Sabtu, 25 Oktober 2008 | 00:11 WIB 

Padang, Kompas - Walaupun krisis ekonomi global ikut berimbas ke Sumatera
Barat, DPRD dan Pemprov Sumbar tetap mendesain kenaikan angka pendapatan
anggaran dan belanja tahun 2009. Untuk itu Pemprov akan menggenjot
penerimaan asli daerah yang diharapkan naik Rp 12,99 miliar.

Kenaikan angka pendapatan dan belanja daerah itu dihasilkan setelah ada
pembahasan Panitia Anggaran DPRD Sumbar dan Tim Anggaran Pemda Sumbar.
Pendapatan daerah yang semula diproyeksikan Rp 1,5 triliun, dinaikkan
menjadi Rp 1,7 triliun.

Kenaikan pendapatan itu bersumber dari pendapatan daerah serta penerimaan
pembiayaan dari APBN. Pendapatan asli daerah diprediksi akan mencapai Rp 702
miliar, dana perimbangan Rp 785 miliar, serta pendapatan lain Rp 12,99
miliar. Sedangkan, penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih
penerimaan anggaran (silpa) diproyeksikan mencapai Rp 199,999 miliar.

Jumlah pendapatan daerah ini masih mungkin naik bila ada kenaikan dana
alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. DAK
belum dimasukkan dalam komponen penerimaan.

"Walaupun krisis ekonomi global tengah melanda, namun kami optimis bisa
mendapatkan pendapatan lebih dengan cara memaksimalkan kerja di seluruh
bidang," ujar Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Jumat (24/10), dalam rapat
paripurna hasil pembahasan rancangan kebijakan umum anggaran APBD 2009.

Untuk kebijakan belanja daerah, belanja tidak langsung dialokasikan Rp 750,9
miliar, dan belanja langsung Rp 908 miliar.

Dari alokasi belanja langsung itu, anggaran untuk pendidikan yang disalurkan
lewat Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga serta Biro Bina Sosial justru
dikurangi dari Rp 160 miliar menjadi Rp 157 miliar.

"Terjadinya penurunan jumlah alokasi anggaran untuk urusan pendidikan pada
prinsipnya tidak mengurangi alokasi anggaran pendidikan secara keseluruhan
karena terdapat kegiatan yang semula menjadi kegiatan Dinas Pendidikan,
Pemuda, dan Olahraga dialihkan anggarannya pada Pos Bantuan," kata
Sekretaris DPRD Nasral Anas.

Selain itu, sejumlah kegiatan pendidikan dibiayai lewat pos lain, seperti
kebudayaan, perpustakaan, keagamaan, dan ketenagakerjaan. Anggaran
pendidikan 20 persen akan tetap terpenuhi dengan tambahan DAK dan DAU yang
belum dimasukkan. (ART)

 

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/25/00114477/anggaran.sumbar.naik


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke