S A H A B A T 
 
Oleh: K. Suheimi 
 
Sahabat saya ustadzs Faizar sakit, batuknya tak putus-putusnya badannya agak 
panas, suaranya serak seperti suara itik jantan. Kalau bicara tak kedengaran.
 
Saya di smsnya dia ingin sembuh dia minta obat, saya dicarinya di Masjidil 
haram. Dia dapat menemui saya yang sedang asyik baca Al Qur'an di pintu 62 
bersama kabilah dari Brunei 
 
 
Faizar menceritrakan keluhannya tak bisa bicara dan dengan isyarat dia menunjuk 
tenggorakannya yang sakit dan kering, serta tak bisa bersuara. Keluhan ini saya 
tanyakan kepada pak Jasrib perwakilan Brunei di Makkah yang selalu membawa 
rombongan anak dan famili Raja Brunei. Dia sudah berpengalaman sekali di Makkah 
dan di Masjidil Haram serta kebiasan yang dilakukannya.
 
“Minum saja calcivit- C”  katanya. “Dimana kita bisa mendapakanya ?” kata saya 
memancing.  Tak lama pak jasrib pergi meninggalkan kami. Ketika dia datang 
kemba;i di tangannya sudah ada Calcivit C.  
 
Waktu berbuka langsung obat itu diminum Faizar, enak dan menyejukkan. “Iyalah” 
kata saya dengan vit C dengan dosis tinggi serta calcium  yang menguatkan dan 
meningkatkan stamina tentu akan menyembuhkan.
 
“Kalau bisa minum Madu dengan jeruk nipis”  Imbuhnya. Memang esoknya  Faizarpun 
bisa bicara lagi.
 
Faizar berbisik, “luar biasa” Baru saja kenalan sudah demikian baiknya. Tak 
pernah hal ini saya temukan di kampung” ulasnya.
 
“Saudara bahkan anak sendiripun  tidak secepat ini me respon bila kita dalam 
sakit” kenangnya
 
Memang berbeda sekali persahabtan yang di jalin di Masjidil Hara m ini katanya 
sambil menyalami saya dan pak jasrib.
 
Saya katakan pada Faizar. Ini Masjidil haram, perbuatan baik yang dikerjakan 
disini, bukankah dapat balasan 100.000 kali lebih tinggi dibandingkan di luar 
Masjidil Haram?.  Ustadzs Faizarpun mengangguk-angguk kerna dia sebagai pemberi 
Manasik haji sering mengatakan itu.
 
Maka siapapun yang masuk masjidil haram  berusaha berbuat baik bagi sesame 
sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan dia tertolong oleh yang di tolongnya.
 
Apalagi sekarang bulan Ramadhan, di bulan puasa ini ingat pesan guru kita 
“Semua amal untuk hambaku, kecuali pusanya. Puasanya untukku Firman Allah. 
Allahlah yang langsung membalasnya. 
 
Kalau kita tak berhitung dengan Allah, maka Allahpun tak akan berhitung dengan 
kita. Faizarpun membenarkan, kerna dia sering mengatakan itu pada jemaahnya.
 
Dikali yang lain kami menyaksi pertengkaran yang hebat  antara seorang jemaah 
dari Banglades dengan orang  Yaman yang dipicu oleh rebutan tempat duduk.
 
“Kenapa masalah sepele memancing emosi yang tak perlu?” kata Faizar, lalu dia 
ketawa kecil. Ketika dia ketawa itulah orang Arab menegurnya “jangan ketawa “ 
kata orang Arab itu. “Do’akan mereka kepada Allah, semoga teman kita itu dapat 
petunjuk. 
Terlihat bahwa orang Arab itu pemurah,,,peduli dan bersahabat.
Sebagai sahabat dia pemurah, sebagai sahabat dia langsung menegur dan 
memperingatkan kalau kita salah.
 
Seperti satu kali saya pangku Al Qur'an lalu saya buka hp untuk membaca 
terjemahnya, tanpa saya sadari saya jadikan Al Qur'an alas dan tempat 
bertelekan siku saya. 
 
Langsung saya dapat teguran. Al Qur'an tak boleh dijadikan sebagai landasan 
siku. Siku saya di pindahkannya.
 
Dikali yang lain, ketika penat baca Al Qur'an , saya letakkan Al Qur'an itu 
sejajar dengan kedudukan saya di lantai. Melihat Al Qur'an tergeletak di lantai 
lang sung orang Arab itu mengingatkan, Al Qur'an jangan di rendahkan, jangan 
letakkan di lantai. Al Qur'an harus di muliakan diletakan di tempat yang 
mulia,dan lebih tinggi katanya menasehati saya.
 
Inilah sahabat sejati, menolobg ketika kita butuh pertolongan, dan menegur 
serta memperbaiki kesalahan ketika kita terlupa  atau salah langkah
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an 
 
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu dan 
bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang 
bertaqwa. (QS. 2:66)
 
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi 
peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah 
diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 
(QS. 4:165)
 
Masjidil Haram 28 September 2008


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke