatu saat orang datang
ke Bukittinggi hanya sebatas rekreasi dan tidak untuk belanja. Mereka
enggan mengeluarkan isi kocek, karena khawatir harga terlalu mahal. 

Padahal, perdagangan dan jasa merupakan sektor unggulan utama dalam
gerak ekonomi Bukittinggi. Artinya, perekonomian masyarakat kota Jam
Gadang dan sekitarnya tetap akan terus menggeliat selagi orang dari
mana-mana datang ke Bukittinggi. Karupuak Sanjai, Nasi Kapau, Ampiang
Dadiah, Bordir, konveksi, Sulaman dan aneka cendramata tetap akan
diincar dan diboyong sebagai buah tangan dari kotawisata ini. Tapi,
kalau sudah kecewa karena harga terlalu meroket dan kualitas tak
terjamin, pembeli mana lagi yang mau belanja di Bukittinggi nantinya",
Dt. Pandak menambahkan. 

Terkait fenomena tersebut, Dt. Pandak mengharapkan peran Dinas
Perindagkop dan Kadin Bukittinggi agar dapat memotivasi pedagang. "Untuk
menumbuhkan sikap mental yang berbudaya seperti itulah peran Kadin
sangat kita harapkan", tutur Dt. Pandak menambahkan. 

Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi DR. Zainudin
Tanjung, M.A., mengatakan, pada dasarnya prinsip jual beli dalam Islam
tidak jauh beda dengan prinsip jual beli modern. Hukum pasar berlaku,
apabila permintaan tinggi dan ketersediaan barang terbatas, maka harga
akan naik. Demikian juga sebaliknya, apabila permintaan turun sedangkan
jumlah barang tersedia sangat banyak, maka harga akan turun. 

Namun demikian, tentunya para pedagang tidak boleh menetapkan atau
menaikkan harga diluar kewajaran. 

Kadis Perindagkop Ir. Gustav menyebutkan pihaknya sudah menyampaikan
imbauan dan motivasi, antara lain melalui klinik bisnis dan penyuluhan
agar pedagang tidak lagi mengejar keuntungan sesaat. Pada setiap barang
yang dijual dicantumkan harganya, sehingga calon pembeli tidak merasa
ragu. Sejauh ini diakuinya, sudah banyak pelaku ekonomi yang dibina
menerapkan imbauan itu. Namun, di sisi lain masih banyak pula pedagang
yang masih menganggap sepele imbauan itu. (ham) 

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=berita&d=3&id=4057

The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke