Salam sanak sapalanta, Alhamdulillah ... gayung bersambut, taragak basuo akan semakin hidup. Sanak Firtonius dan Sdr. Riri. berikut ini Uni postingkan kisah perjalanan naik Bus semasa 30 tahun yang lalu di perjalanan lintas Sumatera. Kisah ini sebagai jembatan bagi adik-adik untuk melihat kebelakang bagaimana kondisi 30 tahun yang lalu. Kisah dibuat bersambung dan selamat menikmati. Pengalaman Naik Bis di Lintas Tengah Pulau Sumatera Oleh : 3vyniz Ketika jalur lintas Sumatera dibuka pada akhir tahun 1976 – berita ini tidak terkesan apa-apa bagi aku. Kemudian jalur baru itu, diuji coba oleh pamanku dengan membawa keluarganya pulang ke Kota Padang menggunakan kendaraan pribadi.. Konon, jalan itu sangat lurus yang berawal dari Lubuk Linggau hingga memasuki Sungai Dareh di daerah Darmasraya sekarang ini. Ketika rombongan pamanku itu kembali ke tanah Jawa, ternyata anak-anaknya tidak ada yang sanggup lagi untuk melintasi jalur itu. Mereka bercerita, bahwa suasana perjalanannya sangat menyeramkan dan benar-benar hutan. Saudara sepupu aku itu, akhirnya pulang naik kapal laut yang ternyata mengundang hikmah dalam perjalanan pulangnya karena ia bertemu jodoh dengan seorang perwira Akabri. Lain lagi dengan kisahku, seputar 30 tahun yang lalu. Ketika menjadi mahasiswa, aku mengikuti kunjungan antar kampus ke Universitas Sriwijaya – Palembang. Singkat cerita, setelah melakukan anjangsana dan acara persahabatan, maka kami merealisasikan niat kami untuk melanjutkan perjalanan ke kampong halaman. Sebelumnya telah minta izin kepada kedua orang tua. Beruntunglah kami berdua orang bersaudara dengan diteman1 1 orang teman cowok (bukan pacar lho - sekarang ia telah menjadi Pejabat Eselon II di Deplu), dibantu oleh suatu keluarga yang begitu perhatian pada kami bernama Ridwan Talu – Kadiv Transportasi PT Pusri, melengkapi kami dengan berbagai kebutuhan perjalanan kami pulang kekampung halaman itu. Sesungguhnya bagi kami berdua benar-benar tidak tahu kondisi jalanan waktu itu. Yang terpikir hanyalah… pulang… dan pulang, karena kota kelahiran itu telah kami tinggalkan selama 10 tahun..!! Berangkatlah kami dengan menggunakan bus – sebesar Metro Mini – dari bawah Jembatan Jembatan Ampera – Kota Palembang. Bus telah dipenuhi oleh para penumpang ke berbagai tujuan. Setelah melewati kota kecil Parabumulih – terasa suasana desa yang kami lalui kian mencekam… jalan yang kami lalui bukanlah jalan yang mulus melainkan jalan kecil yang terbuat dari bebatuan. Badan terombang ambing. Begitu masuk Kota Lahat – walaupun disebut kota – terasa bagi aku kota ini gelap – dipengaruhi oleh suasana hati yang tercekam rasa takut. Aku teringat akan kisah “ Perawan di sarang penyamun” – yang pernah aku baca - seakan aku adalah sang perawan di Sarang Penyamun pula. Diam-diam aku mengamati para penumpang, kawatir ada yang aneh-aneh tidak. Bus melaju selepas sholat Isya bergerak menembus kegelapan malam. Aku selalu menjawil kakak perempuanku agar – dia tidak tidur lelap. Mataku mengawasi perjalanan dan siap siaga – kalau kalau ada bahaya yang menghadang.. Ternyata kantuk yang bersarang dimata ini – lebih menguasai emosi dan perasaan – menjadikan bayang-bayang malam semakin sirna. Aku tak sadar bahwa akhirnya mataku terlelap. Aku tersentak ketika stoker Bus yang kami tumpangi berteriak penuh ketakjuban “ hoi….. sanak, jagolah…. Liek tu ha…inyiak awak mancogok….. Ondeh iyo matonyo tajam….!! Deru mesin bus itu semakin berat nafasnya. Lonjakan bus dan bantingan stir yang dikemudikan pengemudi menambah suasana bathinku dan nafas semakin seru. Ketika itu aku bisa menafsirkan ciloteh stoker dan pengemudi, agar ia tidak mengganggu para penumpang yang tidur lelap. Akan tetapi ia – stoker - tetap bersuara sambil menyatakan bahwa apabila semua penumpang tidur – bisa bisa penumpang tidak dibawang ke ranah Minang tetapi ke Ranah Liang. Iko… Lahat ko mah… yuang….!! “Asytagfirullah…. , jantungku berdegu kencang. Jika kupalingkan kepala kejendela, yang terlihat adalah keadaan gelap gulita. Memang ada satu persatu kerlipan cahaya dari rumah penduduk. Namun itu jarang sekali. Menembus gelap malam – lampus bus serasa cahaya matahari yang bersinar terang. Karena pepohonan yang kami lalui itu saling berpelukan diantara badan jalan yang kami lalui. Tahukah itu…? Pertanda betapa lebatnya hutan Pulau Sumatera ketika itu……….. (Bersambung )…. Tangerang, 27 Oktober 2008 Wassalam,
3vy Nizhamul http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Mon, 10/27/08, Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [taragak-basuo] Naiak Bis To: [EMAIL PROTECTED] Date: Monday, October 27, 2008, 2:03 AM Kalau dulu malah jauh lebih parah. Ini pengalaman ambo waktu karajo di Padang tahun 85-87. Naik bis Padang-Bukittinggi dari terminal, disuruh cepat, karena bis nya sudah mulai bergerak pelan2. Nanti sampai agak di pinggir kota (misalnya daerah Lolong atau Aia Tawa), bis nya berehenti, dan kemudian balik lagi ke arah kota dengan alasan mobilnya ada masalh. Sampai di terminal lagi, kita dipindah ke bis lain Ternyata - belakangan saya dengar - sebenarnya bukan itu masalahnya. Bis2 tertentu memang "dikerahkan" untuk menjarin penumpang di sepanjang jalan, untuk kemudian ditranzfer ke bis yang sebenarnya. Kesal ga kalau digituin? Riri Yahoo! Finance It's Now Personal Guides, news, advice & more. Find helpful tips for Moderators on the Yahoo! Groups team blog. All-Bran 10 Day Challenge Join the club and feel the benefits. . __,_._,___ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
